Tunagrahita: Ciri, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

tunagrahita-doktersehat

DokterSehat.Com – Tunagrahita adalah penyakit keterbelakangan intelektual yang disebabkan oleh beberapa faktor terkait yang menyebabkan penderitanya memiliki kecerdasan intelektual dibawah rata-rata. Tunagrahita dapat diderita oleh siapa saja. Ketahui lebih lanjut tentang apa itu tunagrahita, penyebab, ciri-ciri, gejala, cara mengatasi, dll. 

Apa Itu Tunagrahita?

Tunagrahita adalah kondisi disabilitas dimana penderita memiliki keterbatasan dalam fungsi intelektual yang meliputi kecerdasan penalaran, pembelajaran, keterampilan kognitif, dan penyelesaian masalah.

Pengertian tunagrahita atau disebut juga dengan keterbelakangan mental juga ditandai dengan kecerdasan mental di bawah rata-rata yang mencakup berbagai keterampilan sosial, komunikasi, perawatan diri, dan praktis sehari-hari. 

Disabilitas intelektual ini dapat terjadi pada anak di bawah usia 18 tahun dan bahkan dapat didiagnosis sebelum kelahiran. Anak tunagrahita memiliki keterbatasan yang membuat mereka sulit belajar serta berkembang lebih lambat dari anak-anak seusianya. 

Tunagrahita adalah kasus disabilitas intelektual yang paling umum. Menurut American Association of Intellectual and Developmental Disabilities, seseorang memiliki disabilitas intelektual jika memiliki dua kriteria berikut ini: 

  • Fungsi Intelektual: Memiliki IQ di bawah 70-75 (IQ normal adalah 91-110)
  • Fungsi Adaptif: Memiliki keterbatasan yang signifikan dalam dua atau lebih bidang perilaku adaptif yang meliputi keterampilan hidup, bersosialisasi di masyarakat, keterampilan komunikasi, perawatan diri atau kemampuan bekerja.

Disabilitas intelektual terjadi sekitar 1% dari seluruh populasi di dunia, dan 85% sisanya mengalami tunagrahita ringan. Baik laki-laki dan perempuan memiliki risiko terkena disabilitas intelektual yang gejalanya dapat didiagnosis sejak dini. 

Penyebab Tunagrahita 

Terdapat banyak faktor penyebab tunagrahita yang dapat dikaitkan dengan sindrom genetik, paparan racun, pernah menderita penyakit serius, atau akibat cedera di kepala. 

Berikut ini adalah penyebab tunagrahita paling umum, yaitu:

  • Kondisi Genetik

Tunagrahita dapat disebabkan oleh kondisi genetika yang diturunkan oleh orang tua, meliputi genetika yang abnormal, kombinasi gen yang rusak, dan kasus genetika lainnya. Contoh sindrom genetika adalah Down Syndrom, Sindrom Fragile X, dan phenylketonuria. 

Baca Juga: 3 Mainan yang Cocok untuk Anak Down Syndrome

  • Komplikasi Kehamilan 

Tunagrahita atau disabilitas intelektual dapat terjadi karena janin tidak berkembang dengan baik di rahim ibu. Faktor pemicunya adalah apabila ibu mengkonsumsi alkohol atau narkoba saat hamil, kurang gizi untuk ibu dan janin, atau terinfeksi virus rubella. Komplikasi kehamilan tersebut mengakibatkan perkembangan otak janin terganggu. 

  • Masalah Kelahiran 

Walaupun janin sehat saat di rahim ibu, risiko bayi lahir terkena disabilitas intelektual dapat terjadi jika bayi kekurangan oksigen saat proses kelahiran atau jika bayi dilahirkan dengan kondisi sangat prematur. 

  • Penyakit atau Cedera Serius

Tunagrahita dapat terjadi karena perkembangan dari penyakit serius seperti meningitis, campak, batuk rejan, terpapar racun, tidak mendapatkan perawatan medis yang baik, dan gizi buruk ekstrim.

Baca Juga: 8 Akibat Gizi Buruk yang bisa Terjadi pada Anak

  • Penyebab Belum Diketahui 

Pada dua per tiga kasus anak tunagrahita, penyebabnya belum diketahui. 

Tunagrahita juga dapat disebabkan karena ibu hamil mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter sehingga efek samping obat tersebut membuat bayi memiliki infeksi otak yang serius dan lahir dengan disabilitas intelektual.

Untuk mengetahui jelas apa penyebabnya dan bagaimana mengatasi tunagrahita, Anda perlu diagnosis langsung dari dokter spesialis untuk mengukur seberapa jauh kemampuan intelektual anak tersebut. 

Ciri-Ciri Tunagrahita

Terdapat banyak gejala tunagrahita pada anak. Ciri-ciri tunagrahita dapat terlihat sejak balita atau bisa saja baru terlihat saat anak memasuki usia sekolah. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah ciri-ciri tunagrahita yang paling umum, yaitu: 

Perkembang bayi lambat meliputi berguling, duduk, merangkak, dan berjalan 

  • Terlambat bicara
  • Lambat belajar untuk kemampuan diri sendiri seperti aktivitas toilet, berpakaian, makan sendiri, dll
  • Sulit untuk mengingat hal-hal sederhana 
  • Tidak bisa mengontrol emosi 
  • Tidak memiliki kemampuan dalam masalah perilaku 
  • Cenderung meledak-ledak 

Kondisi disabilitas mental parah juga berpengaruh pada masalah kesehatan anak seperti kejang, gangguan motorik, masalah pendengaran dan penglihatan. 

Ciri-ciri tunagrahita lainnya adalah anak memiliki gangguan mood seperti kecemasan, autisme, dll. Apabila Anda mendapati gejala tunagrahita pada anak Anda, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis agar mereka dapat memberikan bantuan medis yang dibutuhkan anak. 

Diagnosis Anak Tunagrahita

Terdapat tiga faktor untuk mendiagnosis apakah anak memiliki disabilitas intelektual, yaitu: 

  • Observasi pada tingkah laku anak 
  • Uji kecerdasan IQ dan perilaku adaptif 
  • Wawancara dengan orangtua tentang perkembangan anak tersebut 

Untuk memastikan kecerdasan intelektual, kognitif, dan perilaku adaptif anak, dokter spesialis akan menganalisa kondisi keterampilan anak Anda dengan membandingkannya dengan kondisi normal anak seusianya.

Hal-hal yang dapat dijadikan indikator adalah kemampuan anak untuk berinteraksi dengan teman-teman seusianya, cara berkomunikasi dengan orang lain, dan cara berperilaku pada kesehariannya. Jika anak memiliki penurunan baik dalam IQ atau perilaku adaptif, maka anak tergolong anak tunagrahita. 

Disabilitas intelektual yang disebabkan oleh genetik akan didiagnosa dengan tes darah, tes urin, atau tes struktural di otak. Jika anak dirasa terlambat berkembang, dokter akan memeriksa apabila ada gangguan pendengaran atau gangguan neurologis. 

Setelah diagnosis dibuat, dokter akan memberikan saran perawatan terbaik sesuai dengan kondisi anak tersebut agar anak dapat tetap berkembang dan belajar seperti anak-anak normal lainnya. 

Cara Mengatasi Anak Tunagrahita 

Tunagrahita adalah kondisi seumur hidup dan tidak ada obat untuk menyembuhkannya, namun anak-anak tunagrahita tetap memiliki peluang untuk berkembang seperti anak-anak lainnya apabila dirawat dengan cara yang tepat. 

Diagnosis awal dan perawatan secara berkelanjutan sangat penting bagi anak tunagrahita, hal ini juga berkaitan dengan kondisi medis dan genetika yang mempengaruhi perkembangannya. Perawatan tunagrahita akan difokuskan pada kekuatan dan kebutuhan anak tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa jenis dukungan yang bisa Anda berikan untuk merawat anak tunagrahita, yaitu: 

  • Intervensi dini pada anak dan balita yaitu cara terbaik yang dilakukan orangtua untuk anak berkebutuhan khusus sejak usia dini. 
  • Memberikan pendidikan khusus untuk anak. 
  • Memberikan dukungan dan perlindungan keluarga 
  • Melakukan program-program keterampilan 

Anak tunagrahita atau anak dengan kebutuhan khusus harus mendapatkan pendidikan khusus dengan cara pendekatan yang berbeda. Selain di sekolah khusus, Anda juga wajib mengajarkan anak Anda keterampilan hidup, seperti: 

  • Cara merawat diri seperti aktivitas toilet, cara makan yang baik, cara berpakain sendiri, memakai sepatu, merapikan barang-barang, dll. 
  • Keterampilan emosional seperti cara berkomunikasi, berinteraksi, bersosialisasi, dan mengelola emosi. 
  • Keterampilan khusus seperti bermain musik, berolahraga, memasak, berkebun, atau hobi lain agar anak dapat berkembang. 

Tujuan utama perawatan anak tunagrahita adalah agar anak tetap dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki secara maksimal. Selain itu, Anda juga dapat melakukan pilihan terapi sesuai kondisi fisik dan mental anak serta ikut berpartisipasi dalam komunitas atau penyedia layanan kesehatan khusus untuk anak dengan kebutuhan khusus. 

Tips untuk Orang Tua dalam Merawat Anak Tunagrahita 

Anak tunagrahita membutuhkan perhatian khusus, berikut ini adalah tips untuk orang tua dalam merawat anak tunagrahita, yaitu: 

  • Pelajari dan pahami disabilitas yang anak Anda alami 
  • Ajari anak tentang kemandirian dan tanggung jawab 
  • Berkomunikasi dengan orang tua lain dari anak tunagrahita untuk membagikan pengalaman dan saran 
  • Lakukan kegiatan sosial, rekreasi, olahraga yang dapat mendukung keterampilan anak 
  • Berikan perhatian, kasih sayang, dan perawatan khusus

Anak tunagrahita tetap dapat belajar banyak hal seperti anak-anak normal dan memiliki masa depan yang baik. Mereka mungkin hanya membutuhkan waktu belajar yang lebih lama dan cara yang berbeda dari anak-anak lainnya. 

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

 

Sumber: 

  1. American Association on Intellectual and Developmental Disabilities (AAIDD). 2019. Frequently Asked Questions on Intellectual Disability. https://aaidd.org/intellectual-disability/definition/faqs-on-intellectual-disability#targetText=Intellectual%20disability%20is0%20a%20disability,before%20the%20age%20of%2018. (Diakses pada 1 0ktober 2019). 
  2. WebMD. 2019. Intellectual Disability. https://www.webmd.com/parenting/baby/intellectual-disability-mental-retardation#1. (Diakses pada 1 0ktober 2019). 
  3. American Psychiatric Association (APA). 2017. What is Intellectual Disability?https://www.psychiatry.org/patients-families/intellectual-disability/what-is-intellectual-disability. (Diakses pada 1 0ktober 2019). 
  4. MedlinePlus. 2017. Intellectual disability.https://medlineplus.gov/ency/article/001523.htm. (Diakses pada 1 0ktober 2019).