Aneh, Tumor Otak Gadis Ini Tiba-Tiba Lenyap Begitu Saja

otak-doktersehat

DokterSehat.Com– Sebuah kasus yang sangat aneh terjadi di Inggris. Seorang gadis berusia 11 tahun bernama Roxli Doss menderita tumor otak yang sangat ganas bernama diffuse intrinsic pontine glioma (DIPG), sejenis kanker langka yang agresif dan mematikan. Kanker ini biasa menyerang anak-anak. Hanya saja, pemeriksaan terakhir justru menunjukkan bahwa tumor otak pada tubuh Roxli tiba-tiba lenyap begitu saja. Apa yang sebenarnya terjadi?

Didiagnosis tumor otak pada Juni 2018

Dilansir dari situs Daily Mail, Roxli didiagnosis terkena tumor otak DIPG pada Juni 2018 lalu. Saat itu, Roxlu mengeluhkan sakit kepala berkepanjangan dan mudah merasa lelah meski sudah mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Orang tuanya yang curiga dengan kondisi buah hatinya memutuskan untuk memeriksakan kondisi ini ke dokter. Sayangnya, dokter justru memberikan hasil diagnosis yang sangat mengejutkan, yakni adanya tumor otak yang ada di bagian pangkal otak, tepatnya di atas tulang belakang. Tumor ini menekan bagian otak bernama pons yang berperan besar dalam berbagai fungsi tubuh seperti proses pernapasan, pengendalian tekanan darah, hingga kebiasaan tidur kita.

Dampak dari adanya tumor otak ini

Tumor ini terus berkembang dan menekan otaknya. Dampaknya pun cukup fatal karena mempengaruhi denyut jantung, proses pernapasan, cara menelan, keseimbangan tubuh, hingga penglihatannya. Roxli mulai mengalami gangguan pada pergerakan mata, lemahnya wajah, sulit untuk berjalan, perkembangan bagian anggota tubuh yang aneh, dan tidak lagi menyeimbangkan tubuh.

Mulai melakukan pengobatan

Begitu didiagnosis terkena tumor ganas ini, Roxli langsung menjalani pengobatan, tepatnya melakukan terapi radiasi. Hal ini dilakukan selama tiga bulan. Diharapkan, proses terapi ini mampu mengatasi tumor yang menyerang otaknya.

Tiba-tiba saja hilang

Hanya saja, pada 7 September 2018 lalu, dokter justru menemukan sebuah fakta yang aneh setelah melakukan pemindaian MRI pada otak Roxli. Bagaimana tidak, tiba-tiba saja tumor ini tidak lagi terdeteksi di kepalanya. Dokter pun kebingungan dengan hal ini meskipun merasa senang karena Roxli terbebas dari kanker ganas yang bisa saja mengancam nyawanya.

“Saat saya pertama kali melihat hasil pemindaian MRI, sangat tidak bisa dipercaya. Tumor ini benar-benar sudah hilang,” ucap dr. Virginia Harrod, salah satu dokter yang ikut merawat sang anak.

Dampak dari terapi radiasi?

Sebuah organisasi kesehatan bernama Michael Moiser Foundation menyebut terapi radiasi memang bisa membantu menurunkan ukuran tumor DPIG. Hanya saja, efek ini hanya dirasakan pada 70 persen pasien, sehingga efeknya belum tentu akan dialami oleh siapa saja. Bahkan, seringkali terapi ini hanya akan mampu membuat harapan hidup pasien tiga bulan lebih lama.

Sementara itu, pakar kesehatan dr. Momna Hejmadi dari University of Bath, Inggris mengemukakan pendapatnya tentang hilangnya tumor otak pada kepala Roxli. Menurut dr. Momna bisa jadi kondisi ini dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh.

“Sepertinya hal ini disebabkan oleh respons dari sistem imun lokal setelah operasi yang akhirnya membuat pertumbuhan tumor terhenti. Hanya saja, kasus ini memang sangat jarang terjadi sehingga dianggap sebagai sesuatu hal yang luar biasa,” ucap dr. Momna.

Meskipun dianggap sudah hilang, pakar kesehatan yang merawat Roxli tetap memintanya untuk melakukan perawatan lanjutan. Tujuannya demi mencegah kemungkinan adanya pertumbuhan sel kanker baru. Hal ini berarti, Roxli masih harus menjalami immunoterapi demi membuat sistem kekebalan tubuhnya semakin meningkat.

“Kami dulu sempat putus asa dan berpikir seberapa lama dia masih bisa sehat, namun kini lihatlah dia. Ia telah melalui hal yang sangat luar biasa,” ungkap ayah Roxli, Scott.