Terbit: 4 Maret 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tumor hidung adalah istilah untuk seluruh tumor yang ada di hidung, termasuk rongga hidung atau di dalam sinus. Ketahui apa itu tumor hidung, gejala, penyebab, diagnosis, jenis, dan pengobatannya dalam pembahasan ini.

Tumor Hidung: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, dl

Apa Itu Tumor Hidung?

Tumor hidung adalah pertumbuhan sel-sel abnormal yang dimulai di sekitar rongga hidung. Sementara tumor paranasal adalah pertumbuhan sel abnormal di ruang berisi udara di sekitar hidung atau di dalam sinus (sinus paranasal). Umumnya, tumor nasal dan paranasal bersifat jinak (nonkanker), namun mungkin juga bersifat ganas (kanker).

Tumor nasal terdiri dari beberapa jenis lainnya berdasarkan kategori letak pertumbuhan sel abnormal tersebut. Mengetahui jenis tumor nasal apa yang Anda derita lebih awal akan membantu menentukan perawatan terbaik, serta mencegah risiko kanker.

Ciri-Ciri Tumor Hidung

Tumor hidung adalah kasus yang langka. Sebagian besar kasus tumor biasanya tidak menunjukkan gejala signifikan, namun beberapa ciri mengindikasikan tumor sinus. Berikut ini gejala dan ciri-ciri tumor hitung yang paling umum:

  • Hidung tersumbat yang tidak sembuh dalam waktu lama.
  • Penyumbatan sinus.
  • Masalah pada indra penciuman.
  • Nyeri atau mati rasa di sekitar wajah, telinga, pipi, hidung, dan gigi.
  • Sakit kepala.
  • Gigi copot akibat alasan yang tidak jelas.
  • Sering mimisan.
  • Perubahan kesehatan visual.
  • Sulit buka mulut.
  • Mengalami post-nasal drip.
  • Pertumbuhan rambut halus yang tidak biasa di wajah, hidung, leher, atau langit-langit mulut.
  • Infeksi telinga berulang.
  • Perubahan sensitivitas pendengaran.
  • Sesak napas melalui hidung.
  • Banyak kotoran di hidung.
  • Benjolan di leher.
  • Mata berair.
  • Nanah dari hidung.
  • Mata melotot atau satu mata terlihat lebih menonjol.

Bila mengalami salah satu lebih gejala tersebut, belum tentu Anda memiliki tumor nasal. Ciri-ciri tersebut sangat umum dan mungkin disebabkan oleh kondisi lain yang tidak serius. Pantau gejala dan hubungi dokter untuk menentukan diagnosis yang tepat.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi pada dokter bila Anda mengalami gejala terkait yang mengkhawatirkan. Berikut ini beberapa tips konsultasi ke dokter:

  • Buat daftar semua pertanyaan secara detail.
  • Catat semua informasi baru yang dokter katakan, termasuk gejala, pengobatan, obat, tes, dan sebagainya.
  • Tanyakan semua opsi perawatan dan pengobatan.
  • Minta kontak dokter dan rumah sakit agar lebih mudah konsultasi nanti.

Sebaiknya, ajak orang lain yang Anda percaya untuk menemani Anda konsultasi dan membantu Anda memahami semua pertanyaan dan jawaban. Dokter akan menjelaskan semuanya secara detail dan mungkin segera melakukan beberapa pemeriksaan.

Penyebab Tumor Hidung

Penyebab tumor nasal adalah mutasi genetik yang mengubah sifat sel normal menjadi abnormal. Sel abnormal berarti sel-sel yang berkembang biak terlalu cepat dan di luar kendali, kemudian mereka tetap hidup dan mengganggu sel dan jaringan sehat lain di sekitarnya.

Ada beberapa faktor penyebab sel-sel tersebut berubah menjadi abnormal atau tumor, termasuk:

  • Paparan bahan kimia industri jangka panjang.
  • Terpapar serbuk kayu, bahan kimia dari kulit, tekstil, nikel, atau kromium.
  • Menghirup uap seperti lem, bahan pelarut, alkohol gosok, atau formaldehida.
  • Paparan radium.
  • Komplikasi dari infeksi human papillomavirus (HPV).
  • Efek samping merokok jangka panjang.
  • Perokok pasif, menghirup asap rokok.

Walaupun penyebab nasal tumor tidak diketahui secara pasti, beberapa faktor tersebut dapat memicu mutasi gen dan kerusakan sel.

Faktor Risiko Tumor Hidung

Berikut ini beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami nasal tumor:

  • Bukan seorang perokok namun berada di lingkungan perokok atau sering menghirup asap rokok.
  • Hidup di lingkungan dengan level polusi udara tinggi.
  • Terpapar bahan kimia dalam waktu lama.
  • Laki-laki lebih rentan daripada wanita.
  • Orang tua usia 50 hingga 60 tahun lebih rentan.

Baca Juga: Mengenali Penyebab Benjolan di Hidung dan Cara Mengatasinya

Diagnosis Tumor Hidung

Sebagian pasien tidak memiliki gejala nasal atau paranasal tumor yang signifikan. Mereka mengetahui diagnosis tumor tersebut saat memeriksakan diri untuk kondisi yang lain.

Bila mencurigai adanya ciri-ciri tumor hidung, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan sebagai berikut:

  • Pemeriksaan dengan kamera endoskopi yang dimasukkan ke dalam hidung untuk melihat kondisi rongga hidung dan sinus.
  • Biopsi, pemeriksaan dari sampel hidung yang kemudian diuji di laboratorium.
  • Tes penceritaan seperti CT scan, MRI, atau PET scan. 

Dokter juga akan memeriksa kondisi fisik, tes darah, dan menganalisis riwayat penyakit yang mungkin Anda miliki. Dokter mungkin akan menyarankan opsi pemeriksaan lain untuk memastikan diagnosis penyakit.

Jenis Tumor Hidung

Berikut ini beberapa jenis kanker dan tumor pada atau menyebar di rongga hidung serta sinus:

  • Karsinoma sel skuamosa, umumnya terjadi di saluran pernapasan (70% kasus).
  • Adenokarsinoma di lapisan sinus (10-20% kasus).
  • Limfoma, disebabkan oleh sel-sel pada sistem imun atau limfatik (5% kasus).
  • Melanoma, pada lapisan sinus yang mengandung pigmen (3% kasus).
  • Esthesioneuroblastoma, di dasar tengkorak dan masuk ke rongga hidung.
  • Osteoma, terjadi di sinus frontal, ethmoid, atau maksilaris.
  • Infeksi virus seperti kutil di hidung atau sinus.

Tumor atau jenis kanker lain dapat berkembang hingga masuk ke rongga hidung, sinus, dan area sekitar hidung.

Stadium Tumor Hidung

Stadium tumor dikategorikan berdasarkan lokasi tumor, jumlah tumor, dan penyebarannya. Berikut ini penjelasan tentang stadium nasal dan paranasal tumor:

  • Stadium I. Tumor di dalam sinus namun belum atau tidak menyebar.
  • Stadium II. Tumor menyebar ke bagian atau jaringan lain di sekitar sinus.
  • Stadium III. Tumor berkembang atau menyebar ke tulang sinus, rongga mata, atau kelenjar getah bening terdekat.
  • Stadium IV. Sel-sel abnormal tumor menyebar ke jaringan atau organ tubuh yang lebih jauh dari hidung, seperti rongga mata, leher, tulang tengkorak, atau mungkin otak.

Baca Juga: 10 Gejala Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

Cara Mengobati Tumor Hidung

Dokter akan memeriksa kondisi Anda secara keseluruhan untuk menentukan opsi perawatan dan pengobatan apa yang paling tepat. Umumnya, dokter akan menyarankan pembedahan, terapi radiasi, atau kemoterapi.

Berikut ini beberapa cara mengobati tumor hidung:

1. Kemoterapi

Menggunakan obat-obatan kemoterapi untuk membunuh sel-sel tumor ganas (kanker). Pasien harus menjalani proses kemoterapi sebelum dan sesudah operasi. Obat tumor hidung dengan kemoterapi mungkin juga dikombinasikan dengan terapi radiasi.

2. Terapi Radiasi

Terapi dengan energi kuat seperti sinar-X atau proto untuk membunuh sel-sel tumor ganas (kanker). Metode terapi radiasi dapat digunakan setelah pembedahan atau terapi tunggal.

3. Pembedahan

Operasi untuk mengatasi tumor hidung terbagi dalam dua jenis, yaitu:

  • Operasi Terbuka: Operasi dengan sayatan dekat hidung atau mulut agar dapat melihat rongga hidung atau sinus. Ahli bedah akan mengangkat tumor.
  • Operasi Invasif Minimal. Operasi tanpa luka sayatan berat. Dokter akan menggunakan endoskopi hidung atau alat khusus untuk mengangkat tumor.

4. Perawatan Paliatif

Perawatan jangka panjang bagi pasien kanker hidung untuk meredakan nyeri, mengelola gejala, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tim dokter, ahli kesehatan mental, dan tim profesional kesehatan lainnya akan memberikan perawatan paliatif terbaik untuk pasien.

Cara Mencegah Tumor Hidung

Kurangi risiko nasal dan paranasal tumor dengan menjalani gaya hidup sehat, termasuk:

  • Berhenti merokok bila perokok aktif.
  • Hindari tempat-tempat smoking area.
  • Bila bekerja di lingkungan yang terkontaminasi bahan kimia, perhatikan keselamatan kerja seperti dengan menggunakan masker khusus.
  • Gunakan masker di tempat yang tinggi polusi udara.

Itulah pembahasan tentang apa itu tumor hidung. Tidak ada obat tumor hidung secara langsung, namun perawatan seperti kemoterapi, terapi radiasi, dan operasi bisa dilakukan bila tumor bersifat kanker. Mohon konsultasi ke dokter secara langsung bila Anda mengalami gejala tersebut.

 

  1. Cancer.org. 2020. Signs and Symptoms of Nasal and Paranasal Sinus Cancers. https://www.cancer.org/cancer/nasal-cavity-and-paranasal-sinus-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html. (Diakses pada 4 Maret 2021).
  2. Cedars Sinai. 2020. Nasal and Sinus Tumors. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/n/nasal-and-sinus-tumors.html. (Diakses pada 4 Maret 2021).
  3. Hopkins Medicine. 2020. Paranasal Sinus Tumors. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/paranasal-sinus-tumors. (Diakses pada 4 Maret 2021).
  4. Mayo Clinic. 2020. Nasal and paranasal tumors. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nasal-paranasal-tumors/symptoms-causes/syc-20354136. (Diakses pada 4 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi