Terbit: 4 Februari 2021 | Diperbarui: 5 Februari 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tulang dada atau sternum adalah tulang yang terletak di tengah dada. Fungsi sternum yang utama adalah melindungi organ tubuh dari cedera dan sebagai titik koneksi untuk tulang serta otot dengan bagian tubuh lainnya. Simak penjelasan selengkapnya mengenai fungsi hingga kemungkinan cedera yang bisa terjadi pada bagian ini.

Tulang Dada: Anatomi, Fungsi, dan Kemungkinan Cedera

Mengenal Berbagai Bagian dari Tulang Dada

Sternum adalah tulang pipih yang terletak di tengah batang tubuh. Jika Anda sulit membayangkan gambar tulang dada, cobalah letakkan jari di tengah dada dan berikan sedikit tekanan maka Anda akan merasakannya.

Tulang ini memiliki tiga bagian, di antaranya:

  • Manubrium. Ini adalah bagian atas tulang dada. Tulang selangka dan tulang rusuk pertama terhubung di sini. Bagian bawah manubrium berbatasan dengan tubuh sternum. Selain itu, bagian kedua tulang rusuk terhubung di bagian ini.
  • Body. Ini adalah bagian tengah sternum dan juga yang terpanjang. Bagian ketiga sampai ketujuh tulang rusuk terhubung ke sternum melalui tulang rawan.
  • Xiphoid process. Ini adalah bagian bawah sternum. Bentuknya bisa bermacam-macam. Bagian ini sebagian besar terdiri dari tulang rawan dan perlahan mulai mengeras seiring bertambahnya usia.

Fungsi Tulang Dada

Setelah Anda mendapatkan penjelasan mengenai kaitan antara tulang dada dan tulang rusuk seperti di atas, hal berikutnya yang harus Anda ketahui adalah fungsi dari tulang yang berada di dada bagian tengah ini.

Berikut dua fungsi penting tulang ini, antara lain:

  • Tulang rusuk dan tulang dada berfungsi untuk melindungi berbagai organ tubuh seperti jantung, paru-paru, dan pembuluh darah dada.
  • Tulang ini juga menyediakan titik koneksi ke bagian lain dari sistem kerangka tubuh, termasuk tulang selangka dan sebagian besar tulang rusuk. Selain itu, beberapa otot dada dan perut bagian atas juga terhubung ke sternum.

Perlu diketahui juga, sternum menghubungkan enam tulang rusuk pertama di tengah dada. Meski tidak membantu rentang gerak tubuh, namun menjadi penghubung tulang rawan antara tulang dada dan masing-masing dari enam tulang rusuk bagian atas, di mana hal ini membantu gerakan kecil saat menarik napas.

Setiap tarikan napas membutuhkan paru-paru untuk terisi dengan udara dan otot interkostal (atau tulang rusuk) berkontraksi. Semua gerakan ini membutuhkan beberapa ruang internal agar berfungsi dengan baik.

Baca Juga: 10 Penyebab Dada Terasa Panas dan Sakit, Bukan Cuma Serangan Jantung!

Keadaan yang Membuat Tulang Dada Sakit

Terdapat berbagai kondisi yang dapat membuat sternum terasa sakit atau terasa tidak nyaman. Beberapa hal tersebut, di antaranya:

1. Kostokondritis

Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada meradang. Hal ini dapat disebabkan oleh cedera atau ketegangan otot, arthritis, atau infeksi.

Jika Anda menderita kostokondritis, gejala utamanya adalah nyeri dada atau rasa sakit saat mendapatkan tekanan. Aktivitas fisik, batuk, peregangan, atau bernapas dalam-dalam dapat membuat rasa sakit semakin parah.

2. Ketegangan Otot

Hal ini sering kali dapat terjadi karena penggunaan otot yang berlebihan karena berolahraga atau batuk yang berlebihan. Jika Anda mengalami ketegangan otot di dada, Anda mungkin akan mengalami:

  • Nyeri dada atau sakit saat ditekan.
  • Memar.
  • Pembengkakan.
  • Rentang gerak terbatas.
  • Kelemahan di area yang terkena.

3. Patah Tulang Bagian Dalam

Sternal fracture atau fraktur sternum adalah keadaan di mana tulang dada patah. Penyebab paling umum dari hal ini adalah trauma benda tumpul, seperti kecelakaan kendaraan atau cedera olahraga.

Beberapa gejala fraktur sternum meliputi:

  • Nyeri dada, bisa bertambah parah saat batuk atau bernapas dalam-dalam.
  • Memar.
  • Pembengkakan.
  • Sesak napas.

4. Gangguan Sendi Sternoklavikularis

Sendi sternoklavikularis adalah area di mana tulang selangka bertemu dengan sternum. Meskipun jarang terjadi, terkadang Anda dapat mengalami masalah sendi di area ini karena cedera, arthritis, atau infeksi.

5. Penyebab yang Tidak Terkait Cedera Otot atau Tulang

Penyebab paling umum dari nyeri sternum adalah masalah muskuloskeletal. Namun, ada kemungkinan penyebab lain yang tidak berhubungan dengan  otot atau tulang, seperti:

  • Terkait dengan paru-paru seperti radang selaput dada, pneumonia, atau emboli paru.
  • Kondisi jantung seperti angina, perikarditis, atau serangan jantung.
  • Kondisi pencernaan seperti heartburn, GERD, atau maag.
  • Hernia.
  • Serangan panik.

Baca Juga: Nyeri Dada: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda mengalami rasa sakit yang berkepanjangan atau ketidaknyamanan di area sternum, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Ingatlah bahwa nyeri dada juga bisa dikaitkan dengan keadaan darurat seperti serangan jantung dan emboli paru. Oleh karena itu, cari pertolongan medis darurat untuk nyeri dada jika:

  • Pertama kali terjadi.
  • Tidak hilang setelah beberapa menit.
  • Disertai dengan gejala seperti sesak napas, berkeringat, pusing, dan nyeri yang menyebar ke lengan/rahang.

Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Gangguan Tulang Dada

Perawatan sering kali melibatkan istirahat dan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak, meskipun operasi mungkin diperlukan pada kasus yang parah.

Sebagian besar kasus patah tulang harus mengikuti protokol tertentu untuk rehabilitasi. Namun, fraktur sternum merupakan pengecualian karena tidak membantu dalam rentang gerak langsung. Protokol untuk patah tulang dada adalah untuk mengatasi rasa sakit dan memungkinkan istirahat untuk mendorong penyembuhan.

Dikarenakan fraktur sternum sering muncul setelah kejadian traumatis seperti kecelakaan atau trauma benda tumpul pada tubuh, sering kali terdapat cedera lain yang dapat direhabilitasi secara bersamaan.

Tindakan pencegahan internal seperti jangan mengangkat beban terlalu berat, membatasi gerak lengan, menggunakan kaki sebagai tumpuan untuk berdiri dari kursi, atau tidak menggunakan lengan untuk turun dari tempat tidur. Beberapa anjuran ini dapat membantu mengurangi tekanan dan ketegangan pada otot perut dan sternum.

 

  1. Seladi-Schulman, Jill. 2020. What You Need to Know About Your Sternum. https://www.healthline.com/health/sternum#sternum-anatomy. (Diakses pada 4 Februari 2021).
  2. Brittany Ferri. 2020. The Anatomy of the Sternum. https://www.verywellhealth.com/sternum-anatomy-4691725. (Diakses pada 4 Februari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi