Berkeringat Saat Tidur, Benarkah Tanda Masalah Kesehatan?

tidur_doktersehat_2
Photo Source: Flickr/sipes23

DokterSehat.Com– Cukup banyak orang yang mengeluhkan sprei atau kasurnya basah kuyup saat tidur malam. Hal ini tentu akan membuat tidur menjadi kurang nyaman. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh banyaknya produksi keringat saat tidur akibat suhu udara yang cukup panas. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut kebiasaan berkeringat saat tidur bisa jadi terkait dengan masalah kesehatan tertentu, apalagi jika suhu udara di kamar sebenarnya cukup nyaman dan tidak panas.

Berbagai hal yang bisa menyebabkan munculnya keringat saat tidur

Pakar kesehatan Neomi Shah yang berasal dari Women’s Health Magazine menyebut kita harus memeriksakan kondisi kesehatan jika tubuh terus mengeluarkan saat tidur hingga berbulan-bulan lamanya. Hal ini bisa jadi terkait dengan berbagai macam masalah kesehatan.

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa memicu datangnya keringat berlebih saat tidur.

  1. Suhu udara di dalam kamar

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, pemicu utama dari kebiasaan berkeringat saat tidur malam adalah suhu kamar yang terlalu panas. Menurut pakar kesehatan, idealnya kamar tidur memiliki suhu 16 hingga 21 derajat Celcius agar terasa nyaman untuk beristirahat malam. Jika suhu udara lebih tinggi dari itu, ada kemungkinan kita akan mengalami sensasi gerah dan mudah mengeluarkan banyak keringat. Hal ini tentu akan bisa membuat kita sulit untuk tidur dengan nyenyak.

Demi mengatasinya, kita bisa menyalakan AC atau kipas angin. Kita juga bisa membuka ventilasi agar suhu udara bisa lebih nyaman.

  1. Mengalami kelainan produksi keringat

Dalam dunia medis, kondisi mengeluarkan keringat berlebihan disebut sebagai hyperhidrosis. Penderitanya akan mengalami produksi keringat dengan berlebihan, bahkan saat suhu udara tidak panas. Kondisi ini juga sering terjadi saat tidur malam sehingga membuat kita akan mengeluarkan keringat dalam jumlah yang banyak.

Beberapa bagian tubuh yang bisa mengeluarkan keringat dalam jumlah yang sangat banyak adalah ketiak, kepala, telapak tangan, dan kaki. Banyak orang yang kehilangan kepercayaan diri akibat kondisi kesehatan ini karena bisa membuat pakaian terlihat berada dalam kondisi basah setiap saat atau memicu masalah bau badan.

Jika kita mengalami produksi keringat yang berlebihan, sebaiknya segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter demi mendapatkan solusi medis yang tepat.

  1. Gangguan hormon

Kaum hawa yang sering berkeringat dengan berlebihan saat tidur malam bisa jadi mengalami kondisi gangguan hormon, tepatnya berupa fluktuatifnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Biasanya, mereka yang sudah memasuki fase menopause lebih rentan mengalami kondisi ini. Selain saat tidur, mereka juga bisa mengalaminya saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Selain wanita yang sedang berada dalam fase menopause, mereka yang sedang hamil juga bisa mengalami hal yang sama. Mengingat kondisi ini bisa sangat mengganggu, pakar kesehatan menyarankan mereka untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter demi bisa mengatasinya.

  1. Gangguan pada limfoma

Pakar kesehatan menyebut kanker limfoma juga bisa menyebabkan tubuh sering berkeringat di malam hari. Selain itu, gejala lain dari kanker yang menyerang sistem imun tubuh ini adalah munculnya gejala demam atau menurunnya berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas.

  1. Tubuh sedang melakukan mekanisme melawan infeksi

Jika kita mengalami infeksi, maka tubuh akan cenderung mengeluarkan keringat dalam jumlah yang lebih banyak. Sebagai contoh, jika kita terkena demam, maka tubuh akan mengeluarkan keringat dalam jumlah yang banyak. Karena alasan inilah banyak orang yang menganggap keluarnya keringat menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja keras dan kita akan bisa segera sembuh.