Terbit: 19 Oktober 2019
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Tubex test salah satu instrumen untuk mendiagnosis demam thypoid atau yang biasa kita kenal dengan tipes. Instrumen ini diklaim memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi ketimbang metode diagnosis lainnya, benarkah demikian? Simak informasi selengkapnya berikut ini!

Tubex, Tes Darah yang Lebih Efektif Mendiagnosis Tipes?

Apa Itu Tubex?

Tubex adalah nama sebuah alat—lebih tepatnya sekumpulan alat—yang diproduksi oleh perusahaan asal Swedia bernama IDL Biotech.

Alat tes ini diciptakan untuk lebih memudahkan praktisi medis dalam melakukan diagnosis penyakit tipes yang dialami pasien. Pemeriksaan Tubex nantinya akan mendeteksi apakah di dalam darah terdapat antibodi lgM anti-O9  atau tidak.

Antibodi IgM anti-O9 adalah antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh manakala tubuh terserang atau terinfeksi bakteri S. typhi. Bakteri S. typhi inilah yang menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit tipes.

Prosedur Tes Tubex

Pemeriksaan Tubex adalah metode pemeriksaan guna menguatkan diagnosis penyakit tipes pada pasien.

Tes ini dapat dilakukan di rumah sakit, laboratorium, maupun klinik yang memiliki peralatan canggih ini. Selain hasilnya lebih akurat, tes ini tidak memerlukan waktu lama sampai hasilnya keluar (kira-kira 10-15 menit).

Berikut ini adalah prosedur pemeriksaan yang umum dilakukan:

  • Petugas medis melakukan pengambilan sampel darah
  • Petugas, menyiapkan 6 (enam) tabung reaksi yang masing-masing sudah diisi oleh magnetic particle antigen sebanyak 45 ?l
  • Petugas memasukkan 45 ?l sampel darah ke dalam enam tabung reaksi
  • Tabung reaksi berisi sampel darah akan didiamkan terlebih dahulu selama kurang lebih 2 menit
  • Kemudian setelah 2 menit, petugas akan menambahkan antibody-coated indicator sebanyak 90 ?l ke masing-masing tabung reaksi
  • Petugas akan menutup tabung reaksi dengan plester medis dan Tubex
  • Petugas akan mengocok tabung reaksi dalam posisi miring selama kurang lebih 2 menit
  • Setelah dikocok selama 2 menit, tabung reaksi akan ditempatkan di atas permukaan yang memiliki magnet
  • Petugas akan mendiamkan tabung reaksi selama 5 menit untuk menjalani proses pengendapan

Cara Membaca Hasil Tes Tubex

Lantas, bagaimana cara membaca hasil pemeriksaannya?

Setelah prosedur pemeriksaan selesai dilakukan, maka hasilnya bisa langsung keluar 10-15 menit kemudian.

Warna cairan di dalam tabung reaksi  menjadi indikator  apakah pasien positif menderita tipes atau justru hasilnya negatif. Apabila cairan berwarna biru (tidak ada perubahan warna), artinya pada cairan tersebut terdapat antibodi lgM anti-O9. Ini menandakan jika pasien positif mengalami tipes.

Efektivitas Tes Tubex dalam Mendiagnosis Tipes

Tubex adalah metode pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis penyakit tipes yang tergolong baru.

Menurut produsennya yakni IDL Biotech, instrumen ini memiliki spesifisitas sebesar 80 persen dan sensitivitas sebesar 90 persen.

Spesifisitas adalah semacam penilaian untuk mengukur akurasi diagnosis negatif terhadap suatu penyakit. Sebaliknya, sensitivitas adalah tolak ukur untuk menilai akurasi diagnosis positif dari penyakit yang tengah dianalisis tersebut.

Sayangnya, di balik klaim bahwa tes tersebut adalah cara mendiagnosis tipes yang lebih canggih dan efektif, faktanya belum banyak penelitian yang mengamini efektivitas alat ini lebih baik ketimbang metode pengujian sampel darah yang lainnya.

Salah satu dari sekian penelitian yang telah membuktikan tingkat akurasi tes ini adalah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Medical Microbiology pada tahun 2008. Disebutkan di dalam penelitian tersebut bahwa pemeriksaan Tubex dapat mengidentifikasi setidaknya 15 bakteri S.typhi yang ada pada sampel darah.

Kehadiran instrumen ini tentunya sangat membantu para praktisi medis dalam melakukan diagnosis atas suatu penyakit utamanya penyakit tipes. Dengan adanya instrumen tersebut, diharapkan kedepannya kasus salah diagnosis dapat diminimalisir semaksimal mungkin.

Apa Itu Tipes?

Pemeriksaan ini ditujukan untuk memperkuat diagnosis dokter atas penyakit tipes yang diderita oleh seseorang.

Apa itu tipes? Tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri S. typhi. Tipes atau yang disebut juga dengan nama demam tifoid ini terjadi manakala seseorang mengonsumsi makanan maupun minuman yang sudah terkontaminasi oleh bakteri tersebut.

Saat menderita tipes, seseorang akan mengalami sejumlah gejala. Gejala tipes itu meliputi:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Diare
  • Sembelit
  • Badan terasa lesu
  • Berat badan mengalami penurunan

Ciri atau gejala di atas tidak  melulu menjadi pertanda tipes. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar dapat diketahui penyebab pasti timbulnya gejala tersebut.

Pengobatan Tipes

Setelah tes Tubex dilakukan dan hasilnya Anda dinyatakan positif menderita tipes, langkah selanjutnya adalah menjalani prosedur pengobatan tipes.

Berikut adalah cara mengobati tipes yang umum dilakukan.

1. Obat Antibiotik

Dikarenakan tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, maka cara mengobati tipes adalah dengan memberikan obat antibiotik.

Umumnya, dokter akan meresepkan jenis antibiotik berikut ini:

  • Azithromycin, adalah antibiotik yang diberikan pada pasien tipes yang resisten terhadap obat ciprofloxacin
  • Ceftriaxone, adalah antibiotik injeksi yang biasanya diberikan pada pasien anak-anak
  • Ciprofloxacin, adalah antibiotik yang paling umum diberikan. Akan tetapi, efektivitasnya Ciprofloxacin tidak lagi tinggi seiring dengan perkembangan bakteri typhi, terutama bakteri S. typhi yang ada di Asia Tenggara

2. Pola Hidup Sehat

Selain minum obat antibiotik, dokter juga akan meminta pasien menerapkan pola hidup sehat selama proses penyembuhan.

Pola hidup sehat yang dimaksud antara lain:

  • Banyak minum air putih
  • Mengonsumsi makanan bergizi (buah dan sayuran)
  • Istirahat yang cukup

Itu dia informasi mengenai tes Tubex yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. Typhoid Fever. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/typhoid-fever#2 (Diakses pada 19 Oktober 2019)
  2. Tam, FC et al. 2008. The TUBEX test detects not only typhoid-specific antibodies but also soluble antigens and whole bacteria. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18287294 (Diakses pada 19 Oktober 2019)
  3. Tubex. https://idlbiotech.com/products/tubex/ (Diakses pada 19 Oktober 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi