Begini Cara Membedakan Nyeri Dada dan Serangan Jantung!

nyeri-dada-doktersehat
Photo Credit: Freepik.com/@freepik

DokterSehat.Com– Nyeri dada terkadang dianggap sebagai serangan jantung yang membahayakan. Padahal gejala serangan jantung tidak selalu di dada karena ada beberapa gejala lain yang menyertainya. Sakit dada juga bisa karena masalah lain. Lalu bagaimana cara membedakan nyeri dada dan serangan jantung?

Dokter Rob Lamberts mengatakan bahwa orang perlu membedakan kapan nyeri dada itu serius karena serangan jantung atau penyakit lain, seperti dilansir detikhealth.com.

Nyeri Dada dan Serangan Jantung

Jika nyeri dada mengarah ke serangan jantung maka harus dilakukan tindakan cepat untuk mencegah kerusakan otot jantung yang bisa terjadi dalam beberapa jam, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Dokter Lamberts mengatakan untuk gejala serangan jantung, kata yang tepat sebenarnya bukan nyeri dada tetapi sensasi di dada. Sensasi ini terasa tidak enak seperti perasaan berat saat bernapas, perasaan dingin di dada atau sesak napas.

Menurutnya hampir sepertiga pasien serangan jantung tidak merasakan nyeri dada. Tapi gejala sebenarnya sudah dirasakan jauh sebelumnya yakni nyeri dada sebelah kiri hilang timbul dalam 5 menit atau tidak menetap dan diabaikan banyak orang. Sakit dada yang hilang timbul itu biasanya berlangsung singkat, tidak sampai 20 menit.

Gejala Serangan Jantung yang Harus Diwaspadai

Jangan menunggu untuk mendapatkan bantuan jika mengalami tanda-tanda peringatan serangan jantung ini. Beberapa serangan jantung mendadak dan intens. Tetapi biasanya mulai perlahan, dengan rasa sakit dada ringan atau tidak nyaman. Perhatikan tubuh Anda dan segera hubungi rumah sakit jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala berikut ini:

1. Ketidaknyamanan dada

Sebagian besar serangan jantung melibatkan ketidaknyamanan di bagian tengah dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit – atau mungkin nyeri dada sebelah kiri hilang timbul. Ini bisa terasa seperti tekanan yang tidak nyaman, seperti diremas, seperti kekenyangan atau sakit.

2. Ketidaknyamanan di area lain dari tubuh bagian atas

Gejala serangan jantung bisa berupa rasa sakit atau tidak nyaman pada satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.

3. Sesak napas

Kondisi ini bisa terjadi dengan atau tanpa ketidaknyamanan di dada, seperti dada sesak, berat atau seperti diperas.

4. Seperti membawa beban berat

Kondisi ini digambarkan banyak penderitanya seperti membawa beban yang berat di dada atau seperti dada diikat ketat. Sensasi ini biasanya terasa di sisi kiri dada atas. Tetapi kadang juga sulit menentukan lokasi yang tepat.

5. Tanda-tanda lainnya

Tanda-tanda lain yang mungkin termasuk: berkeringat dingin, merasa cemas, mual atau pusing. Kadang terasa sakit di leher, lengan kiri dan rahang, di belakang perut, salah satu bahu atau di kedua bahu. Merasa lemah dan denyut jantung cepat atau tidak teratur.

Kondisi seperti itu bisa muncul pada seseorang meski sedang istirahat. Gejala serangan jantung ini juga bisa timbul saat sedang atau setelah olahraga, stres atau setelah makan besar. Bila mengalami gejala tersebut, segera ke unit gawat darurat (UGD) rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Gejala Nyeri Dada Pertanda Penyakit Lain

Selain nyeri dada karena serangan jantung, nyeri dada juga pertanda dari masalah atau penyakit lain seperti gangguan pencernaan (maag) atau salah otot, seperti dilansir WebMD.

Nyeri dada yang bukan gejala serangan jantung adalah:

1. Penyakit tulang belakang

Hampir sama dengan gejala serangan jantung, penyakit ini juga menimbulkan nyeri dada jika saraf di tulang belakang terjepit.

2. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru juga menjadi penyebab dada sakit terutama jika sel-sel kanker telah menyebar ke tulang rusuk.

3. Bekuan darah di paru-paru (emboli)

Kondisi ini menyebabkan nyeri dada yang amat dalam dan sesak napas yang ekstrem.

4. Masalah paru-paru pneumothorax

Sama seperti emboli, kondisi ini juga menyebabkan sakit dada yang amat dalam dan sesak napas yang ekstrem.

5. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Nyeri dada karena gangguan pencernaan (GERD) atau penyakit asam lambung yang naik ke kerongkongan. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit di bawah tulang dada dan terasa mulas.

6. Tulang rusuk patah

Adanya tulang rusuk yang patah membuat seseorang merasakan nyeri dada terutama ketika batuk atau mengambil napas dalam-dalam.

7. Nyeri di rusuk

Jika terjadi sebelum munculnya ruam-ruam merah bisa jadi itu pertanda penyakit herpes zoster.

8. Nyeri dada ketika batuk

Penyebab dada sakit tidak hanya karena serangan jantung. Kondisi ini terjadi karena ada infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus.

9. Nyeri pada otot atau tulang dada

Sakit pada otot dan tulang sering terjadi ketika aktivitas seseorang meningkat atau orang yang menambah jadwal olahraganya.

Cara Mengobati Serangan Jantung

Jika dokter mendiagnosis serangan jantung, mereka akan menggunakan berbagai tes dan perawatan, tergantung pada penyebab serangan jantung.

Dokter dapat memesan kateterisasi jantung. Ini adalah probe (kabel penghubung) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah Anda melalui tabung fleksibel lunak yang disebut kateter. Ini memungkinkan dokter untuk melihat area-area di mana plak terbentuk. Dokter juga dapat menyuntikkan zat pewarna ke dalam arteri melalui kateter dan melakukan rontgen untuk melihat bagaimana darah mengalir, serta melihat adanya penyumbatan.

Jika mengalami serangan jantung, dokter dapat merekomendasikan prosedur (pembedahan atau non-bedah). Prosedur dapat menghilangkan rasa sakit dan membantu mencegah serangan jantung.

Prosedur umum mengobati penyakit jantung meliputi:

1. Angioplasti

Angioplasti membuka arteri yang tersumbat dengan menggunakan balon atau dengan menghilangkan penumpukan plak.

2. Stent

Stent adalah tabung kawat yang dimasukkan ke dalam arteri agar tetap terbuka setelah angioplasti.

3. Operasi bypass jantung

Dalam operasi bypass, dokter Anda akan mengalihkan darah di sekitar penyumbatan.

4. Operasi katup jantung

Dalam operasi penggantian katup, katup Anda yang bocor diganti untuk membantu pompa jantung.

5. Alat pacu jantung

Alat pacu jantung ditanam di bawah kulit. Ini dirancang untuk membantu jantung Anda mempertahankan ritme yang normal.

6. Transplantasi hati

Transplantasi dilakukan pada kasus yang parah di mana serangan jantung telah menyebabkan kematian jaringan permanen pada sebagian besar jantung.

Dokter mungkin juga meresepkan obat untuk mengobati serangan jantung, termasuk:

  • Aspirin
  • Obat untuk memecah gumpalan
  • Antiplatelet dan antikoagulan, juga dikenal sebagai pengencer darah
  • Obat penghilang rasa sakit
  • Nitrogliserin
  • Obat tekanan darah

Cara Mengobati Nyeri Dada

Dokter mungkin mengobati nyeri dada dengan obat-obatan, prosedur non-invasif, pembedahan, atau kombinasi dari metode-metode ini. Pengobatan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan nyeri dada Anda.

Perawatan untuk penyebab dada sakit yang berhubungan dengan jantung meliputi:

  • Obat-obatan, termasuk nitrogliserin dan obat lain yang membuka arteri yang sebagian tertutup, obat penghilang gumpalan darah, atau pengencer darah.
  • Kateterisasi jantung, yang mungkin melibatkan penggunaan balon atau stent untuk membuka arteri yang tersumbat.
  • Perbaikan bedah arteri, yang juga dikenal sebagai okulasi bypass arteri koroner atau operasi bypass.

Perawatan untuk penyebab dada sakit lainnya termasuk:

  • Inflasi ulang paru-paru untuk paru-paru yang kolaps, yang akan dilakukan oleh dokter dengan memasukkan tabung dada atau perangkat terkait.
  • Antasida atau prosedur tertentu untuk refluks asam dan mulas.
  • Obat anti-kecemasan untuk nyeri dada yang terkait dengan serangan panik.