Terbit: 13 November 2017 | Diperbarui: 21 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia


Distribusi klinis tremor mungkin berbeda tergantung pada kondisi medis yang terkait dengannya dan beberapa faktor individual. Namun, pada individu tertentu kualitas dan distribusi tremor sangat konstan. Tremor abnormal ini dapat dikelompokkan ke dalam kategori berikut:

tremor

  1. Tremor istirahat/ resting tremor (tremor Parkinsonian)

Dapat diamati pada bagian tubuh yang tidak aktif (sedang diam). Tremor berirama kasar, sering dilokalisasi di tangan dan lengan bawah, namun jarang terlihat di bagian tubuh yang lain dan diamati saat anggota badan berada dalam posisi istirahat. Gerakan yang disengaja bisa menurunkan intensitas tremor. Namun, tremor bisa benar-benar berhenti saat anggota tubuh berada dalam keadaan istirahat ekstrem ketika sedang tidur. Fenomena ini biasa terjadi pada sebagian besar tremor. Di tangan, tremor menghasilkan gerakan pil rolling, yaitu gerakan jari yang aneh antara ibu jari dan jari telunjuk. Bagian tubuh lainnya mungkin juga terpengaruh, misalnya kelopak mata cenderung bergetar, dan rahang dan bibir bisa membuka-menutup. Bila kaki terganggu maka bisa mengakibatkan masalah ketika berjalan. Tremor ini paling sering dilihat sebagai manifestasi sindrom Parkinson.

  1. Tumor postural/action tremor

Tremor ini ditunjukkan dengan usaha untuk menahan anggota badan atau tubuh pada posisi tertentu, misalnya menahan lengan yang terulur. Jenis tremor ini menjadi lebih buruk saat anggota badan bergerak aktif, misalnya saat mencoba minum dari cangkir. Namun, tidak ada tremor yang tampak ketika anggota badan benar-benar rileks. Tremor ini paling sering dilihat sebagai manifestasi tremor esensial.

  1. Tremor ataksia/intention tremor

Merupakan jenis tremor yang sangat melumpuhkan. Tremor ini memiliki beberapa karakteristik dari aksi tremor dalam arti bahwa tremor ini dipicu oleh gerakan. Namun, bentuk utamanya adalah bahwa tremor ini terjadi pada akhir sebuah tindakan. Misalnya, ketika seseorang diminta menyentuh ujung hidung, bagian awal aksi tidak menimbulkan tremor, tapi begitu jari di dekat hidung dan harus menyentuh ujung hidung, tremor ini mulai muncul dengan frekuensi 2 sampai 4 osilasi per menit. Tidak seperti resting tremor dan action tremor, osilasi berada pada bidang yang berbeda dan mungkin bertahan bahkan setelah tugas tercapai. Jenis tremor ini kebanyakan terlihat pada kondisi yang berhubungan dengan serebelum atau masalh pada saraf koordinasi.

  1. Tremor rubral

Ditandai oleh gerakan intens yang kasar. Dengan tremor jenis ini, sedikit gerakan lengan pasien atau upaya mempertahankan postur tubuh yang statis, seperti mencoba menahan lengan yang terulur, menghasilkan gerakan wing-beating berirama yang intens. Tremor ini juga terkait dengan beberapa gangguan koordinasi pada serebelum. Jenis tremor ini terlihat paling sering, di antara kondisi lain, terutama pada orang dengan penyakit multiple sclerosis.

Secara umum, satu jenis tremor tertentu dominan daripada tremor yang lain dan kadang-kadang merupakan satu-satunya tremor hadir dalam kondisi klinis yang ditetapkan, misalnya, resting tremor pada penyakit Parkinson atau tremor postural pada tremor esensial.

Tremor – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8 9


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi