Terbit: 7 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Transplantasi rambut adalah salah satu solusi bagi mereka yang mengalami kebotakan. Ketahui lebih lanjut mengenai prosedur medis ini mulai dari manfaat, tata laksana, hingga biaya yang harus dikeluarkan.

Transplantasi Rambut: Manfaat, Prosedur, Biaya, dll

Apa Itu Transplantasi Rambut?

Transplantasi rambut adalah suatu metode penanganan masalah rambut yakni kerontokan yang sudah sampai menyebabkan terjadinya kebotakan. Transplantasi ini dilakukan dengan cara memindahkan rambut yang masih tumbuh aktif untuk kemudian ditanam di area kulit kepala yang mengalami kebotakan akibat lambatnya pertumbuhan rambut di area tersebut.

Kebotakan sendiri merupakan masalah rambut yang kerap dikeluhkan banyak orang, terutama kaum pria (60 persen pria di dunia mengalami kerontokan dan kebotakan rambut). Sejumlah faktor pun ditengarai menjadi penyebab kebotakan ini, yaitu:

  • Keturunan (genetik)
  • Pengaruh diet
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Efek samping obat-obatan atau operasi
  • Penyakit
  • Stres

Rambut yang menipis hingga menjadi botak pun bagi sebagian orang merupakan suatu masalah, apalagi jika hal ini menimpa wanita. Oleh sebab itu, transplantasi rambut menjadi salah satu pilihan guna mengatasinya karena dianggap cepat dan efektif. Dikutip dari Healthline, metode ini memiliki tingkat keberhasilan hingga 80 persen yang terlihat hasilnya dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan.

Manfaat Transplantasi Rambut

Manfaat transplantasi ini adalah sebagai berikut:

  • Mengatasi kebotakan pada rambut
  • Mengembalikan aktivitas pertumbuhan rambut
  • Mempertebal area rambut yang menipis

Siapa Saja yang Boleh (dan Tidak Boleh) Melakukan Transplantasi Rambut?

Transplantasi rambut ditujukan bagi sejumlah orang dengan kondisi rambut yang bermasalah dan ingin memperbaikinya sehingga berpengaruh terhadap tampilan rambut yang sesuai dengan keinginannya. Anda mungkin disarankankan untuk melakukan transplantasi apabila:

  • Mengalami kebotakan rambut berpola (pattern baldness)
  • Memiliki rambut tipis
  • Rambut rontok akibat insiden tertentu (terbakar, kecelakaan, dsb.)

Sebaliknya, metode penanganan masalah rambut yang pertama kali diterapkan di Jepang pada tahun 1939 ini tidak disarankan—atau tidak diperkenankan sama sekali—jika:

  • Kerontokan rambut sudah meluas hampir di seluruh kulit kepala
  • Bagian rambut yang hendak diambil untuk ditransplantasikan tidak mencukupi
  • Pada kulit kepala terdapat keloid
  • Kerontokan atau kebotakan rambut disebabkan oleh prosedur kemoterapi

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter perihal kondisi Anda sebelum memutuskan untuk melakukan transplantasi.

Prosedur Transplantasi Rambut

Dalam melakukan transplantasi, ada beberapa prosedur yang harus diterapkan baik oleh pasien maupun dokter yang menangani. Berikut ini informasi mengenai prosedur transplantasi yang umum dilakukan untuk menjadi referensi Anda.

1. Pra Transplantasi Rambut

Sebelum melakukan transplantasi, ada sejumlah hal yang harus Anda perhatikan yaitu:

  • Pastikan Anda memenuhi syarat untuk melakukan transplantasi
  • Transplantasi terdiri dari 2 (dua) jenis yakni slit grafts dan micrografts. Slit grafts akan menggunakan 4-10 helai rambut, sedangkan micrografts biasanya menggunakan 1-2 helai rambut. Akan tetapi, jumlah tersebut bisa saja berbeda tergantung kebutuhan
  • Ikuti semua petunjuk yang diberikan oleh dokter

2. Transplantasi

Sebelum memulai tindakan operasi, dokter akan terlebih dahulu membersihkan kulit kepala Anda. Setelah itu, area kepala akan diberikan bius (anestesi) lokal.

Mayoritas tindakan operasi transplantasi menggunakan 2 macam metode yaitu follicular unit transplantation (FUT) dan follicular unit extraction (FUE).

Follicular Unit Transplantation

Pada metode FUT, prosedur operasinya adalah sebagai berikut:

  • Dokter akan membuat sayatan pada kulit kepala menggunakan pisau bedah
  • Dokter bedah selanjutnya memisahkan bagian kulit kepala yang telah dihilangkan menjadi beberapa bagian kecil menggunakan lensa pembesar dan pisau bedah yang tajam. Saat ditanamkan, bagian-bagian ini akan membantu pertumbuhan rambut secara alami
  • Area kulit kepala kemudian ditutup kembali dengan cara dijahit

Follicular Unit Extraction

Sementara pada prosedur transplantasi menggunakan metode FUE, dokter akan mencabut folikel rambut yang ada di kulit kepala bagian belakang. Untuk menunjang hal ini, dokter perlu membuat sayatan yang jumlahnya bisa mencapai ratusan. Setelah itu, operasi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

  • Dokter akan membuat lubang-lubang kecil (menggunakan jarum atau pisau bedah) pada area kulit kepala yang akan ditanami rambut
  • Setelah itu, rambut akan ditanam pada masing-masing lubang secara perlahan-lahan
  • Pasca operasi selesai, rambut akan dibalut dengan kain penutup khusus selama beberapa hari ke depan

Perlu diketahui, transplantasi biasanya akan memakan waktu sekitar 4 jam atau bahkan bisa lebih. Anda pun kemungkinan tidak hanya menjalani satu kali operasi melainkan tiga sampai empat kali operasi yang dilakukan setiap beberapa bulan sekali.

3. Pasca Transplantasi Rambut

Setelah operasi selesai dilakukan, Anda diharuskan untuk melakukan kontrol sesuai jadwal yang ditetapkan oleh dokter.

Selain itu, mengingat transplantasi bisa menimbulkan gejala efek samping, biasanya dokter akan memberikan beberapa jenis obat-obatan seperti:

  • Obat antinyeri
  • Obat antibiotik untuk mencegah timbulnya infeksi pada kulit kepala
  • Obat antiinflamasi untuk meminimalisir peradangan yang menimbulkan pembengkakan pada kulit kepala

Efek Samping Transplantasi Rambut

Seperti yang sudah disebutkan, transplantasi dapat menimbulkan gejala efek samping. Gejala efek samping yang dimaksud di antaranya:

  • Pembengkakan pada kulit kepala
  • Perdarahan minor
  • Infeksi
  • Memar di sekitar mata
  • Muncul kerak pada area kulit kepala yang ditanami rambut baru
  • Mati rasa di kulit kepala
  • Kepala gatal
  • Peradangan pada folikel (folliculitis)

Perlu diketahui juga bahwa pasca transplantasi, kerontokan rambut juga mungkin terjadi dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu ke depan. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena ini merupakan suatu kewajaran. Hal ini justru menjadi “jalan” bagi rambut baru untuk tumbuh.

Biaya Transplantasi Rambut

Sebagaimana dilansir dari Healthline, biaya transplantasi rambut berbeda-beda tergantung dari sejumlah faktor yaitu:

  • Metode transplantasi
  • Kuantitas tindakan
  • Kualitas tenaga medis
  • Ketersediaan fasilitas

 

  1. Anonim. Hair Transplants: What to Expect. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/men-hair-loss-17/hair-transplants (Diakses pada 7 Februari 2020)
  2. Jewell, T. 2019. Everything you need to know about hair transpants. https://www.healthline.com/health/does-hair-transplant-work (Diakses pada 7 Februari 2020)
  3. Nelson, J. 2019. Hair Transplant. https://www.healthline.com/health/hair-transplant (Diakses pada 7 Februari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi