Penyakit Ginjal Kronis – Transplantasi Ginjal dan Prognosis

doktersehat-operasi-pisau
pic credit: Army Medicine

Transplantasi ginjal menawarkan hasil terbaik dan kualitas hidup terbaik. Transplantasi ginjal dapat berasal dari donor hidup seperti saudara, ataupun tidak ada ikatan darah, atau orang yang telah meninggal karena penyebab lain. Pada orang dengan diabetes tipe I, gabungan transplantasi ginjal-pankreas sering menjadi pilihan yang lebih baik.

Namun, tidak semua orang adalah calon transplantasi ginjal. Orang perlu menjalani pengujian ekstensif untuk memastikan kesesuaian untuk transplantasi. Juga, ada kekurangan organ untuk transplantasi karena membutuhkan waktu tunggu beberapa bulan sampai beberapa tahun sebelum mendapatkan transplantasi.

Seseorang yang membutuhkan transplantasi ginjal mengalami beberapa tes untuk mengidentifikasi karakteristik sistem kekebalannya. Penerima dapat menerima ginjal yang berasal dari donor yang cocok karakteristik imunologinya. Donor yang serupa dalam karakteristik ini, semakin besar kemungkinan untuk keberhasilan transplantasi jangka panjang. Transplantasi dari donor yang memiliki hubungan darah hidup umumnya memiliki hasil terbaik.

Operasi transplantasi adalah prosedur yang besar dan umumnya membutuhkan 4-7 hari di rumah sakit. Semua penerima transplantasi membutuhkan obat imunosupresan seumur hidup untuk mencegah tubuh mereka dari proses penolakan ginjal baru. Obat imunosupresan perlu dipantau kadarnya dalam  darah serta meningkatkan risiko infeksi dan beberapa jenis kanker.

Pemantauan Penyakit Ginjal Kronis

Jika pasien memiliki penyakit ginjal kronis, praktisi perawatan kesehatan akan merekomendasikan jadwal rutin kunjungan tindak lanjut.

  • Pada kunjungan ini, kondisi ginjal yang mendasari status pasien akan dievaluasi.
  • Pasien akan menjalanik pemeriksaan darah dan urin rutin dan pemeriksaan pencitraan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan ini.

Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit ginjal kronis tidak dapat dicegah dalam kebanyakan situasi. Pasien mungkin dapat melindungi kerusakan ginjal, atau memperlambat perkembangan penyakit dengan mengendalikan kondisi yang mendasarinya seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi.

  • Penyakit ginjal biasanya berlanjut pada saat gejala muncul. Jika seorang pasien berisiko tinggi mengembangkan penyakit ginjal kronis, pasien harus mengunjungi praktisi kesehatan yang direkomendasikan untuk tes skrining.
  • Jika pasien memiliki kondisi kronik seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi, pasien harus mengikuti rekomendasi pengobatan praktisi kesehatan mereka. Pasien harus mengunjungi dokter secara teratur untuk pemantauan kondisi. Pengobatan agresif penyakit ini sangat penting.

Selain itu, pasien harus menghindari paparan obat terutama NSAID (obat anti-inflamasi nonsteroid), bahan kimia, dan zat beracun lainnya sebanyak mungkin.

Prognosis Penyakit Ginjal Kronis

Tidak ada obat untuk penyakit ginjal kronis. Perjalanan penyakit ini secara alami akan memberat sampai tahap dialisis atau transplantasi akan diperlukan.

  • Pasien dengan penyakit ginjal kronis berada pada risiko yang lebih tinggi daripada populasi umum untuk mengembangkan stroke dan serangan jantung.
  • Lansia dan pasien yang memiliki diabetes memiliki hasil perjalanan penyakit yang lebih buruk.
  • 40 % orang yang menjalani dialisis memiliki ketahanan hidup 5 tahun. Sementara 50 % mereka yang menjalani dialisis peritoneal memiliki ketahanan hidup 5 tahun juga.
  • Pasien transplantasi yang menerima ginjal donor hidup memiliki ketahanan hidup 5 tahun 87% dan mereka yang menerima donor ginjal dari orang yang meninggal memiliki ketahanan hidup 5 tahun dari hampir 75%.
  • Kematian telah menurun 28% untuk pasien dialisis dan 40% untuk pasien transplantasi.
Penyakit Ginjal Kronis : 1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11