Terbit: 11 Februari 2020 | Diperbarui: 18 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Transient ischemic attack (TIA) atau yang juga disebut stroke ringan adalah serangan stroke ringan yang berlangsung singkat. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan sementara pada suplai darah ke bagian otak, sehingga menyebabkan kekurangan oksigen di otak. TIA menimbulkan gejala yang mirip dengan stroke. Gejalanya berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam atau mereda dalam waktu 24 jam.

Transient Ischemic Attack (TIA): Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Gejala Transient Ischemic Attack (TIA)

Gejala TIA atau stroke ringan yang timbul tergantung pada bagian otak mana yang terpengaruh. Tanda dan gejala TIA mirip dengan awal stroke, berikut di antaranya:

  • Kelemahan, mati rasa atau lumpuh di satu sisi tubuh
  • Bicara cadel atau kesulitan memahami orang lain
  • Kebutaan di satu atau kedua mata
  • Pusing atau kehilangan keseimbangan
  • Sakit kepala yang parah tanpa sebab yang jelas

Guna mengetahui gejala TIA dengan mudah, berikut cara mengenali gejala stroke ringan dengan metode FAST:

  • Face

Salah satu sisi wajah mungkin turun karena beberapa otot wajah lumpuh. Mata atau mulut terkulai, dan sulit untuk tersenyum.

  • Arms

Kelemahan atau mati rasa pada lengan menyebabkan kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua lengan.

  • Speech

Bicara cadel, tidak jelas atau tidak dapat berbicara sama sekali.

  • Time

Jika mengalami salah satu gejala di atas, segera hubungi layanan darurat medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Mampu mengenali tanda-tanda dan gejala stroke ringan dengan metode FAST sangat penting jika Anda tinggal bersama orang yang berisiko tinggi terhadap TIA, seperti orang lanjut usia, penderita tekanan darah tinggi (hipertensi), atau penderita diabetes. FAST juga mengingatkan bahwa semakin cepat mendapatkan perawatan medis, semakin baik peluang untuk sembuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Transient ischemic attack biasanya berlangsung selama berjam-jam atau berhari-hari sebelum stroke, oleh karena itu sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis yang tepat.

Jika Anda atau orang disekitar mengalami serangan stroke ringan mendadak, segera cari pertolongan medis. Penanganan yang cepat dan identifikasi kondisi yang berpotensi dapat diobati dapat membantu mencegah stroke.

Baca Juga: Stroke: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Penyebab Transient Ischemic Attack (TIA)

Penyebab stroke ringan adalah penumpukan plak dan gelembung udara pada pembuluh darah yang menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi ke otak terhambat. Penyumbatan aliran darah menyebabkan gangguan fungsi otak dan menimbulkan gejala. 

TIA mirip dengan stroke, tetapi tetap memiliki perbedaan. Tidak seperti stroke, gumpalan plak dan udara pada pembuluh darah menyebabkan TIA, yang berlangsung singkat dan biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen.

Faktor Risiko Transient Ischemic Attack (TIA)

Faktor yang dapat meningkatkan risiko transient ischemic attack terdiri dari tiga kategori, di antaranya:

Faktor yang tidak dapat diubah:

  • Riwayat keluarga yang mengalami TIA atau stroke
  • Usia di atas 55 tahun
  • Jenis kelamin, pria berisiko lebih tinggi daripada wanita
  • Pernah mengalami TIA sebelumnya
  • Memiliki penyakit anemia sel sabit
  • Ras, orang kulit hitam memiliki risiko lebih tinggi

Faktor masalah kesehatan:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung, cacat jantung, infeksi jantung atau irama jantung yang tidak normal
  • Penyakit arteri karotis, penyumbatan pembuluh darah dari leher ke otak
  • Penyakit arteri perifer, penyumbatan pembuluh darah ke lengan dan kaki
  • Diabetes
  • Kadar homocysteine yang tinggi, peningkatan kadar asam amino menyebabkan arteri menebal dan meninggalkan bekas luka
  • Kelebihan berat badan (obesitas)

Faktor gaya hidup:

  • Merokok
  • Tidak aktif secara fisik
  • Makan makanan tinggi lemak dan garam
  • Minum minuman beralkohol
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Penggunaan pil KB

Diagnosis Transient Ischemic Attack (TIA)

Tanda dan gejala transient ischemic attack tidak bertahan lama, sehingga ada kemungkinan gejalanya akan hilang sebelum mendapatkan penanganan media. Meski gejalanya telah mereda, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan neurologis, termasuk beberapa tes untuk memeriksa keterampilan, seperti memori dan koordinasi.

Ketika pemeriksaan, dokter akan mengajukan pertanyaan, tentang seberapa lama gejala berlangsung. Kemudian jawaban yang diterima dapat membantu dokter mengesampingkan kondisi lain yang mungkin memiliki gejala yang mirip.

Jika Anda diduga memiliki TIA, dokter akan merujuk ke ahli saraf untuk tes lebih lanjut. Dokter spesialis dapat melakukan sejumlah tes untuk menemukan faktor-faktor yang menyebabkan TIA, dengan beberapa tes berikut:

  • Tes darah: Tes dilakukan dengan memeriksa tekanan darah, kadar kolesterol dan kemampuan pembekuan darah.
  • Electrocardiogram (EKG): Tes ini bertujuan untuk mencatat aktivitas kelistrikan dan ritme jantung.
  • Echocardiogram: Pemindaian yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan
    gambar struktur dan pemompaan jantung.
  • Computed tomography (CT) scan: Pemindaian untuk menghasilkan gambar 3D yang dapat menunjukkan aneurisma, perdarahan, atau kelainan pembuluh darah di otak.
  • Magnetic resonance imaging (MRI): Pemindaian yang memberikan tampilan otak secara lebih rinci dibanding CT scan, dan tes ini dapat membantu menemukan kerusakan otak.
  • Ultrasonografi (USG): Pemindaian yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh, terutama untuk menemukan adanya penyempitan atau pembekuan darah.

Komplikasi Transient Ischemic Attack (TIA)

Meskipun TIA hanya berlangsung singkat, tetapi kondisi ini perlu diwaspadai karena jika dibiarkan atau tidak segera ditangani dapat meningkatkan risiko stroke.

Stroke dapat merusak sel-sel otak dan bila semakin banyak kerusakan, semakin banyak pula masalah kesehatan, termasuk:

  1. Penumpukan cairan
  2. Pembengkakan
  3. Pendarahan di otak
  4. Kejang
  5. Masalah dengan memori

Itu sebabnya, sesegera mungkin untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Pengobatan Transient Ischemic Attack (TIA)

Setelah ditentukan penyebab stroke ringan, dokter akan melakukan perawatan untuk menangani kelainan dan mencegah stroke. Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengurangi penggumpalan darah atau mungkin menyarankan untuk operasi, dan pengobatan lainnya.

Berikut beberapa cara mengatasi stroke ringan:

1. Obat-Obatan

Pemberian obat untuk mengurangi kemungkinan stroke setelah serangan stroke ringan. Obat yang diberikan tergantung pada lokasi, penyebab, dan tingkat keparahan:

  • Obat anti-platelet. Obat ini membuat trombosit, untuk mencegah pembekuan gumpalan darah. Obat yang biasa digunakan adalah aspirin, clopidogrel, aggrenox, dipyridamole.
  • Antikoagulan. Obat ini termasuk heparin dan warfarin, yang juga dapat mencegah pembekuan darah. Heparin digunakan untuk waktu yang singkat dan warfarin dalam jangka waktu yang lebih lama. Obat-obatan ini membutuhkan perhatian yang cermat, karena jika terdapat atrial fibrilasi, dokter mungkin akan meresepkan jenis antikoagulan lain, seperti dabigatran.
  • Obat tekanan darah tinggi (hipertensi). Jika memiliki hipertensi, Anda akan ditawari obat antihipertensi. Ini karena tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko terkena TIA. Obat ini di termasuk thiazide diuretics, angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, calcium channel blockers, dan beta-blockers.
  • Statin. Jika memiliki kolesterol tinggi, Anda akan disarankan mengonsumsi obat yang dikenal sebagai statin. Obat ini untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan menghambat enzim di hati yang menghasilkan kolesterol. Statin yang sering diberikan kepada orang yang pernah mengalami TIA termasuk atorvastatin, simvastatin dan rosuvastatin.

2. Operasi

Cara mengatasi stroke ringan juga dapat dilakukan dengan pembedahan. Pembedahan dilakukan bila Anda memiliki penyempitan pembuluh darah di leher (carotid) yang sedang atau parah. Pembedahan ini bertujuan untuk membersihkan arteri carotid dari penumpukan plak sebelum terjadinya TIA atau stroke.

Prosedur pembedahan dilakukan dengan melakukan sayatan untuk membuka arteri, plak dikeluarkan, dan kemudian arteri ditutup kembali.

3. Angioplasti

Prosedur yang disebut angioplasti karotid atau pemasangan stent menjadi salah satu cara mengatasi stroke ringan. Prosedur ini menggunakan alat seperti balon untuk membuka arteri yang tersumbat dan menyematkan selang kawat kecil (stent) ke dalam arteri agar tetap terbuka.

Pencegahan Transient Ischemic Attack (TIA)

Beberapa perubahan gaya hidup dapat dilakukan untuk membantu mencegah TIA sekaligus stroke. Berikut di antaranya:

  • Makan makanan yang sehat dan seimbang. Biasanya disarankan mengonsumsi makanan rendah lemak, rendah garam, tinggi serat, seperti buah dan sayuran segar.
  • Mengurangi asupan garam. Jika memiliki hipertensi, hindarilah makanan asin dan tidak menambahkan garam ke dalam makanan.
  • Berolahraga secara teratur. Setidaknya melakukan aktivitas intensitas sedang, seperti bersepeda atau berjalan cepat, atau aktivitas intensitas tinggi seperti berlari, berenang, atau naik sepeda.
  • Berhenti merokok. Jika perokok, berhentilah secara perlahan untuk mengurangi risiko terkena stroke di masa depan
  • Hindari minuman beralkohol. Pria dan wanita disarankan untuk membatasi atau bahkan menghindari minum alkohol.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Karena obesitas dapat meningkatkan risiko lainnya, seperti hipertensi, penyakit jantung dan diabetes.
  • Kontrol diabetes. Mengelola diabetes dan hipertensi dengan diet, olahraga, dan kontrol berat badan.
  • Jangan menggunakan obat terlarang. Obat-obatan seperti kokain terkait dengan peningkatan risiko TIA atau stroke.
Transient Ischemic Attack – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5

  1. Anonim. What Is a TIA?. https://www.webmd.com/stroke/what-is-tia#1/. (Diakses 11 Februari 2020)
  2. Anonim. Transient ischaemic attack (TIA). https://www.nhs.uk/conditions/transient-ischaemic-attack-tia/. (Diakses 11 Februari 2020)
  3. Anonim. What are complications of an ischemic stroke?. https://www.webmd.com/stroke/qa/what-are-complications-of-an-ischemic-stroke. (Diakses 11 Februari 2020)
  4. Brazier, Yvette. 2017. What is a transient ischemic attack (TIA)?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/164038.php#1. (Diakses 11 Februari 2020)
  5. Mayo Clinic Staff. 2019. Transient ischemic attack (TIA). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/transient-ischemic-attack/symptoms-causes/syc-20355679. (Diakses 11 Februari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi