Terbit: 7 Februari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Tramadol obat apa? Tramadol adalah obat untuk meringankan rasa nyeri sedang hingga berat. Efek tramadol mirip dengan analgesik opioid yang bekerja di otak untuk mengubah bagaimana tubuh merasakan dan merespons rasa sakit. Simak  manfaat, dosis, efek samping, dan peringatan selengkapnya di bawah ini.

Tramadol: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dan Peringatan

Rangkuman Informasi Obat Tramadol

Nama Obat Tramadol
Nama Dagang
  • Conzip®
  • Rybix® ODT
  • Ryzolt®
  • Ultram®
  • Ultram® ER
Golongan Obat Analgesik (opioid)
Kategori Obat Obat resep
Manfaat Obat Meredakan nyeri
Kontraindikasi Obat MAO inhibitors, serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI) dan obat penurun kejang
Dosis Obat
  • Nyeri sedang hingga berat, 50-100 mg setiap 4-6 jam. Tab extended-release: 50-100 mg 1-2 kali / hari. Maks 400 mg/ hari.
  • Untuk usia >75 th: dosis sesuai anjuran dokter.
Sediaan Obat Tablet, kapsul, dan suntikan (injeksi).

Cara Kerja Tramadol

Tramadol adalah obat yang dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, ini berarti Anda mungkin perlu meminumnya dengan obat lain. Tramadol termasuk dalam kelas obat yang disebut opioid agonists. Tramadol mirip dengan zat di otak Anda yang disebut endorfin.

Endorfin berikatan dengan reseptor (bagian sel yang menerima zat tertentu). Reseptor kemudian mengurangi pesan rasa sakit yang dikirim tubuh ke otak. Tramadol bekerja dengan cara serupa untuk mengurangi jumlah rasa sakit yang menurut otak Anda alami.

Indikasi Tramadol

Tramadol adalah obat nyeri paling baik digunakan jika digunakan pada gejala-gejala awal suatu penyakit terjadi. Jika Anda menunggu sampai rasa sakitnya memburuk, efek tramadol mungkin tidak bekerja dengan maksimal. Jika Anda memiliki rasa sakit yang berkelanjutan (seperti karena radang sendi), dokter dapat mengarahkan Anda untuk mengonsumsi obat opioid jangka panjang. Obat ini juga bisa digunakan untuk nyeri mendadak hanya jika diperlukan.

Perlu diketahui, jika Anda tiba-tiba menghentikan obat ini, hal itu dapat menyebabkan kekambuhan, terutama jika Anda telah menggunakan obat ini untuk waktu yang lama atau dalam dosis tinggi. Guna mencegah hal ini, biasanya dokter akan menurunkan dosis secara perlahan. Jangan lupa beritahu dokter jika Anda memiliki gejala kekambuhan seperti gelisah, perubahan mood, mata berair, pilek, mual, diare, berkeringat, atau sakit otot

Apabila tramadol digunakan untuk waktu yang lama, namun tidak menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan. Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dosis Tramadol

  • Nyeri Sedang Sampai Berat (Oral)

Dewasa PO: 50-100 mg setiap 4-6 jam. Tab extended-release: 50-100 mg sekali atau dua kali sehari. Maks: 400 mg / hari. Lansia:>75 thn. Meningkatkan interval dosis. Peningkatan dosis sesuai anjuran dokter.

  • Nyeri Pasca Operasi

Dewasa IV: Dosis awal, 100 mg diikuti 50 mg setiap 10-20 menit jika diperlukan, maksimal 250 mg pada satu jam pertama (termasuk dosis awal). Setelah itu dilanjutkan 50-100 mg setiap 4-6 jam dengan dosis total maksimal 600mg/ hari.

Lansia:> 75 thn. Meningkatkan interval dosis.

  • Nyeri Sedang Sampai Berat (parenteral)

Dewasa: IM / IV: 50-100 mg setiap 4-6 sekali selama 2-3 menit.
Lansia:>75 thn. Peningkatan dosis sesuai anjuran dokter.

Petunjuk Penggunaan Tramadol

Jangan berhenti minum tramadol sebelum konsultasi dengan dokter. Jika Anda tiba-tiba berhenti minum tramadol, Anda mungkin mengalami gejala kekambuhan seperti gugup, panik, berkeringat, sulit tidur atau tetap tertidur, ingusan, bersin, batuk, panas dingin, mual, getaran tubuh yang tak terkendali hingga halusinasi.

Petunjuk Penyimpanan Tramadol

Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat ini dalam wadah tertutup rapat.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Simpan di suhu kamar dan jauhkan dari suhu panas serta lembap berlebihan.
  • Jika obat sudah memasuki masa kedaluwarsa, jangan buang obat sembarangan.

Efek Samping Tramadol

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah berbagai efek samping yang mungkin bisa terjadi, antara lain:

  • Mual
  • muntah
  • sembelit
  • Sakit kepala ringan
  • Mengantuk.

Beberapa efek samping ini dapat berkurang setelah Anda menggunakan obat ini untuk sementara waktu. Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, beri tahu dokter segera.

Ingatlah bahwa dokter telah meresepkan obat ini karena ia telah menilai bahwa manfaatnya lebih besar daripada risiko efek samping. Banyak orang yang menggunakan obat ini tidak memiliki efek samping yang serius.

Interaksi Tramadol

Interaksi obat dapat terjadi ketika tramadol digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat ini:

  • Obat nyeri tertentu (mixed opioid agonist-antagonists seperti pentazocine, nalbuphine, butorphanol), dan naltrexone.
  • MAO inhibitors (isocarboxazid, linezolid, methylene blue, moclobemide, phenelzine, procarbazine, rasagiline, safinamide, selegiline, tranylcypromine).
  • Risiko sindrom serotonin atau toksisitas meningkat jika Anda juga mengonsumsi obat lain yang meningkatkan serotonin seperti MDMA atau ‘ekstasi’ , St. John’s wort, antidepresan tertentu (termasuk SSRI seperti fluoxetine/paroxetine, SNRI seperti duloxetine/venlafaxine).

Obat-obatan lain dapat memengaruhi cara kerja tramadol adalah:

  • Obat HIV (seperti ritonavir).
  • Antibiotik makrolida (seperti erythromycin).
  • Rifamycins (seperti rifampin).
  • obat yang digunakan untuk mengobati kejang (seperti carbamazepine).

Peringatan dan Perhatian Tramadol

Sebelum menggunakan tramadol, beri tahu dokter atau apoteker Anda jika Anda alergi terhadapnya atau memiliki alergi lain. Selain itu beritahu dokter atau apoteker tentang riwayat medis terutama:

  • Gangguan otak (seperti cedera kepala, tumor, kejang).
  • Masalah pernapasan (seperti asma, sleep apnea, penyakit paru obstruktif kronik-COPD).
  • Penyakit ginjal.
  • Penyakit hati.
  • Gangguan mental atau suasana hati (seperti kebingungan, depresi, pikiran untuk bunuh diri).
  • Riwayat pribadi atau keluarga yang menggunakan narkoba (seperti terlalu sering atau kecanduan obat-obatan atau alkohol).
  • Masalah perut atau usus (seperti penyumbatan, sembelit, diare karena infeksi, ileus paralitik),
  • Kesulitan buang air kecil (seperti karena pembesaran prostat).
  • Penyakit kantung empedu.
  • Penyakit pankreas (pankreatitis).
  • Obesitas.

Obat ini bisa membuat Anda pusing atau mengantuk. Oleh karena itu, jangan konsumsi tramadol ketika Anda ingin berkendara. Tramadol adalah obat yang dapat menyebabkan suatu kondisi yang memengaruhi irama jantung. Kondisi ini menyebabkan detak jantung berdetak cepat dan tidak teratur. Gejalanya pusing parah hingga pingsan, sehingga tindakan medis dengan segera diperlukan.

Sebelum menggunakan tramadol, beri tahu dokter atau apoteker tentang semua obat yang Anda minum dan jika Anda memiliki salah satu dari kondisi berikut: masalah jantung tertentu atau riwayat keluarga dengan masalah jantung.

Kadar kalium atau magnesium yang rendah dalam darah juga dapat meningkatkan risiko long QT syndrome. Risiko ini dapat meningkat jika Anda menggunakan obat-obatan tertentu (seperti diuretik atau ‘water pills’) atau jika Anda memiliki kondisi seperti keringat parah, diare, atau muntah. Bicaralah dengan dokter Anda tentang menggunakan tramadol dengan aman.

Beberapa anak mungkin lebih sensitif terhadap efek samping yang sangat serius dari tramadol, seperti rasa kantuk yang ekstrem, kebingungan, atau pernapasan yang pendek. Sementara orang dewasa yang lebih tua mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat ini, terutama kebingungan, pusing, kantuk, pernapasan pendek, dan long QT syndrome.

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika dibutuhkan. Tramadol adalah obat yang dapat membahayakan janin. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter. Selain itu, obat ini bisa masuk ke dalam ASI dan mungkin memiliki efek yang tidak diinginkan pada bayi menyusui, seperti kantuk yang tidak biasa, kesulitan makan, atau kesulitan bernapas. Menyusui saat menggunakan obat ini tidak dianjurkan.

Obat Tramadol – Halaman Selanjutnya :   1   2   3