Obat Tramadol: Fungsi, Sediaan, Dosis dan Indikasi

obat tramadol-doktersehat

Pernahkah Anda menjumpai pasien pasca operasi? Atau apakah ada rekan dan kerabat Anda yang pernah menjalani operasi yang serius? Jika benar, pasca operasi terkadang menjadikan pasien harus merasakan sakit atau nyeri akut akibat operasi yang dijalaninya. Tahukah Anda mengenai obat yang diberikan oleh dokter untuk meringankan rasa nyeri pasca operasi tersebut tersebut? Sudah tahukah Anda dengan obat Tramadol? Lalu Tramadol obat apa?

Obat Tramadol adalah salah satu obat pereda sakit kuat untuk meredakan rasa sakit atau nyeri akut yang dirasakan oleh seseorang, baik nyeri ringan atau berat (contohnya nyeri setelah operasi).  Obat ini mirip dengan alagestik narkotika, sehingga obat Tramadol memungkinkan Anda memiliki rasa kecanduaan, terutama jika sudah digunakan dengan rutin dalam jangka waktu panjang dan tanpa pengawasan dari dokter.

Setelah Anda mengetahui obat Tramadol obat apa, Anda juga harus mengetahui informasi mengenai manfaat, fungsi dan komposisi Tramadol.

Fungsi Tramadol, Manfaat Tramadol & Komposisi Tramadol

Manfaat Tramadol adalah meredakan nyeri sedang hingga berat. Sedangkan Fungsi Tramadol adalah memengaruhi reaksi kimia pada dalam otak dan sistem saraf yang pada akhirnya mengurangi sensasi rasa sakit atau nyeri. Lalu komposisi obat Tramadol adalah Tramadol Hidroklorida 50 mg.

Penggunaan obat tidak boleh melebihi dosis yang telah diberikan oleh dokter, karena kemungkinan menyebabkan ketergantungan. Penggunaan obat Tramadol pun harus dilakukan secara teratur. Begitu pula jika Anda ingin menghentikan penggunaan obat. Penghentian penggunaan obat Tramadol harus dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan petunjuk yang dianjurkan oleh dokter.

Jika rasa sakit yang Anda alami berkepanjangan, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menggunakan obat-obat narkotika yang diresepkan bersamaan dengan obat ini. Hal tersebut diperlukan untuk membantu meringankan rasa nyeri berkepanjangan yang dialami. Karena obat ini tidak cukup membantu rasa nyeri berkepanjangan tanpa dibantu dengan obat narkotika lain.

Perlu diperhatikan, penggunaan obat analgesik narkotik pun harus sesuai dengan resep yang dokter berikan. Obat tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah yang lebih dari anjuran untuk menghindari rasa ketergantungan dari penggunaan obat tersebut.

Perlu diperhatikan pula penggunaan obat bagi ibu hamil dan menyusui. Penggunaan obat Tramadol untuk ibu hamil harap dilakukan secara hati-hati, sesuai dengan anjuran yang telah dokter berikan. Penggunaan obat memungkinkan memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan bayi Anda. Begitu pula dengan ibu menyusui. Harap gunakan obat setelah melakukan konsultasi yang lebih mendalam mengenai manfaat dan risiko yang mungkin terjadi.

Setelah Anda mengetahui fungsi, manfaat dan komposisi Tramadol, Anda juga perlu tahu tentang sedian, dosis dan indikasi dari obat tersebut. Informasi di bawah ini akan membantu Anda untuk memahami penggunaan obat secara tepat, sebelum berniat mengkonsumsinya.

Nama: Tramadol
Nama Dagang: Ultram, Ultram ER, ConZip
Kelas: Anestesi opioid

Sediaan Obat Tramadol

Tablet

  • 50mg

Suspensi

  • 10 mg/mL

Kapsul, rilis diperpanjang

  • 100mg (ConZip, Ultram ER)
  • 150mg (ConZip)
  • 200mg (ConZip, Ultram ER)
  • 300mg (ConZip, Ultram ER)

Obat lain yang termasuk kelas anestesi opioid: Buprenorfin, Butorfanol, Kodein, Fentanil, Hidrokodon, Hidromorfon, Levorfanol, Meperidin, Methadon, Morfin, Nalbufin, Oksikodon, Pentazocin, Oksimorfon, Oksikodon, Petidin, Remifentanil, Sulfentanil, Tapentadol

Obat ini merupakan jenis obat opioid pereda rasa sakit yang digunakan untuk meredakan rasa sakit sedang sampai cukup berat. Ketika diminum obat ini bereaksi dalam waktu 1 jam.

Dosis Tramadol dan Indikasi Dewasa

Untuk Nyeri Sedang hingga berat

  • Rilis cepat
    • Nyeri Kronis: 25 mg PO setiap pagi awalnya; meningkat sebesar 25-50 mg/hari setiap 3 hari sampai dengan 50-100 mg PO setiap 4-6 jam PRN (pro re nata, bila diperlukan); tidak melebihi 400 mg/hari
    • Nyeri Akut: 50-100 mg PO setiap 4-6 jam PRN; tidak melebihi 400 mg/hari
  • Rilis diperpanjang
    • 100 mg PO sekali sehari awalnya; meningkat sebesar 100 mg / hari setiap 5 hari; tidak melebihi 300 mg/hari
    • Konversi dari rilis segera ke rilis diperpanjang: buat dosis total harian sekitar 100 mg
    • Jangan dikunyah, dihancurkan atau dilarutkan

Pertimbangan Dosis Tramadol

  • Kapsul/tablet rilis diperpanjang jangan dikunyah, dihancurkan, atau dilarutkan
  • Juga diberikan dalam kombinasi dengan acetaminophen

Modifikasi dosis

  • Gangguan ginjal berat (CrCl <30 mL/min): rilis Segera, 50-100 mg PO setiap 12 jam; rilis diperpanjang tidak dianjurkan
  • Gangguan hati berat: rilis Segera, 50 mg PO setiap 12 jam; rilis diperpanjang tidak dianjurkan

Dosis Tramadol dan Indikasi Anak

Untuk Nyeri Sedang hingga berat 

  • Rilis cepat
    • Usia <17 tahun: Keamanan dan efektivitas tidak diketahui
    • Usia >17 tahun (akut): 50-100 mg PO setiap 4-6 jam PRN; tidak melebihi 400 mg/hari
    • Usia >17 tahun (kronis): 25 mg PO setiap pagi awalnya; meningkat sebesar 25-50 mg/hari setiap 3 hari sebagai dosis terpisah hingga 50-100 mg PO setiap 4-6 jam PRN; tidak melebihi 400 mg/hari
  • Rilis diperpanjang
    • Usia <18 tahun: Keamanan dan efektivitas tidak didirikan.
Informasi tentang obat Tramadol di atas hanyalah bersifat informasi. Penggunaan obat Tramadol yang tepat tentu harus berada di bawah pengawasan dokter. Gunakan obat Tramadol sesuai anjuran dan jangan menghentikan atau menambah dosis obat Anda tanpa sepengetahuan dokter. Untuk Anda yang masih ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang obat Tramadol, silakan membaca pada halaman selanjutnya.
Obat Tramadol – Halaman Selanjutnya :   1   2   3