Terbit: 12 Agustus 2020 | Diperbarui: 28 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Tokophobia adalah kondisi di mana seorang wanita memiliki ketakutan yang berlebih terhadap kehamilan dan persalinan. Kondisi ini dapat menyebabkan wanita menghindari kehamilan atau memilih operasi caesar untuk menghindari kelahiran melalui vagina. Simak penjelasan mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Tokophobia: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Tokophobia?

Pada umumnya, kondisi ini dapat terjadi pada wanita yang belum pernah melahirkan anak, tetapi juga dapat memengaruhi wanita yang memiliki pengalaman melahirkan traumatis sebelumnya. Ketakutan ekstrem terhadap kehamilan dan persalinan ini dapat menurunkan kemampuan fisik dan emosional.  Pada beberapa kasus, kondisi bisa menjadi sangat parah yang membuat wanita tidak memiliki keinginan untuk hamil atau melahirkan sama sekali.

Gejala Tokophobia

Tokophobia adalah jenis fobia spesifik, yaitu gangguan kecemasan di mana seorang wanita merasakan ketakutan yang tidak rasional dan tidak masuk akal tentang objek atau situasi tertentu. Gejala umum yang bisa terjadi adalah gangguan tidur, serangan panik, sering mimpi buruk, dan perilaku menghindar.

Gejala lainnya mungkin terjadi, antara lain:

  • Kecemasan dan depresi.
  • Ketakutan yang ekstrem akan cacat lahir, lahir mati, atau kematian ibu.
  • Lebih memilih operasi caesar dibanding melahirkan normal.

Selain kehamilan dan proses persalinan yang menjadi sumber ketakutan, kondisi lain seperti perawatan medis, keuangan, dan kondisi orang tua juga bisa menjadi sumber kekhawatiran. Perlu diketahui juga, seorang pria bisa mengalami tokophobia. Pria dengan kondisi ini memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap kesehatan dan keselamatan pasangan dan anaknya.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika seorang wanita selalu berbicara tentang kemungkinan bayi cacat, keguguran, atau bahkan kematian selama kehamilan, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mengesampingkan kemungkinan tokophobia. Tidak perlu berkecil hati jika Anda memiliki kondisi ini, karena banyak wanita yang juga mengalami hal yang sama. Selain itu, fobia jenis ini dapat diatasi dengan bantuan medis atau dengan perawatan mandiri di rumah.

Penyebab Tokophobia

Beberapa keadaan yang membuat seorang wanita memiliki kondisi ini adalah mendengar cerita traumatis melahirkan dari wanita lain, ketakutan mengenai rasa sakit yang bisa dirasakan, atau kondisi kejiwaan yang sudah ada sebelumnya, seperti kecemasan atau depresi.

Beberapa kondisi lain yang membuat seseorang mengalami tokophobia adalah:

  • Perubahan hormonal yang membuat kecemasan lebih sulit dikendalikan.
  • Ketidakpercayaan pada tenaga medis yang memberikan perawatan.
  • Faktor psikososial seperti menjadi orang tua muda atau berada pada posisi sosial yang kurang beruntung.

Faktor Risiko

Seorang wanita yang khawatir mengenai rasa sakit saat melahirkan normal atau membayangkan hal-hal negatif selama persalinan pada taraf tertentu adalah sesuatu yang normal. Berikut adalah beberapa faktor dapat berkontribusi pada perkembangan tokophobia, antara lain:

  • Takut akan hal yang tidak diketahui, kehilangan kendali dan privasi.
  • Memiliki riwayat pelecehan seksual masa anak-anak.
  • Takut sakit.
  • Kurangnya dukungan sosial.
  • Takut akan komplikasi yang berhubungan dengan persalinan seperti preeklampsia dan kematian.
  • Ketidakpastian atas proses persalinan.

Seberapa Umum Tokofobia Terjadi?

Sangat normal untuk memiliki ketakutan dan kekhawatiran tentang kehamilan dan persalinan. Memiliki tingkat ketakutan tertentu sebenarnya dapat bermanfaat dalam beberapa hal karena mendorong wanita untuk mencari perawatan untuk mengatasi masalah ini.

Ketakutan seperti itu sebenarnya cukup umum, sekitar 80% wanita hamil merasa cemas dan khawatir akan hal-hal seperti rasa sakit, kesehatan, dan keamanan selama kelahiran. Akan tetapi, mayoritas wanita dapat mengatasi masalah ini dengan mempelajari lebih lanjut tentang kehamilan, proses persalinan, berbicara dengan wanita lain yang berpengalaman, atau berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Namun dalam beberapa kasus, ketakutan ini bisa menjadi sangat parah dan melemahkan sehingga dapat didiagnosis sebagai tokophobia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 sampai 25% wanita mungkin mengalami gejala ketakutan terkait persalinan yang parah.

Penelitian Lebih Lanjut

Dalam studi lain yang mengamati tingkat prevalensi, para peneliti memperkirakan bahwa hanya sekitar 0,032% wanita yang mengalami tokophobia. Peneliti mencatat bahwa ada perbedaan penting antara ketakutan akan persalinan dan fobia ini, meskipun keduanya sering kali digabungkan. Takut melahirkan melibatkan rangkaian perasaan dan pikiran menakutkan yang berhubungan dengan melahirkan.

Perbedaan dalam perkiraan tingkat prevalensi tokophobia mungkin berbeda berdasarkan bagaimana kondisi tersebut didefinisikan oleh para peneliti.

Jenis Tokophobia

Kehamilan dan persalinan adalah peristiwa besar dalam kehidupan banyak wanita. Meskipun bisa menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan, kondisi ini juga bisa menjadi sumber stres dan kecemasan. Berikut adalah dua jenis tokophobia yang sebaiknya Anda ketahui, di antaranya:

  • Tokophobia Primer

Kondisi ini terjadi pada wanita yang tidak pernah mengalami persalinan, biasanya dimulai pada masa remaja meskipun bisa juga terjadi setelah seorang wanita hamil. Selain itu, seorang wanita yang pernah mendapatkan pelecehan juga bisa mengalami hal ini.

  • Tokophobia Sekunder

Kondisi ini terjadi pada wanita yang sebelumnya pernah menjalani persalinan dan sering kali merupakan akibat dari kehamilan dan persalinan yang traumatis. Namun, hal ini juga dapat terjadi pada wanita yang melahirkan secara normal dan tidak traumatis, serta wanita yang mengalami keguguran, lahir mati, penghentian kehamilan, atau perawatan kesuburan yang gagal.

Pengobatan Tokophobia

Wanita dengan kondisi ini harus menerima perawatan medis untuk memastikan bahwa ibu dan janin dalam keadaan sehat. Kepastian bisa didapatkan dari dokter kandungan, psikolog, atau psikiater. Seorang profesional kesehatan jiwa dapat membantu mengatasi beberapa alasan yang mendasari mengapa gangguan ini muncul.

Berikut adalah berbagai perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, antara lain:

  • Memberikan Dukungan

Menemukan sumber dukungan sosial itu penting. Bagi banyak orang, sekadar mengetahui bahwa ada orang yang siap membantu bisa menjadi penghibur yang baik. Sebuah penelitian mengungkapkan, menawarkan dukungan kepada wanita hamil dengan ketakutan yang parah akan kehamilan dan persalinan dapat menjadi strategi yang efektif untuk meminimalkan gejala.

Dukungan seperti ini dapat memperkuat rasa self-efficacy wanita dan mengurangi jumlah operasi caesar elektif.

  • Terapi

Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural therapy (CBT) dapat efektif dalam pengobatan tokophobia. CBT dapat menjadi pilihan yang baik karena durasinya yang pendek dan fokus pada gejala tertentu.

  • Obat-obatan

Obat-obatan yang digunakan biasanya untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya seperti mengobati depresi atau gangguan kecemasan lainnya. Perawatan untuk tokophobia bisa juga menggunakan pendekatan multidisiplin, yang menggabungkan dukungan psikologis dan kebidanan.

Pencegahan Tokophobia

Beberapa wanita akan menghindari kehamilan, meskipun mereka mungkin ingin memiliki anak. Bagi mereka yang hamil, kondisi tersebut dapat membayangi kehamilan dan memengaruhi pilihan yang mereka buat untuk persalinan. Berikut adalah beberapa pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Mendiskusikan perasaan dengan dokter atau bidan. Mengetahui bahwa ada orang yang memahami ketakutan Anda dan bersedia untuk menawarkan dukungan dapat membantu mengurangi kecemasan.
  • Membuat rencana kelahiran. Memiliki rencana dan memilih metode persalinan dapat membantu Anda merasa lebih berdaya dan terkendali.
  • Hindari mendengar cerita buruk mengenai persalinan. Carilah informasi medis yang baik dan fokus pada pengalaman positif saat melahirkan. Cerita pengalaman buruk selama persalinan dapat memperburuk tokophobia.
  • Mengikuti kelas prenatal. Mempelajari tentang apa yang terjadi selama persalinan dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri dapat membantu Anda merasa lebih mampu menjalani persalinan.

 

  1. Anonim. Tokophobia: how to get over extreme fear of giving birth. https://www.nct.org.uk/pregnancy/how-you-might-be-feeling/tokophobia-how-get-over-extreme-fear-giving-birth. (Diakses pada 12 Agustus 2020).
  2. Anonim. 2016. Tokophobia: Extreme Fear Of Pregnancy Anda Childbirth. https://www.momspresso.com/parenting/article/tokophobia-extreme-fear-of-pregnancy-and-childbirth. (Diakses pada 12 Agustus 2020).
  3. Cherry, Kendra. 2020. Tokophobia: Fear of Childbirth and Pregnancy. https://www.verywellmind.com/tokophobia-overview-4684507. (Diakses pada 12 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi