Terbit: 7 Januari 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Salah satu cara mengatasi sakit kepala adalah dengan memijat sejumlah titik refleksi sakit kepala. Dengan memijat titik-titik vital tersebut, sakit kepala dapat hilang tanpa perlu menggunakan obat-obatan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

5 Titik Refleksi Sakit Kepala & Teknik Pijat yang Benar

Apa Itu Titik Refleksi Sakit Kepala?

Titik refleksi sakit kepala adalah area-area di kepala dan sekitarnya yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap sentuhan dan tekanan. Dalam dunia medis, titik refleksi ini dikenal sebagai titik akupresur. Saat titik-titik tersebut disentuh atau ditekan, tubuh akan bereaksi dengan melepaskan senyawa-senyawa yang bersifat merelaksasi.

Efek relaksasi yang dihasilkan dari aktivitas memijat titik refleksi sakit kepala ini pun diklaim dapat meredakan sakit kepala, di samping sejumlah manfaat lainnya seperti menjaga kesehatan tubuh hingga mengatasi ketidakseimbangan tubuh. Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2002 menyebutkan bahwasanya memijat kepala sebanyak 2-3 kali seminggu efektif menghentikan sakit kepala karena tegang.

Macam-Macam Titik Refleksi Sakit Kepala

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, melakukan pijatan pada titik refleksi sakit kepala diklaim dapat membuat sakit kepala hilang lebih cepat. Lantas, di mana sajakah letak titik-titik refleksi tersebut? Simak informasinya berikut ini!

1.Third Eye

Letak titik refleksi kepala yang pertama ada di antara alis kanan dan kiri. Memijat titik yang diberi nama third eye ini diklaim dapat membantu meredakan sakit kepala, terutama sakit kepala yang diakibatkan oleh menatap layar smartphone atau komputer terlalu lama.

Titik refleksi sakit kepala yang satu ini apabila dipijat akan membuat peredaran darah di area kepala menjadi lancar sehingga sakit kepala otomatis mereda.

2Drilling Bamboo

Masih di sekitar alis dan dahi, titik refleksi sakit kepala selanjutnya yang perlu Anda ketahui bernama drilling bamboo.

Titik akupresur yang satu ini letaknya ada di pangkal hidung, persisnya di ujung dalam dari alis kanan dan alis kiri. Memijat area drilling bamboo dapat meringankan gejala sakit kepala akibat tegang, mata lelah, dan sinusitis.

3. “Gerbang Kesadaran”

“Gerbang kesadaran”, begitulah kira-kira nama yang diberikan pada titik refleksi sakit kepala belakang yang satu ini. Lokasinya berada di bagian belakang kepala, persisnya di bawah daun telinga.

Titik ini jika mendapat sentuhan atau tekanan saat dipijat akan meredakan sakit kepala dan juga ketegangan di area leher. “Gerbang kesadaran” juga merupakan titik refleksi sakit kepala migrain sehingga Anda yang mengalami kondisi tersebut bisa menerapkan teknik pijat ini.

4Shoulder Well

Titik akupresur lainnya yang juga tidak boleh Anda lewatkan adalah shoulder well.

Sesuai dengan namanya, letak titik refleksi sakit kepala yang satu ini berada di area bahu dekat pangkal leher. Kendati tidak berada di area kepala, memberi pijatan lembut pada titik ini diklaim dapat meredakan sakit kepala yang mengganggu.

Apakah hanya meredakan sakit kepala yang menjadi manfaat dari memijat titik shoulder well ini? Tentu tidak. Di samping meringankan gejala sakit kepala, shoulder well yang dipijat juga membantu merelaksasi bahu dan leher yang terasa kaku.

5Union Valley

Semakin menjauh dari area kepala namun efek rileksnya terasa sampai sana, adalah titik refleksi yang disebut sebagai union valley.

Titik ini ada di punggung telapak tangan Anda, tepatnya di antara ibu jari dan jari telunjuk. Memijat area union valley diklaim dapat meredakan gejala sakit kepala, pun merelaksasi leher dan bahu yang terasa kaku.

Seberapa Efektif Teknik Pijat untuk Meringankan Sakit Kepala?

Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2015 silam mengklaim bahwa mengatasi sakit kepala dengan cara memijat terbukti dapat mengurangi intensitas gejala masalah kesehatan umum yang satu ini.

Dalam studi yang melibatkan 56 partisipan tersebut, peneliti membagi partisipan ke dalam 2 kelompok. Kelompok yang satu diberikan terapi pijat sedangkan kelompok satunya lagi diberikan terapi plasebo. Hasilnya, partisipan yang menjalani terapi pijat dilaporkan mengalami signifikansi penurunan gejala yang lebih tinggi dibandingkan partisipan yang menjalani terapi plasebo.

Studi lainnya yang dirilis pada tahun 2017 juga menyebutkan bahwasanya memijat titik refleksi kepala efektif untuk meredakan sakit kepala, khususnya sakit kepala yang diakibatkan oleh kondisi yang dinamakan myofascial pain syndrome (MPS). MPS adalah gangguan pada otot yang memang salah satu gejalanya berupa sakit kepala.

Dijelaskan dalam penelitian tersebut bahwa penderita MPS yang melakukan aktivitas pijat pada kepala dan titik refleksi lainnya sebanyak 2 kali seminggu (masing-masing berdurasi 45 menit) selama 6 minggu berhasil meredakan gejala sakit kepala yang dialami.

Akan tetapi, teknik pijat hanya dapat meredakan gejala sakit kepala yang timbul. Penanganan penyakit ini secara menyeluruh tetap harus dilakukan oleh dokter.

Tips Melakukan Pijat Refleksi Kepala

Setelah mengetahui titik-titik mana saja yang bisa mengoptimalkan penyembuhan sakit kepala, kini saatnya Anda tahu bagaimana tips atau cara melakukan pijatan yang benar agar manfaatnya benar-benar terasa.

Tips melakukan pijat refleksi sakit kepala yang baik adalah sebagai berikut:

  • Atur posisi tubuh (bisa duduk atau berbaring) senyaman mungkin
  • Atur napas dengan baik sampai merasa rileks
  • Tekan titik refleksi sewajarnya, kemudian lakukan gerakan memijat secara perlahan
  • Pijat selama kurang lebih 10 detik
  • Hentikan pijatan apabila sakit kepala justru bertambah parah

Kendati cara mengatasi sakit kepala seperti ini bisa dilakukan secara mandiri, tidak ada salahnya untuk Anda—terutama yang baru ingin mencoba—berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait. Atau, Anda bisa menggunakan jasa terapis profesional terlebih dahulu sembari mempelajari teknik pijatan yang baik.

Itu dia informasi mengenai titik-titik pada area kepala dan sekitarnya yang bisa Anda pijat lembut guna meredakan sakit kepala yang kini tengah dialami. Perlu diingat, ini berlaku jika sakit kepala bersifat ringan. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda tetap memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti sakit kepala, terutama jika sakit kepala tak kunjung hilang setelah beberapa minggu. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

 

  1. Cirino, E. 2018. The Best Pressure Points to Treat Headaches. https://www.healthline.com/health/pressure-points-for-headaches#1 (Diakses pada 7 Januari 2020)
  2. Eske, J. 2019. Can acupressure relieve headaches? https://www.medicalnewstoday.com/articles/326121.php (Diakses pada 7 Januari 2020)
  3. Quinn, C et al. 2002. Massage Therapy and Frequency of Chronic Tension Headaches. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1447303/ (Diakses pada 7 Januari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi