Terbit: 6 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Meski kebanyakan masyarakat Indonesia membersihkan pantat dengan air setelah buang air besar, dalam realitanya ada sebagian masyarakat yang juga menggunakan tisu toilet. Meski dianggap lebih praktis, pakar kesehatan menyebutkan bahwa penggunaan tisu toilet ternyata dianggap sebagai hal yang kurang efektif untuk dilakukan dan bisa memicu luka pada anus.

Tisu Toilet Bisa Bikin Luka Pada Anus?

Dikutip dari Mirror, menggunakan tisu toilet ternyata tidak benar-benar membersihkan kotoran dari anus dengan efektif. Yang menjadi masalah adalah, jika ada kotoran yang tersisa, maka anus bisa saja mengalami luka atau menyebabkan infeksi saluran kemih.

Rose George, penulis buku berjudul The Big Necessity: The Unmentionable World of Human Waste and Why It Matters berkata bahwa jutaan orang berjalan dan melakukan aktvitias harian dengan anus berada dalam kondisi yang masih kotor karena menggunakan tisu toilet saat buang air besar.

George juga menyebutkan bahwa Ia lebih merekomendasikan penggunaan air seperti yang bisa ditemukan pada bidet-bidet toilet yang ada di negara-negara seperti Korea Selatan, Mesir, Jepang, dan negara-negara lainnya. Menurutnya, penggunaan air ini lebih baik dalam membersihkan anus setelah buang air besar sekaligus menurunkan penggunaan kertas tisu yang tentu lebih ramah bagi lingkungan.

Hanya saja, jika memang kita dalam kondisi darurat dan tidak ada air, George menyarankan penggunaan baby wipes atau tisu pembersih bayi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Tak hanya tidak bersih, pakar kesehatan juga menyebut adanya risiko luka pada anus, apalagi jika kita menggunakan tisu toilet dengan cukup keras. Yang menjadi masalah adalah, luka pada anus membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh dan bisa saja memicu masalah wasir.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tak lagi membersihkan anus dengan tisu toilet saat buang air, melainkan menggunakan air saja yang lebih efektif dan lebih aman.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi