Terbit: 26 Desember 2019
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Simak penjelasan lengkap mengenai apa saja yang harus dipersiapkan travelling saat hamil di bawah ini. Jika Anda sedang hamil dan ingin melakukan perjalanan yang jauh, Anda harus lebih ekstra memperhatikan kondisi kesehatan. Hal ini diperlukan agar kondisi janin tetap terjaga hingga tiba waktunya proses persalinan.

11 Tips Travelling saat Hamil yang Wajib Diperhatikan

Tips Travelling untuk Ibu Hamil

Sebelum menjelaskan mengenai travelling saat hamil, perlu Anda ketahui bawa gejala hamil seperti kandung kemih yang sangat aktif, mual yang tiba-tiba, dan kram pada kaki dapat membuat travelling lebih menantang dari biasanya.

Lantas, adakah waktu travelling saat hamil yang baik bagi kondisi janin? Pada umumnya, waktu terbaik untuk bepergian adalah antara minggu ke-14 dan minggu ke-28 kehamilan. Selama pertengahan kehamilan, energi telah kembali, morning sickness biasanya hilang, dan biasanya lebih mudah untuk melakukan aktivitas.

Namun, traveling tidak disarankan jika Anda memiliki kondisi khusus seperti preeklampsia, riwayat kehamilan, ketuban pecah dini sebelum persalinan, dan persalinan prematur. Perjalanan juga mungkin bukan ide yang baik jika Anda hamil dengan lebih dari satu janin.

Berikut ini adalah beberapa tips travelling untuk ibu hamil yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Konsultasi dengan Dokter Kandungan

Sebelum travelling saat hamil, pastikan bahwa kehamilan berkembang tanpa komplikasi. Lakukan USG untuk menentukan bahwa plasenta tidak menutupi serviks, suatu kondisi yang disebut plasenta previa—yang terjadi pada kurang dari 1 persen kelahiran.

2. Membawa Catatan Medis

Membawa catatan prenatal adalah sesuatu yang penting jika Anda mendapatkan perawatan di ruang gawat darurat, catatan medis yang dibawa dapat membuat penanganan lebih cepat dilakukan. Informasi medis mengenai kehamilan dapat membantu memastikan bahwa Anda mendapatkan perawatan yang dibutuhkan lebih cepat.

3. Memahami Aturan Transportasi Umum

Sebelum menggunakan transportasi umum via jalur udara, darat, atau laut, sebaiknya Anda memperhatikan adakah peraturan khusus tentang wanita hamil. Beberapa transportasi umum seperti pesawat memerlukan catatan dari dokter yang menyatakan bahwa Anda aman untuk melakukan perjalanan.

4. Memilih Tempat Duduk yang Nyaman

Jika Anda bepergian menggunakan pesawat, mintalah tempat duduk yang dekat dengan toilet. Sementara jika menggunakan jalur darat, pilihlah tempat duduk di bagian depan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya mabuk perjalanan.

Penting untuk diketahui, wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pembekuan darah, jadi penting untuk menghindari duduk diam dalam jangka waktu yang lama. Kenakan pakaian longgar dan pertahankan aliran darah di kaki, baik saat terbang atau mengemudi.

Jika memungkinkan, cobalah untuk bangun, berjalan-jalan, dan regangkan setiap setengah jam atau lebih.

5. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Jika tubuh tetap terhidrasi, hal itu dapat membantu mencegah pembengkakan tangan, kaki dan membantu mencegah pembekuan darah. Dehidrasi bisa menimbulkan gejala jet lag seperti kelelahan.

Selain itu, minumlah cairan non-kafein seperti air dan jus buah guna membantu mengurangi pembengkakan di saluran hidung, gejala kehamilan yang disebabkan oleh hormon yang membuat Anda merasa pengap setiap saat.

Jika Anda sakit, tetap hidrasi dan terus makan untuk menjaga kesehatan janin, bahkan jika Anda mungkin tidak lapar. Temui dokter sesegera mungkin karena beberapa obat untuk mengobati gangguan perut dan diare tidak cocok selama kehamilan.

6. Membawa Camilan Sehat

Travelling saat hamil adalah sesuatu yang membahagiakan, namun kondisi ini sering kali membuat Anda melewatkan makan secara teratur dan sehat. Meskipun Anda mungkin tidak merasa mual saat berada di trimester kedua, Anda mungkin bisa mendapatkan mual selama perjalanan saat hamil.

Oleh karena itu, tips travelling untuk ibu hamil yang bisa dipersiapkan adalah camilan sehat seperti sereal gandum, buah (kering atau segar), sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan, yoghurt, atau granola.

Hindari makan makanan yang digoreng atau pedas selama travelling saat hamil karena dapat memperburuk mual dan menyebabkan gas.

Berhati-hatilah dengan apa yang Anda makan dan minum jika bepergian ke tempat-tempat di mana terdapat penyakit yang disebabkan oleh makanan dan air. Jika ragu, minumlah air botolan, gunakan air botolan untuk menyikat gigi, dan hindari salad, serta buah dan sayuran mentah.

Baca Juga: 11 Sayur yang Bagus untuk Ibu Hamil, Kaya Nutrisi dan Sehat!

7. Mendapatkan Vaksin

Beberapa vaksin seperti hepatitis A, hepatitis B, tetanus, difteri, dan pertusis direkomendasikan untuk wanita hamil yang bepergian ke tempat-tempat yang berisiko.

Selain beberapa vaksin di atas, vaksin lain yang bisa didapatkan ketika travelling saat hamil adalah vaksin influenza. Vaksin ini sangat dianjurkan untuk semua wanita hamil, karena influenza pada kehamilan dapat menjadi penyakit yang sangat serius.

Perlu diketahui tidak semua vaksin aman digunakan, sebagian besar vaksin virus hidup (campak, gondong, rubela, cacar air) tidak dianjurkan untuk wanita hamil karena tidak dianggap aman untuk anak yang belum lahir.

Namun, jika Anda harus bepergian ke daerah-daerah yang membutuhkan vaksinasi, Anda harus mendiskusikan hal ini dengan dokter, karena risiko terkena penyakit menular sering kali lebih penting daripada risiko vaksinasi.

Wanita hamil harus menghindari negara-negara di mana terdapat wabah virus Zika. Selain itu, malaria dapat menjadi lebih parah pada kehamilan dan dapat memiliki risiko serius bagi janin. Konsultasi dengan dokter apakah Anda memerlukan obat anti-malaria. Tidak semua obat anti-malaria aman untuk wanita hamil.

8. Membawa Perlengkapan P3K

Tidak ada yang lebih buruk daripada transit selama berjam-jam tanpa obat untuk sakit kepala, mulas dan penyakit lain yang berhubungan dengan kehamilan. Jika Anda cenderung merasa tidak enak badan di rumah atau saat bepergian, sepertinya Anda perlu mempertimbangkan untuk membawa kotak P3K.

9. Periksa Asuransi Kesehatan

Pastikan polis Anda mencakup perawatan darurat saat bepergian ke luar negeri. Beberapa perusahaan asuransi mengizinkan untuk menggunakan kebijakan perjalanan tambahan yang melindungi ibu dan janin—seandainya kondisi membuat Anda melahirkan di luar negeri.

10. Menyiapkan Sanitizer

Beberapa virus dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan mual dan muntah yang parah. Mencuci tangan adalah cara terbaik untuk menghindarinya, selain itu hand sanitizer juga dapat membantu menangkal kuman. Sementara, tisu disinfektan cukup baik untuk membersihkan beberapa peralatan yang berisiko tinggi terpapar kuman

11. Menghilangkan Stres

Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara stres dan persalinan prematur. Jadi, ketika travelling saat hamil berusahalah untuk meminimalkan stres yang terkait dengan perjalanan. Tiba di bandara dengan banyak waktu luang atau biaya ekstra untuk penerbangan langsung ke tujuan.

Nah, itulah beberapa langkah travelling saat hamil yang wajib diperhatikan guna mencegah beberapa kondisi kesehatan yang tidak diinginkan.

 

  1. Dworkin-McDaniel, Norine. Travel During Pregnancy: Your Nine-Month Guide. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/pampering/pregnancy-travel-guide/. (Diakses pada 26 Desember 2019).
  2. Johnson, Holly. 2019. 15 Tips for Traveling While Pregnant. https://travel.usnews.com/features/15-tips-for-traveling-while-pregnant. (Diakses pada 26 Desember 2019).
  3. Travel Tips for Pregnancy. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-travel-tips. (Diakses pada 26 Desember 2019).
  4. Pregnancy and Travel. https://americanpregnancy.org/is-it-safe/traveling-during-pregnancy/. (Diakses pada 26 Desember 2019).
  5. Travel and pregnancy. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/travel-and-pregnancy. (Diakses pada 26 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi