Terbit: 18 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bulan puasa dan lebaran baru saja berlalu, tentu ada cukup banyak perubahan fisik dan pola hidup serta aktivitas yang dialami oleh tubuh setelah mengalami perubahan setelah puasa, ya.

Mudah! Ini 4 Tips agar Siklus Menstruasi Tetap Lancar Pasca Puasa

Salah satu hal yang kerap tak disadari namun sering terjadi adalah perubahan siklus menstruasi. Lantas bisakah hal tersebut diatasi agar siklus menstruasi bisa kembali normal?

Menstruasi yang merupakan siklus hormonal memang mudah terganggu. Utamanya dengan adanya perubahan pola aktivitas, baik pola makan, pola pikir atau tingkat stres hingga pola tidur yang mungkin terjadi secara rutin.

Terjadinya gangguan siklus menstruasi pasca puasa

Hal ini kemudian menyebabkan gangguan hormonal sehingga menjadi penyebab siklus menstruasi menjadi tidak teratur atau terganggu pasca puasa.

Kondisi ini juga dibuktikan oleh suatu studi yang meneliti ada tidaknya perubahan siklus menstruasi pada wanita di Iran setelah melakukan ibadah puasa.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

doktersehat-wanita-sakit-perut-menstruasi-datang-bulan

Hasilnya adalah perubahan siklus menstruasi akan terjadi setelah melakukan puasa paling tidak 15 hari. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh perubahan pola porsi dan waktu makan saat puasa saja, namun juga beriringan dengan perubahan aktivitas dan pola tidur selama bulan puasa.

Cara mengatasi gangguan hormonal yang memengaruhi siklus menstruasi

Untuk mengatasi atau mencegah hal tersebut terjadi, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung terciptanya kondisi hormonal yang baik pasca puasa.

Hal ini dapat dilakukan dengan fokus untuk mencegah terjadinya gangguan menstruasi pasca puasa. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Kunci utama agar keseimbangan hormonal terdukung adalah asupan gizi yang baik. Hal ini tentu bisa Anda capai dengan baik melalui asupan makanan yang gizinya tepat dan seimbang.

Asupan makanan yang lengkap yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral akan mendukung berbagai zat dan gizi yang baik untuk mendukung pembentukan hormon yang optimal.

makanan-hamil-bergizi

Hal ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan pokok yang padat gizi, misalnya nasi, nasi merah atau kentang, lauk protein hewani dan nabati, misalnya ikan panggang, ayam bakar, serta tahu dan tempe, sayur dan buah dalam jumlah yang banyak.

Serta memilih lemak baik yaitu lemak dari biji-bijian misalnya minyak zaitun atau minyak biji bunga matahari.

2. Konsumsi makanan kaya vitamin K

Kekurangan asupan vitamin K bisa menjadi salah satu penyebab terganggunya siklus menstruasi pasca puasa. Untuk itu, usahakan mengonsumsi makanan kaya vitamin K setelah puasa dan lebaran.

Daun-kale-doktersehat-1024

Makanan yang kaya akan vitamin K adalah sayuran berdaun hijau gelap. Menurut National Institute of Health menyebutkan bahwa makanan yang paling banyak mengandung vitamin K adalah bayam, kale, brokoli rebus, kacang kedelai, wortel, kacang edamame, labu dan buah delima.

3. Menghindari stres

Selain mengatur pola makan, stres bisa jadi penyebab siklus menstruasi terganggu. Untuk itu, usahakan agar diri dan pikiran tetap rileks pasca puasa.

depresi-saat-liburan-doktersehat

Lakukan aktivitas yang membuat tubuh rileks misalnya melakukan hobi, membaca buku, berolahraga ringan, melakukan latihan pernafasan, atau berjalan-jalan.

4. Istirahat yang cukup

doktersehat-kasur-tidur

Pola tidur yang cukup juga akan mendukung terbentuknya hormon yang optimal. Untuk itu pastikan selalu tidur cukup selaa 6-8 jam dalam sehari. Hal ini akan membuat tubuh lebih fit dan juga mengurangi risiko stress dalam tubuh.

Nah, itu dia empat tips mudah untuk mengatasi terjadinya perubahan siklus menstruasi pasca puasa. Pola hidup yang sehat yaitu pola makan bergizi, pengaturan stres dan pola tidur yang cukup akan mendukung produksi hormon yang optimal sehingga siklus menstruasi akan tetap lancar, bukan?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi