Terbit: 23 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Melakukan seks dengan pasangan terlihat mudah jika Anda melihatnya dari video dewasa. Namun, kalau dipraktikkan secara langsung, seks ternyata memiliki beberapa kesulitan yang membuat keintiman jadi menurun hingga pasangan susah mendapatkan orgasme dengan intens.

5 Tips Melakukan Seks untuk Pria dengan Badan Gemuk atau Obesitas

Nah, salah satu penghambat saat melakukan seks adalah bentuk tubuh dari pasangan itu sendiri. Kalau tubuh pasangan khususnya pria terlalu besar atau mengalami obesitas, hambatan akan muncul satu per satu. Seks mungkin bisa dilakukan, tapi kemungkinan mendapatkan orgasme hebat akan rendah. Oleh karena itu, siasati dengan beberapa cara di bawah ini.

Gangguan seks pada pria obesitas

Pria yang mengalami obesitas sering sekali mengalami gangguan saat seks. Berikut beberapa gangguan yang bisa terjadi.

  1. Kesulitan mendapatkan ereksi sempurna

Salah satu gangguan yang paling sering terjadi dari pria yang mengalami kegemukan adalah susahnya mendapatkan ereksi. Mungkin pria akan mudah mendapatkan ereksi saat menerima rangsangan, tapi ereksi yang sempurna akan susah terjadi. Bahkan, kalau pun ereksi terjadi, ada kemungkinan cepat kendur kembali.

Susahnya ereksi pada pria ini disebabkan oleh beberapa hal salah satunya adalah banyaknya lemak di tubuh. Oleh karena itu, pria yang obesitas sering tidak bisa melakukan seks dengan sempurna. Bahkan meski sudah melakukan penetrasi, penis bisa lemas dengan sendirinya di dalam vagina.

  1. Tidak bisa mencoba beberapa gaya

Karena beberapa posisi seks membutuhkan kelenturan dan juga fisik yang baik, pria akan susah melakukan beberapa posisi seks. Nah, posisi seks yang susah dilakukan adalah posisi doggy style karena akan terganjal oleh perut. Kalau pria memiliki penis yang agak panjang mungkin tidak akan menjadi masalah besar.

Selanjutnya posisi yang membuat pria harus menyangga beban tubuhnya akan sulit terjadi. Kaki pria akan mudah lelah sehingga penetrasi sering tertentu. Pria dengan tubuh obesitas biasanya juga memiliki penis yang cenderung lebih kecil karena tertutup oleh lemak di bagian pangkalnya.

  1. Libido sering menurun

Lemak yang terlalu banyak di tubuh juga menyebabkan pria mengalami penurunan libido yang signifikan. Penurunan libido ini menyebabkan pria jadi susah melakukan seks. Ibarat kendaraan, libido adalah bahan bakarnya. Kalau bahan bakarnya tidak ada, kendaraan tidak akan bisa bergerak dengan baik.

Libido berkaitan erat dengan jumlah testosteron pada tubuh. Pada pria yang obesitas, jumlah hormon seks ini akan ikut anjlok. Jadi, kemungkinan pria mendapatkan seks yang hebat akan rendah.

  1. Tidak percaya diri dengan kemampuan seksualnya

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau masalah body image juga menimpa pria. Pada kondisi tertentu pria merasa tidak nyaman dan yakin dengan tubuhnya. Hanya dengan melihat tubuhnya saja, pria jadi tidak semangat lagi untuk melakukan seks dan menganggap dirinya akan mengecewakan pasangan.

Kalau pria sampai mengalami masalah body image, kehidupan seksnya akan hancur. Oleh karena itu, pasangan harus bisa memberikan dukungan. Selain dukungan moral, dukungan untuk mau berolahraga juga akan sangat membantu.

  1. Mudah mengalami ejakulasi dini

Gangguan terakhir dari pria yang mengalami obesitas adalah sering mengalami ejakulasi dini. Waktu untuk melakukan penetrasi kerap turun, akibatnya pria tidak bisa menikmati seks dengan sempurna dan kemungkinan membuat pasangan jadi kecewa cukup besar.

Tips melakukan seks pada pria obesitas

Karena memiliki beberapa kekurangan di atas, seks harus dilakukan dengan beberapa penyesuaian di bawah ini.

  1. Memilih posisi seks yang benar

Memilih posisi seks yang benar harus dilakukan oleh pasangan agar aktivitas ini bisa berjalan dengan lancar. Pertama kita harus paham kalau tidak semua posisi seks bisa sesuai dengan keinginan. Kalau memaksakan diri hanya akan menyiksa tubuh dan membuat Anda menjadi tidak menikmati semunya.

Kedua selalu perhatikan kenikmatan diri sendiri dan pasangan. Kalau posisi seks tertentu justru menyebabkan rasa sakit, lebih baik dihindari saja. Gunakan gaya-gaya standar seperti misionaris yang tidak menyebabkan gangguan hingga gaya seperti woman on top yang memberikan kebebasan pada wanita.

  1. Tidak terus melanjutkan pola makan yang buruk

Kondisi obesitas erat sekali dengan pola makan yang buruk selama bertahun-tahun. Kalau Anda tetap mempertahankan pola makan seperti itu, kemungkinan mendapatkan seks yang hebat akan semakin kecil. Oleh karena itu, daripada memusingkan masalah ranjang ada baiknya memperbaiki dahulu pola makan.

Memperbaiki pola makan bisa dilakukan dengan membuat tubuh mengalami defisit kalori selama beberapa minggu. Selanjutnya evaluasi dan lakukan hal yang sama hingga beberapa kali. Dengan pola makan yang baik, kemungkinan seks membaik akan besar dan Anda bisa kembali menguasai seks.

  1. Berolahraga dahulu sebelum melakukan seks

Ketahanan fisik dari pria yang mengalami obesitas biasanya anjlok dan menyebabkan mereka tidak mampu bertahan di ranjang. Agar kondisi ini tidak semakin parah, ada  baiknya untuk melakukan olahraga secara rutin. Dengan melakukan olahraga, fisik akan membaik dan Anda jadi lebih menikmati setiap gerakan yang dilakukan.

Olahraga juga menyebabkan lemak di tubuh luntur. Lunturnya lemak membuat libido pria membaik dan seks bisa dilakukan dengan lebih lancar.

  1. Mencoba melakukan latihan kegel

Pria dengan kondisi obesitas mudah sekali mengalami gangguan ejakulasi dini. Kondisi ini bisa segera diatasi dengan melakukan latihan kegel. Latihan ini membuat otot dari pelvis menjadi kuat sehingga pria tidak mudah mengalami ejakulasi meski rangsangan yang didapatkan cukup kuat.

Memiliki tubuh yang besar mungkin menyulitkan beberapa pria. Namun, ada baiknya untuk tetap mempertahankan kesehatan agar seks tetap berjalan baik. Kalau pria bisa menurunkan berat badannya perlahan-lahan akan lebih baik lagi.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi