DokterSehat.Com – Dalam seks, fantasi dan mencoba hal-hal baru adalah hal yang biasa dan banyak dilakukan oleh pasangan. Dengan melakukan fantasi seks, aktivitas di atas ranjang ini bisa berjalan dengan baik dan kebosanan yang membuat seks tidak menarik lagi bisa dihindari.

tips-seks-anal-doktersehat

Tips Seks Anal yang Aman

Beberapa fantasi seks yang bisa dilakukan oleh pasangan untuk mendapatkan kenikmatan adalah melakukan posisi baru yang lebih menantang. Selain itu, melakukan di seks selain di kamar juga cukup menggairahkan. Misal melakukan seks di dalam mobil atau di dalam kolam renang.

Selain dua fantasi seksual yang umum dilakukan di atas, ada satu fantasi seksual yang ingin dilakukan oleh pasangan meski kerap dianggap tabu. Fantasi seks itu adalah seks anal.

Kalau Anda ingin melakukan seks anal sebagai bagian dari fantasi seksual, coba perhatikan empat hal di bawah ini.

  1. Lakukan Tanpa Ada Paksaan

Seks anal berbeda dengan seks pada umumnya. Sebelum melakukan seks jenis ini konsensus atau persetujuan antara suami dan istri harus dilakukan. Kalau istri tidak menyetujui atau suami tidak mau, lebih baik tidak dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik secara fisik atau psikologi.

Bicarakan masalah seks anal ini dengan baik. Pelajari juga risiko yang akan terjadi dan hal lain agar bisa berjalan dan tidak menimbulkan penyesalan.

  1. Wajib Menggunakan Kondom dan Pelumas

Seks anal dilakukan melalui anus yang notabene adalah jalan keluar untuk feses. Organ ini tidak memiliki pelumas alami seperti halnya dengan vagina yang bisa menghasilkan cairan yang licin. Untuk menyiasati kondisi ini diperlukan pelumas tambahan dengan bahan air agar gesekan sedikit dikurangi.

Penggunaan kondom juga harus diperhatikan karena pada dasarnya anus tetap saja kotor. Selain itu, gesekan di sana juga bisa memicu luka yang memudahkan sekali penyakit untuk menular dengan cukup cepat. Berbagai penyakit menular seksual bisa ditularkan dengan mudah.

  1. Bersihkan Anus dengan Benar

Sebelum memutuskan untuk melakukan seks anal, ada baiknya untuk membersihkan anus dengan baik. Saat tidak sedang BAB, anus hanyalah saluran biasa yang kosong. Meski demikian, untuk memastikan tidak adanya kotoran di dalam anus, pembersihan harus dilakukan dengan air.

Pembersihan ini bisa dilakukan dengan memasukkan jari yang sudah dilapisi dengan kondom atau tidak. Usahakan jari tidak memiliki kuku yang panjang agar tidak terjadi luka di dalam sana.

  1. Lakukan Seks dengan Perlahan-lahan

Seks anal harus dilakukan dengan perlahan-lahan. Tekstur di dalam vagina dan anus cukup berbeda sehingga perlakukannya juga berbeda. Pertama-tama, pria harus membuat wanita jadi lebih relaks. Coba belai lembut area itu dengan tangan dan masukkan satu jari yang telah diberi pelumas. Lakukan fingering perlahan-lahan.

Setelah wanita mulai relaks dan merasakan nikmat, pria bisa melakukan penetrasi. Masukkan penis perlahan-lahan dan lumuri dengan pelumas. Kalau wanita merasakan sakit, diamkan sejenak dan jangan menggerakkan pinggul. Jika wanita sudah merasa nyaman, penetrasi bisa dilakukan seperti biasa.

  1. Periksa Setelah Bercinta

Lakukan pemeriksaan pasca melakukan seks anal. Pemeriksaan yang harus dilakukan adalah ada atau tidaknya luka pada anus. Luka ini biasanya terjadi pada bagian lubang karena sobek terkena penis yang terlalu besar dan anus belum terbiasa.

Kalau ada gesekan ringan, Anda bisa mengobatinya. Namun, kalau sampai terjadi robekan yang besar dan terjadi perdarahan, ada baiknya segera diperiksakan agar tidak terjadi masalah yang lebih fatal.

  1. Pastikan Pasangan Seks Sehat

Sebenarnya semua aktivitas seks yang dilakukan oleh pasangan berisiko menularkan penyakit, tidak terkecuali seks anal. Oleh karena itu memiliki pasangan yang sehat akan menentukan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Anda tidak akan takut berhubungan seks meski seks anal sangat berisiko, apalagi tanpa pengaman.

Pengecekan kesehatan rutin harus Anda lakukan bersama dengan pasangan. Dengan pengecekan rutin ini Anda bisa menyiasati penularan penyakit seksual. Kadang menggunakan kondom pun masih tetap ada risiko penularan penyakit khususnya HPV atau herpes. Kalau Anda tidak yakin pasangan yang diajak berhubungan seks memiliki kondisi tubuh sehat, ada baiknya dibatalkan saja.

  1. Patuhi Kaidah Seks yang Aman dan Bersih

Maksud dari kaidah seks yang aman dan sehat ini berkaitan dengan kebiasaan yang kita lakukan. Misal ada yang melakukan seks oral sebagai pemanasan. Kalau melakukan seks anal, oral atau sering disebut rimming dilakukan di subur. Hal ini tentu sangat berbahaya apalagi kalau seseorang sedang sakit dan memiliki penyakit.

Kalau ingin memberikan oral ke anus ada baiknya menggunakan semacam dental dam. Kalau tidak ada bisa menggunakan kondom yang dipotong agar menjadi segi empat. Kalau tetap memaksakan diri untuk melakukannya, penyakit menular seksual bisa saja muncul.

Selanjutnya, periksa juga kesehatan pasca melakukan. Kalau melakukan dengan aman seperti mengenakan kondom, penularan penyakit menular seksual akan minim terjadi.

Anda boleh saja melakukan seks anal untuk fantasi seksual semata. Jangan lakukan setiap saat ketika bercinta karena berisiko merusak anus dan penyebaran penyakit menular seksual mudah sekali terjadi. Semoga bermanfaat!

 

 

Sumber:

  1. Nall, Rachel. 2019. What are the risks of anal sex?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324637.php. (Diakses pada 31 Oktober 2019)
  2. Fact Dr. Anal Sex : Tips from experts on how to be kinky yet safe. https://factdr.com/sexual-health/anal-sex-tips/. (Diakses pada 31 Oktober 2019)
  3. Spring Hill Medical Center. Does anal sex have any health risks?. https://www.springhillmedicalcentre.co.uk/Library/CHQ/Sexual%20health/122-sex-and-your-health/3050-does-anal-sex-have-any-health-risks. (Diakses pada 31 Oktober 2019)
  4. Engle, Gigi. 2018. Anal Sex: What You Need to Know. https://www.teenvogue.com/story/anal-sex-what-you-need-to-know. (Diakses pada 31 Oktober 2019)