Suka Makanan Bersantan? Begini Tips Sehat Mengonsumsinya

doktersehat-tips-sehat-santan
Photo Credit: Flickr.com/rai_19

DokterSehat.Com– Anda gemar mengonsumsi makanan bersantan? Ya, santan memang kerap dipilih menjadi bahan baku untuk berbagai jenis masakan maupun jajanan tradisional. Kerap dianggap tidak sehat, kira-kira bisakah kita mengonsumsi santan namun dengan cara yang tetap sehat?

Santan dalam berbagai pedoman gizi dan makanan dimasukkan dalam golongan sumber lemak.

Hal ini yang menyebabkan santan menjadi harus dibatasi, karena seperti yang kita ketahui lemak menjadi salah satu bahan makanan yang tidak boleh berlebihan asupannya.

Kita dianjurkan mengonsumsi lemak, baik dari penggunaan minyak ataupun santan, maksimal lima porsi dalam sehari.

Sehingga jika kita sudah mengonsumsi satu porsi makanan bersantan maka hal tersebut sama halnya dengan kita sudah mengonsumsi satu jenis makanan sumber lemak ya.

Selain membatasi porsi konsumsinya, beberapa hal yang dapat kita lakukan agar bisa mengonsumsinya dengan cara yang lebih sehat, adalah:

1. Gunakan santan dari bahan alami

Belakangan ini ada cukup banyak produk yang menjual santan dalam bentuk kemasan, baik cair maupun bubuk. Hal ini sebaiknya dihindari karena makanan kemasan kerap mendapatkan berbagai bahan tambahan pangan, umumnya natrium atau sodium, sehingga akan berisiko meningkatkan tekanan darah.

Santan dari kelapa segar akan menghasilkan makanan yang lebih segar dan bergizi ya.

2. Tidak menggunakan santan yang terlalu kental

Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang, satu porsi santan yang sehat sama dengan 1-2 sendok makan santan cair.

Sehingga santan yang baik dikonsumsi adalah santan yang tidak terlalu kental dan dalam satu porsi tidak lebih dari angka batasan tersebut.

3. Tidak membuat masakan bersantan terlalu banyak dan jika mungkin pisahkan santan dari bahan camilan lain

Usahakan memasak sayuran bersantan dalam porsi yang habis dalam satu hingga dua kali makan dalam satu hari saja. Hal ini akan menghindari pemanasan santan berulang yang bisa meningkatkan kandungan kolesterol jahat pada santan.

Sedangkan jika santan digunakan sebagai camilan misalnya bubur, gunakan santan cair yang diletakkan terpisah sehingga kita bisa mengontrol porsi penggunaan santan, ya.