Terbit: 22 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sajian makanan khas saat Idul Adha tentu saja daging, ya. Hal ini wajar mengingat Idul Adha adalah hari raya kurban, sehingga sebagian besar orang tentu akan cenderung lebih banyak mengonsumsi daging daripada hari biasa.

Ternyata Mudah, Ini 4 Tips Makan Daging Super Sehat saat Idul Adha!

Tidak mengonsumsi daging saat hari raya Idul Adha tentu rasanya kurang lengkap.

Akan tetapi seperti yang kita ketahui, daging merupakan bahan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol tubuh.

Untuk itu, kita harus bisa memahami bagaimana cara sehat mengonsumsi daging saat Idul Adha, sehingga kita tetap bisa menikmati sajian khas Idul Adha tanpa harus memberi dampak negatif untuk tubuh.

Berikut lima tips makan daging super sehat saat Idul Adha

1. Memilih jenis daging metode masak yang tepat

daging-kambing-kolesterol

Photo Source: Twitter.com/mpsteakpancake

Tips sehat yang pertama dilakukan dengan memilih jenis daging dan metode masak yang tepat. Hal ini penting dan merupakan poin yang harus dipersiapkan.

Agar Anda bisa memilih jenis daging yang tepat:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

  • Pilih daging yang bebas lemak, bagian paha atas merupakan bagian daging yang kandungan lemaknya paling sedikit.
  • Buang bagian daging yang berlemak, hal ini dilakukan dengan menghilangkan serat mirip garis putih, atau gajih yang nampak pada daging saat masih mentah.

Untuk metode masak yang sehat, beberapa cara yang bisa Anda gunakan adalah:

  • Merebus dengan bumbu rempah, selain lebih sehat dan enak Anda bisa sekaligus menghilangkan bau daging
  • Memanggang
  • Membakar
  • Membuat daging asap
  • Menghaluskan daging untuk kemudian dibuat menjadi olahan buatan sendiri yang rendah lemak, misalnya bakso.

2. Menyajikan daging dengan makanan tinggi serat

doktersehat manfaat daging kambingSetelah memilih metode masak yang sehat, cara selanjutnya adalah menentukan makanan pendamping daging yang sehat.

Meskipun daging telah dihilangkan bagian lemak atau gajihnya, kandungan lemak yang ada dalam protein dan serat daging tentu masih tinggi, untuk itu, serat menjadi salah satu zat gizi yang mampu menyerap dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh.

Anda sebaiknya menyajikan daging dangan banyak makanan yang mendung serat, misalnya:

  • Umbi-umbian tinggi serat, misalnya kentang, ubi manis, atau umbi lainnya
  • Serealia yang tinggi serat, misalnya beras merah atau sereal gandum
  • Kacang-kacangan, misalnya kacang kedelai, kacang tanah, atau kacang merah, serta
  • Sayur dan buah-buahan, baik sebagai makanan pendamping, makanan penutup atau minuman.

3. Menggunakan bumbu alami untuk mengolah daging

bumbu-dapur-untuk-rambut-doktersehat-1

Photo Credit: Pexels.com

Mengolah daging tentu tidak lengkap tanpa bumbu. Menu masakan daging khas Indonesia, umumnya memiliki banyak cita rasa khas alami.

Pertahankan cita rasa tersebut dengan menggunakan bumbu alami saat mengolah daging. Daun-daunan, bawang, rempah dan bumbu alami bisa memberikan asupan fitonutrien yang baik untuk tubuh.

Batasi, jika mungkin penggunaan bumbu kemasan siap saji, garam, lemak, santan kental, kecap, atau gula berlebihan pada sajian masakan dari daging agar asupan gula, garam dan lemak dalam tubuh tidak berlebihan.

4. Membatasi porsi konsumsi daging dalam sehari

Kesalahan-makan-daging-doktersehat-1

Photo Credit: Flickr.com/refeia

Meskipun sedang banyak tersaji, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi daging sepuasnya, ya.

Selalu batasi porsi daging paling banyak 3-4 porsi dalam sehari. Angka tersebut setara dengan 120-140 gram daging sapi atau kambing.

Anda tetap bisa kok mengonsumsi berbagai sajian daging khas Idul Adha, misalnya sate, gulai dengan santan cair, atau daging berbumbu, asalkan porsinya kecil dan tidak lebih dari batasan porsi di atas, ya.

 

Nah, itu dia 4 tips yang super mudah dan sehat untuk makan daging ketika Idul Adha.

Kini Anda bisa tetap mengonsumsi sajian khas Idul Adha tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh, bukan?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi