Tips Menyusui Bayi dengan Down Syndrome

doktersehat-menyusui-kehamilan

DokterSehat.Com– ASI merupakan kebutuhan utama bayi, termasuk bagi bayi dengan kondisi down syndrome. Namun kadang ada kesulitan yang dihadapi ibu saat menyusui bayi dengan down syndrome atau bayi dengan kebutuhan khusus lainnya.

Apa itu down syndrome?

Dilansir dari WebMD, down syndrome adalah kondisi kelainan genetika dimana bayi memiliki kelebihan kromosom. Dalam kondisi normal, manusia memiliki kromosom sejumlah 23 pasang, namun anak dengan down syndrome memiliki kromosom sejumlah 47, atau memiliki kromosom 21 rangkap 3.

Kendala menyusui bayi down syndrome

Bayi dengan down syndrome memiliki gangguan otot dan koordinasi yang dapat menyebabkan ia kesulitan saat harus melakukan perlekatan ke payudara. Bayi juga mungkin kesulitan untuk mempertahankan posisi mulut sehingga ibu perlu membantu menjaga mulut bayi tetap tertutup saat menyusu.

Dilansir dari Mother and Baby, sekitar 1 dari 5% bayi dengan down syndrome mengalami gastroesophageal reflux disorder (GERD) yang dapat menyebabkan bayi menunjukkan rasa tidak nyaman. Tanda-tanda yang umum antara lain bayi kerap melentingkan badan saat menyusu, menangis atau muntah. Hal ini tidak berarti bayi dengan down syndrome tidak bisa disusui, namun perlu kesabaran dan ketekunan ekstra.

Tips menyusui bayi dengan down syndrome

Beberapa tips yang bisa Anda coba saat menyusui bayi dengan down syndrome:
1. Ketahui karakter bayi
Anda perlu memahami kesulitan yang dialami bayi Anda ketika menyusu. Dengan memahami hal tersebut, Anda akan lebih fokus untuk mencari solusi agar bayi Anda mendapatkan asupan terbaik yaitu ASI, daripada merasa lelah dan frustrasi atas kondisi anak.

2. Dekap anak dengan baik
Saat mendekap anak, akan terjadi kontak langsung antara kulit ibu dan anak sehingga menciptakan ikatan batin yang baik. Cara ini juga dapat menjaga produksi ASI yang baik sehingga bayi tetap dapat mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya. Saat menyusui, lakukan kontak mata pada bayi agar membuat anak merasa nyaman dan dilindungi.

3. Hindari ekspektasi berlebihan
Ibu perlu menyadari bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Jangan bandingkan kemampuan anak Anda dengan anak lainnya yang dapat membuat Anda berkecil hati. Menyusui adalah keterampilan yang perlu terus dilatih. Yakinkan diri Anda bahwa dengan latihan terus-menerus maka si kecil akan dapat menyusu dengan baik.

4. Cari bantuan
Jika Anda merasa perlu bantuan tentang teknik menyusui, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan pakar laktasi atau dokter anak. Apabila Anda memerlukan bantuan dalam bentuk semangat, Anda juga bisa menyampaikan hal tersebut pada keluarga atau psikolog untuk membantu Anda.

Tetap semangat ya Mom!