Terbit: 8 Maret 2018
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah di Indonesia akan mengalami musim hujan hingga bulan Maret 2018. BMKG juga memprediksi bahwa bulan Februari adalah puncak dari musim penghujan.

Hujan-doktersehat

Photo Credit: Flickr.com/Vinoth Chandar

Seperti diketahui, musim hujan membuat beberapa jenis mikroba berkembang biak lebih cepat dan dapat dengan mudah masuk ke tubuh manusia. Dengan daya tahan tubuh yang kurang prima, hal ini akan semakin membuat bakteri dan virus berkembang hingga menyebabkan penyakit.

Beberapa penyakit yang biasa menyerang adalah flu, malaria, diare, tipes, leptospirosis hingga infeksi pada tenggorokan. Beberapa penelitian menemukan bahwa peningkatan kasus infeksi tenggorokan terjadi saat musim hujan tiba.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk untuk mengurangi risiko terkena infeksi tenggorokan:

1. Hindari aktivitas yang mengiritasi tenggorokan
Paparan polusi udara bisa meningkatkan risiko radang tenggorokan. Selain itu, terlalu banyak berteriak dan mengonsumsi makanan yang berminyak juga diketahui dapat memicu radang tenggorokan.
Selain itu, biasakan mengenakan syal di sekitar leher agar area tenggorokan tetap hangat. Untuk diketahui 40-50 % panas tubuh bisa hilang dari kepala dan leher. Perubahan suhu ekstrem saat musim hujan adalah salah satu penyebabnya. Hindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca tidak mendukung.

2. Meningkat kebersihan
Salah satu cara termudah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan tenggorokan adalah dengan meningkatkan frekuensi cuci tangan. Jika Anda berada di sekitar orang-orang yang sedang sakit tenggorokan maka frekuensi cuci tangan harus lebih sering. Cuci tangan telah terbukti dapat mencegah berbagai macam penyakit, mulai dari influenza hingga infeksi tenggorokan.

Selain itu, hindari juga kebiasaan menggunakan peralatan makan bersama dengan orang lain, karena hal ini bisa menimbulkan perpindahan penyakit.

3. Tingkatkan konsumsi cairan
Meningkatkan konsumsi cairan bisa menjaga agar tenggorokan Anda tidak kering, dan hal ini pada akhirnya bisa mencegah radang tenggorokan. Usahakan agar Anda selalu membawa air putih ke mana pun Anda pergi.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba berkumur dengan air hangat dicampur dengan garam. Ini adalah kebiasaan baik yang membantu menjaga kebersihan mulut dan tenggorokan. Tidak hanya itu, air garam juga bisa digunakan untuk membersihkan hidung yang tersumbat dengan cara menghirup uap panas yang ditimbulkan dari rebusan air garam.

Bahan alami lainnya yang bisa Anda coba adalah campuran antara susu dan kunyit. Kunyit adalah salah satu bahan alami yang memiliki sifat antivirus, antibakteri, dan juga antiinflamasi. Jika Anda mencampurkan bahan alami ini dengan susu, maka tubuh akan lebih baik dalam melawan berbagai infeksi sekaligus meredakan masalah batuk, flu, dan pilek.

4. Hindari merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko radang tenggorokan. Hindari asap rokok dan zat alergen lainnya seperti debu atau serbuk sari yang dapat memicu iritasi. Untuk diketahui, nyeri tenggorokan bisa juga disebabkan karena hal lain seperti infeksi bakteri atau virus, amandel, iritasi karena asam lambung yang naik ke tenggorokan dan difteri.

5. Istirahat cukup
Dalam sehari, biasakan tidur selama 7-8 jam per hari karena tidur adalah waktu bagi tubuh untuk memperbaharui sel-sel dan membangun kembali tenaga yang telah terkuras. Istirahat yang cukup telah terbukti dapat membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh. Selain itu, beristirahat juga dapat mengurangi stres, di mana stres ini diketahui dapat mengurangi kerja dari sistem imunitas tubuh.

Pada beberapa kasus, sakit tenggorokan akan sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi jika gejala Anda terus berlanjut dan rasa sakitnya membuat Anda tidak bisa makan dan minum, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jika Anda merasa tenggorokan mengalami kesemutan atau mengalami ketegangan dari biasanya saat berbicara, Anda mungkin memiliki tanda awal infeksi tenggorokan.

Menjaga tenggorokan tetap sehat bukanlah perkara yang sulit. Beberapa cara yang sudah dijelaskan di atas dapat Anda praktikan untuk menjaga kesehatan tenggorokan dan mencegah kerusakan jangka panjang.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi