Tips Mengobati Penyakit Muntaber

Doktersehat-obat-muntaber

DokterSehat.Com – Muntah berak atau sering disebut disebut muntaber adalah peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan. Gangguan pada saluran pencernaan ini bisa dialami siapa saja. Namun Anda harus waspada apabila penyakit ini terjadi anak-anak dan lansia. Kedua golongan ini sangat rentan mengalami kehilangan banyak cairan dalam waktu yang sangat cepat.

Penyebab utama penyakit muntaber adalah peradangan usus oleh bakteri, virus, parasit (jamur, cacing, protozoa), keracunan makanan atau minuman hingga kurangnya asupan gizi yang baik. Penyakit yang umumnya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli ini dapat mewabah akibat lingkungan sekitar tempat tinggal yang kurang bersih serta makanan yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri.

Perlu diketahui, sistem sanitasi yang tidak terjaga dengan baik juga memudahkan kuman untuk berkembang biak. Hujan yang terus menerus sehingga menimbulkan banjir dan lingkungan yang kotor adalah kondisi yang sangat potensial menimbulkan wabah muntaber.

baca juga: Macam-Macam Penyakit Perut

Selain itu, penyebab penyakit muntaber lainnya juga dapat disebabkan oleh virus Vibrio parahaemolyticus yang termasuk jenis vibrio halofilik dan telah diidentifikasi ada 12 grup antigen O dan sekitar 60 tipe antigen K yang berbeda.

Strain patogen pada umumnya (tetapi tidak selalu) dapat menimbulkan reaksi hemolitik yang khas (fenomena Kanagawa). Masa inkubasi Vibrio parahaemolyticus biasanya antara 12-24 jam, tetapi dapat berkisar antara 4-30 jam.

Gejala muntaber umum yang terjadi adalah nyeri perut atau mulas. Gejala-gejala lain yang mungkin bisa dirasakan adalah kram di perut, mual, demam, hilangnya nafsu makan, dan dehidrasi. Ketika diare disertai muntah berulang kali, itu artinya Anda terserang muntaber

Cara Mengatasi Muntaber

Salah satu obat muntaber yang diperlukan adalah antibiotika jenis metronidazol yang dikombinasikan dengan sulfametoksazol dan trimetoprim. Golongan metronidazole yang bisa dipakai antara lalin flagyl, trogyl, atau yang lainnya—yang terpenting adalah kandungan metronidazolenya.

Sedangkan untuk obat golongan sulfametoksazole dan trimetoprim, bisa dipakai sanprima atau yang lainnya. Obat golongan metronidazole diminum sehari 3 kali satu tablet, sedangkan sanprima diminum sehari 2 kali sehari dan usahakan diminumnya jangan bersamaan. Beri rentang waktu sekitar 1-2 jam.

Setelah Anda mengetahui obat muntaber mana yang harus dikonsumsi, cara mengatasi muntaber lain yang dapat dengan mudah dilakukan adalah terapi rehidrasi dan menjaga kebersihan lingkungan.

Rehidrasi yaitu mengembalikan cairan tubuh yang hilang melalui muntah maupun diare. Hal yang paling penting dalam mengobati muntaber adalah dengan mencegah dehidrasi. Meski begitu, Anda sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya setelah dua hari atau tiga hari mengalami muntaber. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih dan juga makan makanan yang tidak iritatif seperti sop ayam atau bubur ayam.

Akan tetapi apabila gejala dan kondisi kesehatan Anda semakin memburuk, maka Anda disarankan untuk menemui dokter dan mendiskusikan masalah ini untuk mendapatkan serangkaian pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Selain itu, karena muntaber adalah penyakit yang mudah menular, terutama melalui air—maka dari itu apabila terdapat anggota keluarga atau tetangga yang menderita muntaber, Anda harus lebih waspada terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

baca juga: Pertolongan Pertama Obati Mual dan Muntah

Salah satu usaha untuk mencegah faktor penularan penyakit tersebut adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Bersihkan lingkungan dari sampah yang menghalangi saluran air dan bersihkan kamar mandi menggunakan pembersih lantai yang mengandung antiseptik. Selain itu, jangan lupa cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, sehabis dari toilet, atau melakukan aktivitas lain di luar ruangan.

Sementara untuk balita dan anak-anak, pemakaian oralit mungkin bisa langsung diberikan jika mereka mengalami muntah dan diare untuk menggantikan cairan yang hilang. Cobalah hindari pemberian air putih biasa dan minuman ringan.

Air biasa tidak memiliki kandungan garam dan nutrisi yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang. Sementara itu, minuman ringan biasanya kaya akan gula dan kemungkinan dapat mengiritasi perut anak-anak.