Terbit: 6 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Perselisihan antara kakak dan adik atau sibling rivalry merupakan salah satu permasalahan yang sering membuat orang tua pusing bukan kepalang. Meski terkesan sepele, namun jika perselisihan ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan membawa efek negatif bagi keharmonisan hubungan kakak-adik di masa mendatang.

Tips Mengatasi Sibling Rivalry dalam Keluarga

pic credit: oddharmonic

Cara menghentikan sibling rivalry dalam keluarga

Sibling rivalry adalah hal yang wajar terjadi dalam keluarga dengan anak lebih satu. Penyebabnya biasanya adalah hal yang sederhana seperti berebut mainan, berebut saluran televisi, atau berebut perhatian orang tua. Sebagai orang tua, Anda perlu menjadi penengah dalam hal ini. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini beberapa tips dari laman Ask Dr Sears yang bisa Anda terapkan di rumah:

1. Buat si kakak merasa penting
Ketika si kecil lahir, perhatian keluarga umumnya fokus pada si adik. Hal ini membuat si kakak merasa tidak diperhatikan. Anda bisa mengatasinya dengan tetap memberi perhatian yang sama dengan si kakak. Cara memberikan perhatiannya pun bermacam-macam seperti dengan memberikan kepercayaan atau tanggung jawab lebih pada kakak, memberikannya reward atas pencapaiannya, dan sebagainya.

2. Luangkan waktu bersama
Meskipun sulit, Anda perlu membagi waktu yang sama antara si kakak dan adik. Sempatkan waktu untuk pergi berdua bersama kakak, atau bicara mengenai kegiatannya selama di sekolah. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa meminta waktu kakak untuk membacakan dongeng bagi si kecil agar keduanya memiliki ikatan yang baik.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

3. Tetap bersikap positif
Menekankan sikap positif pada anak memang tidak mudah. Anda bisa melakukannya dengan memberi contoh untuk berbagai bersama anak, mengajarkan prioritas mana yang perlu dilakukan dan mana yang tidak, dan mengajarkan kakak tentang cara untuk menjaga dan melndungi adiknya. Dengan contoh-contoh ini, Anda dapat membentuk keharmonisan keluarga bersama anak-anak Anda.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi