Tips Mengatasi Mual Muntah Saat Hamil

doktersehat-makanan-bumil-mual-muntah

DokterSehat.Com – Pada ibu hamil muda, terutama trimester pertama kehamilan terjadi peningkatan hormon dalam tubuh. Secara alami hormon tersebut berguna untuk mempertahankan kehamilan. Hormon tersebut antara lain adalah HCG. Setelah pembentukan ari-ari bayi maka perlahan-lahan keluhan mual muntah saat hamil juga pusing akan berkurang. Mual muntah saat hamil pertanda janin kuat.

Selain perubahan hormon, juga akan terjadi banyak hal lain misalnya sistem peredaran darah dan penyesuaian bentuk tubuh ibu hamil sebagai adaptasi terhadap kehamilan yang sedang berlangsung.

Perubahan-perubahan hormon dan pembesaran rahim tersebut menyebabkan gerakan usus terganggu. Keluhan umum yang sering dirasakan adalah mual dan muntah, rasa penuh pada lambung, nyeri ulu hati terasa seperti terbakar. Sekali lagi semua ini dalam batas normal. Sebagai pengaruh dari hormon kehamilan.

Baca juga: Penyebab Mual dan Muntah di Kehamilan Trimester Akhir

Perubahan hormonal dan keluhan mual muntah pada ibu hamil bukan merupakan suatu penyakit atau kelainan. Meskipun demikian pada beberapa perempuan hamil ada yang harus menjalani rawat inap karena kondisinya semakin lemah. Bila terjadi komplikasi karena kekurangan cairan atau dehidrasi akibat mual muntah yang berlebihan (hiperemesis gravidarum), suhu badan meningkat, atau bila ibu hamil ada gangguan kelenjar tiroid.

Muntah Kuning Saat Hamil

Beberapa wanita mengalami muntah hebat dan terkadang mengalami muntah cairan berwarna kuning atau hijau terang.

Jadi apa itu? Muntah kuning saat hamil merupakan cairan empedu, asam yang diproduksi oleh hati dan digunakan dalam proses pencernaan. Muntah ini terasa pahit dan biasanya berwarna cerah, terkadang juga berwarna hijau gelap atau cokelat.

Apa penyebabnya dan bagaimana menghentikannya? Kondisi ini biasanya disebabkan ketika tidak ada makanan di perut Anda, itulah sebabnya mual muntah terjadi di pagi hari.

Jika memungkinkan, Sediakan air dan biskuit di samping tempat tidur, sehingga Anda bisa memakannya sebelum Anda bangun dari tempat tidur.

Apakah muntah kuning saat hamil berbahaya? Mengeluarkan cairan empedu tidak berbahaya, tetapi dapat dikaitkan dengan beberapa faktor risiko mual di pagi hari:

  • Peningkatan risiko dehidrasi
  • Peningkatan risiko masalah gigi yang disebabkan oleh cairan asam yang menyakiti gigi dan gusi
  • Peradangan dan bisul di mulut dan tenggorokan karena muntah yang berlebihan.

Jika khawatir tentang mual di pagi hari dan seberapa sering muntah, Anda harus selalu mencari saran medis.

Bacajuga: Bahaya Hiperemesis Gravidarum, Mual dan Muntah Berlebihan saat Hamil

Cara Mengatasi Mual Muntah Saat Hamil

Perawatan mual muntah di rumah sakit bertujuan untuk mengatasi kekurangan cairan dan gangguan asupan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Namun selama ibu hamil masih bisa makan dan minum, perawatan ini tidak diperlukan. Tubuh ibu hamil secara alami telah berupaya beradaptasi sedemikian rupa untuk mempersiapkan kehadiran sang bayi dalam rahim ibu. Maka ibu juga harus menjaga benar-benar jenis makanan yang dikonsumsi. Terutama pada tiga bulan pertama masa hamil. Pada masa inilah proses pembentukan organ tubuh bayi dalam rahim mulai berlangsung.

Tips mencegah mual muntah saat hamil:

  • Makan dalam porsi kecil tetapi sering
  • Perbanyak konsumsi karbohidrat, selain nasi bisa di ganti dengan kentang dan lainya
  • Makanlah dalam keadaan hidangan selagi masih hangat
  • Mengurangi makanan berlemak dan mengandung minyak agar lambung tidak memproduksi asam yang berlebihan
  • Hindari makan sambil minum agar lambung tidak terasa penuh
  • Hindari bumbu yang pedas, berbau tajam, terlalu asam
  • Menghindari stres yang membuat asam lambung semakin meningkat
  • Setiap bangun tidur biasakan minum air hangat dan manis sedikit demi sedikit.

Selain tips di atas, Anda bisa memodifikasi dengan mengganti jenis makanan yang dikonsumsi, carilah jenis makanan pengganti yang kadar gizinya dan zat terkandung di dalam makanan tersebut bisa memenuhi kebutuhan tubuh ibu hamil. Misalnya Anda tidak suka makan nasi maka bisa diganti dengan kentang atau roti, dan bila saat hamil mual muntah Anda tidak bisa makan hidangan yang berbau amis seperti ikan dan  daging, dan telur. Sebagai solusinya Anda bisa menggantikan dengan protein nabati, seperti tahu, tempe, dan lainnya. Sebaiknya tetap berusaha minum susu.

Baca juga: Ibu Hamil Wajib Tahu! Cara Pilih Makanan Cegah & Atasi Mual Muntah

Pada pagi hari kadar hormon kehamilan sedang tinggi, maka keluhan mual muntah pada ibu hamil lebih berat, maka minum susu dilakukan menjelang sore atau malam. Minum dalam kondisi hangat. Bila tidak suka susu utuh, bisa diganti dalam bentuk puding atau es krim. Bagi ibu yang menyukai minuman susu sapi segar pastikan sudah direbus dan mendidih. Beberapa ibu hamil ada yang tidak suka susu, sebagai minuman lain boleh air kacang hijau dan minuman sari kedelai.

Mual muntah pada ibu hamil sampai kapan? Setiap ibu berbeda-beda, terkadang sampai 5 bulan bahkan hingga 8 bulan. Setelah melewati masa-masa mual muntah ini dan kondisi selera makan mulai membaik, maka ibu hamil boleh makan semua makanan bergizi tinggi untuk mendukung proses pertumbuhan bayi dalam kandungannya. Diharapkan setelah kurang lebih melewati bulan ke empat kehamilan maka keluhan mual muntah akan berangsur menghilang.

Demikian tips mengatasi mual muntah saat hamil muda. Semoga bermanfaat ya, Teman Sehat?