Tips Mencegah Luka Kaki Diabetes agar Tak Diamputasi

benjolan-mata-kaki-tanda-asam-urat-doktersehat

DokterSehat.Com– Salah satu komplikasi yang paling sering menyerang penderita diabetes adalah munculnya luka yang tak kunjung bisa disembuhkan sehingga akhirnya menyebabkan komplikasi. Dalam dunia medis, luka yang muncul pada penderita diabetes adalah ulkus diabetikum yang sangat berbahaya.

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan munculnya ulkus diabetekum. Selain karena luka yang bisa saja disebabkan oleh banyak hal, kondisi pembuluh darah yang sudah rusak, gangguan neuropati dan imunipati juga bisa menyebabkan infeksi pada luka. Gangguan sirkulasi darah juga membuat luka yang muncul tak kunjung bisa disembuhkan.

Karena alasan inilah, penderita diabetes harus berhati-hati saat melakukan aktivitas karena jika sampai mereka terluka, maka risiko untuk mengalami luka yang tak kunjung bisa disembuhkan pun meningkat. Jika sampai muncul luka, khususnya di bagian kaki, penderita diabetes juga sebaiknya harus memeriksakan kondisi ini ke dokter agar bisa ditangani dengan cepat.

“Luka pada kaki penderita diabetes bisa membuat penderitanya mengalami panas dingin, apalagi jika sampai sudah infeksi. Bagian luka ini bisa menghitam karena tidak lagi mendapatkan aliran darah. Jika kondisinya sudah seperti ini, mau tidak mau harus diamputasi, apalagi jika luka ini sudah merembet ke jari,” ungkap dr. Hans Tandra, MD, PhD dari Rumah Sakit Premier Surabaya.

Menurut dr. Hans, kondisi luka pada kaki bahkan bisa semakin parah jika kadar gula darah sudah sangat tinggi dan terjadi gangguan aliran darah. Tak hanya kaki yang hilang, bisa jadi penderita diabetes kehilangan nyawa akibat infeksi yang semakin parah.

“Penderita diabetes harus menjaga kebersihan setiap hari. Sebagai contoh, harus selalu dicuci dengan bersih kakinya. Jangan sampai muncul lecet. Gunting kuku juga harus dilakukan dengan hati-hati. Pastikan untuk memakai kaos kaki dan sepatu, bahkan di rumah juga sebaiknya memakai sandal dan kaos kaki, bukannya nyeker,” ucap dr. Hans.

Menurut dr. Hans, diabetes terkait erat dengan gaya hidup. Agar tidak sampai terkena komplikasi seperti amputasi, mau tidak mau penderita diabetes harus menerapkan gaya hidup yang sehat agar kadar gula darahnya terkontrol.

“Jangan tidur terlalu larut karena bisa mengacaukan kadar gula darah. Jangan bangun terlalu siang yang bisa memicu kekacauan hormon insulin. Jangan mudah marah-marah karena stres juga bisa membuat gula darah naik,” lanjutnya.