Apa yang Bisa Dilakukan Agar Janin Kuat di Trimester Pertama? Cek 9 Tips Berikut

agar-janin-kuat-di-trimester-pertama-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/cabriolet200

DokterSehat.Com – Saat seorang wanita dinyatakan hamil, maka mulai saat itu dia harus memperhatikan kesehatan tubuh lebih dari biasanya. Menjaga kesehatan di trimester pertama merupakan langkah penting untuk memastikan perkembangan organ janin di dalam kandungan. Lantas, apa yang harus dilakukan agar janin kuat di trimester pertama?

Menguatkan Kandungan Trimester Pertama

Trimester pertama atau sering kali disebut dengan kehamilan muda ditunjukkan pada usia kehamilan 1-3 bulan. Pada saat kehamilan muda ini, banyak risiko yang akan dialami oleh ibu hamil, salah satunya adalah risiko keguguran. Oleh karena itu, ibu hamil harus mengetahui langkah apa yang bisa dilakukan agar janin kuat di trimester pertama.

Berikut adalah beberapa cara agar janin kuat di trimester pertama, di antaranya:

1. Hindari konsumsi alkohol, kafein dan rokok

Salah satu cara menguatkan kandungan trimester pertama adalah dengan tidak merokok. Merokok bisa menyebabkan bayi terlahir prematur, plasenta bermasalah, hingga menyebabkan kondisi bibir sumbing.

Sementara minuman beralkohol dapat mengganggu tumbuh kembang janin, membuat bayi menjadi hiperaktif dan meningkatkan risiko berat bayi lahir rendah. Selain itu, batasi asupan kafein adalah salah satu cara mencegah keguguran. Batasi asupan kafein kurang dari 200 mg per hari (sekitar satu cangkir kopi ukuran sedang).

2. Penuhi waktu istirahat

Cara agar janin kuat di trimester pertama yang paling mudah adalah dengan istirahat cukup. Memasuki trimester pertama, ibu hamil akan cepat lelah dan ini adalah sesuatu yang normal. Jika memungkinkan cobalah untuk tidur siang. Janin membutuhkan Anda untuk tetap sehat.

3. Kendalikan emosi

Meski terbilang mudah, cara agar janin kuat di trimester pertama ini sering kali sulit dilakukan ibu hamil. Ibu hamil muda sering kali cemas mengenai kondisi bayi, cara mengasuh, hingga kondisi finansial. Namun, usahakanlah hal-hal tersebut tidak membuat Anda semakin stres. Nikmatilah setiap prosesnya. Mintalah dukungan dari keluarga, pasangan dan sahabat.

Kehamilan sendiri merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan keintiman dengan pasangan. Ceritakan secara jujur apa yang menjadi kekhawatiran dan harapan yang Anda inginkan. Membahas hal tersebut secara bersama-sama akan memperkuat rasa memiliki sebagai pasangan.

4. Segera atasi keluhan fisik yang muncul

Keluhan yang bisa muncul selama kehamilan adalah mual, muntah, sering buang air kecil, mudah lelah, hingga payudara terasa nyeri. Selain itu, ibu hamil juga ada yang sensitif terhadap aroma tertentu.

Sementara untuk meringankan gejala morning sickness, ibu hamil dapat mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dengan lebih sering. Perbanyak minum air, selingi dengan minuman jahe.

Guna mencegah sembelit saat hamil muda, batasi makanan pedas dan digoreng, serta minuman bersoda. Selain itu, hindari menahan buang air kecil, karena dapat memicu infeksi saluran kemih. Sedangkan untuk mengatasi pusing saat hamil muda, hindari berdiri terlalu lama dan jangan mengubah posisi secara tiba-tiba.

5. Rutin berolahraga

Cara lainnya agar janin kuat di trimester pertama adalah dengan rutin berolahraga. Lakukan aktivitas fisik 30 menit setiap harinya. Hanya dengan melakukan olahraga ringan, hal itu dapat menjadi menjadi pendorong energi yang besar. Konsultasikan dengan dokter mengenai olahraga yang aman.

6. Terapkan pola makan sehat

Pola diet yang sehat berguna untuk memastikan semua nutrisi yang dibutuhkan janin dan kesehatan ibu hamil tercukupi, sekaligus mencegah keguguran trimester pertama

Perlu Anda ketahui bahwa kalori ekstra tidak begitu dibutuhkan saat trimester pertama. Asupan yang paling penting adalah asam folat, zat besi, zinc, serat dan kalsium. Hindari keju dan produk susu yang tidak dipasteurisasi, telur setengah matang, hati dan kerang mentah.

Hindari konsumsi karbohidrat olahan berlebihan seperti roti putih, permen dan nasi putih, karena karbohidrat olahan dapat bergerak cepat masuk ke dalam aliran darah, kemudian melonjakkan kadar glukosa darah. Lonjakan ini dapat mengakibatkan bayi baru lahir gemuk, yang menempatkannya pada risiko yang lebih besar memiliki kelebihan berat badan saat mereka tumbuh dewasa.

Selain itu, cukupi pula asupan asam lemak omega-3 Anda. Diet kaya omega-3 dapat mempertajam perkembangan otak dan saraf bayi Anda sebelum kelahiran. Asam lemak ini juga dapat mengurangi risiko Anda terhadap depresi pasca-melahirkan.

7. Penuhi cairan tubuh

Selama kehamilan, tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk membantu mendukung peningkatan volume darah Anda serta agar janin kuat di trimester pertama. Kurang asupan air dapat menyebabkan sembelit, kelelahan, bahkan persalinan prematur.

8. Konsumsi vitamin prenatal

Vitamin prenatal penting untuk dikonsumsi terutama saat memasuki trimester pertama. Asupan vitamin prenatal sedini mungkin terbukti telah risiko masalah otak dan kerusakan sumsum tulang belakang.

Saat trimester pertama, ibu hamil membutuhkan minimum 400 mikrogram (mcg) suplemen asam folat (vitamin B9) setiap hari. Selain asam folat, Anda juga akan perlu mencukupi kebutuhan 10 mcg vitamin D setiap hari. Meski Anda sudah mengonsumsi vitamin prenatal, jangan lupa penuhi nutrisi dari makanan-makanan lain.

9. Waspada tanda bahaya kehamilan

Munculnya flek atau perdarahan memasuki trimester pertama adalah hal yang normal. Namun, jika perdarahan yang lebih banyak disertai rasa sakit pada bagian perut, hal itu haruslah  diwaspadai. Demikian juga jika cairan vagina saat hamil muda mengalami perubahan warna atau bau.  Ada kemungkinan hal ini menandakan adanya infeksi.

Nah, itulah beberapa cara agar janin kuat di trimester pertama yang harus Anda tahu. Selain menerapkan cara mencegah keguguran seperti di atas, jangan lupa lakukan pemeriksaan pada dokter kandungan secara teratur.

Pemeriksaan awal pada kehamilan trimester pertama juga dapat mengidentifikasi faktor risiko dan memeriksa kelainan kromosom pada janin. Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan mengenai kehamilan atau rencana persalinan dengan dokter kandungan Anda.