7 Tips Hidup Sehat Meski Memiliki HIV/AIDS (ODHA)

DokterSehat.Com – Hingga saat ini penyakit HIV memang belum bisa disembuhkan. Namun, bukan berarti tidak bisa ditangani dengan baik. Seseorang dengan kondisi HIV dan segera ditangani sejak awal bisa hidup seperti layaknya manusia normal. Tidak ada gangguan signifikan yang akan terjadi selama menerapkan gaya hidup sehat. Vonis mati yang biasanya diberikan akan menjadi isapan jempol belaka.

Hidup sehat meski memiliki HIV/AIDS (ODHA)

Kesalahan terbesar yang sering masyarakat lakukan pada ODHA adalah menganggap mereka mudah menularkan penyakitnya. Padahal tanpa melakukan seks, virus tidak akan bisa menular. Selain itu, begitu vonis HIV diberikan, seseorang akan dianggap tidak berumur lama. Padahal mereka masih bisa hidup hingga puluhan tahun dengan sehat.

Penderita ODHA harus menjalani gaya hidup sehat dan beberapa tips di bawah ini dengan baik dan rutin setiap harinya.

  1. Tidak melupakan obat yang diberikan

Meski ada banyak faktor yang memengaruhi kesehatan dari seorang penderita ODHA, obat yang diberikan oleh dokter bisa dianggap sebagai nyawa. Mengapa bisa demikian? Karena kalau obat yang bisa melemahkan virus di dalam tubuh tidak dikonsumsi, kemungkinan virus bertambah menjadi banyak akan sangat besar dan tidak bisa dikontrol.

Biasanya dokter akan memberikan obat dengan durasi dua mingguan atau mungkin bulanan. Sebelum obat habis, segera dapatkan lagi. Obat jenis antiretroviral ini tidak boleh telat diminum meski hanya sehari saja. Jadi, pastikan mendapatkan obat ini dengan stok yang cukup agar virus bisa terus ditekan perkembangannya.

  1. Rutin melakukan olahraga

Daya tahan tubuh dari ODHA memang sangat rendah, itulah kenapa menjaga kesehatan adalah prioritas utama. Meski sudah minum obat untuk menekan virus di dalam tubuh agar tidak terus menyebar, mereka juga disarankan untuk melakukan olahraga secara rutin. Dengan melakukan olahraga, daya tahan tubuh bisa meningkat dengan sendirinya.

Kalau daya tahan tubuh seseorang meningkat dengan sendirinya, kemungkinan terkena virus atau bakteri lain yang memicu penyakit anak kecil. Lakukan olahraga sesuai dengan kemampuan tubuh. Olahraga tidak harus yang terlalu intens kalau nantinya malah membuat tubuh menjadi cedera.

  1. Menjaga pola makan

Salah satu gejala dari HIV yang paling umum adalah penurunan berat badan yang sangat cepat dan susah dikendalikan. Nah, penurunan berat badan yang cukup besar ini bisa menyebabkan masalah pada tubuh khususnya yang berhubungan dengan daya tahan dan kemampuan dari tubuh dalam mengatasi masalah infeksi yang masuk dari luar.

Cara terbaik untuk mengatasi penurunan berat badan yang berlebihan adalah menjalani diet yang sehat. Diet yang sehat harus terdiri dari protein, karbohidrat, dan lemak dalam jumlah yang seimbang. Dengan jumlah yang seimbang, tubuh tidak akan mengalami defisit kalori berlebihan setiap harinya. Pastikan makanan yang masuk ke dalam tubuh juga tidak begitu banyak mengandung gula.

  1. Memakai pengaman saat bercinta

Seseorang dengan infeksi HIV bukan berarti tidak bisa melakukan seks lagi dengan pasangannya. Seks tetap bisa dilakukan seperti layaknya pasangan normal lainnya. Yang perlu diperhatikan sebelum melakukan seks adalah pengaman atau kondom. Jangan pernah melupakan pengaman apa pun kondisinya.

Dengan menggunakan pengaman, Anda bisa  mencegah terjadinya penularan HIV kepada pasangan. Selain itu, peluang terkena penyakit lainnya juga akan kecil. Kalau Anda memiliki HIV lalu berhubungan seks dengan pasangan yang memiliki penyakit kelamin lainnya, kemungkinan tertular akan sangat besar.

  1. Menyetop rokok

Kalau ODHA merupakan pecandu rokok, ada baiknya untuk menghindari konsumsi benda ini secara berlebihan. Kalau bisa segera disetop agar tidak menyebabkan masalah pada tubuh. Rokok berisiko banyak sekali racun dan radikal bebas yang memicu penyakit mudah masuk. Kalau Anda terus merokok dan tidak bisa menghentikannya, infeksi akan semakin banyak terjadi.

Selain rokok, hindari juga alkohol dan juga beberapa aktivitas berbahaya lainnya. Sebelum melakukan apa pun pahami risikonya apakah membahayakan daya tahan tubuh atau tidak.

  1. Rutin memeriksakan kondisi kesehatannya

Apa yang terlihat kadang tidak sesuai dengan apa yang dialami oleh tubuh. Sekilas tubuh mungkin terlihat sangat sehat dan tidak ada gangguan yang terjadi. Namun, kalau diperiksa lebih mendetail akan terlihat masalah yang terjadi. Oleh karena itu lakukan pemeriksaan atau kontrol rutin setiap beberapa bulan atau minggu sesuai dengan anjuran dokter.

Pemeriksaan yang rutin akan menghindarkan tubuh dari aneka gangguan yang tidak terlihat. Masalah sekecil apa pun akan menjadi sangat besar pada kondisi HIV. Jadi, kalau ada masalah kesehatan seperti flu atau pilek, segera periksakan diri ke dokter atau konsumsi obat sesuai anjuran dari dokter.

  1. Mengelola stres dengan baik

Untuk bisa bertahan dengan kondisi HIV yang menggerogoti daya tahan tubuh, seseorang harus melakukan enam hal yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, apakah hal itu sudah cukup? Jawabannya tentu saja tidak. Seseorang dengan kondisi HIV sangat rawan mengalami gangguan mental karena ketakutan berlebih yang dimilikinya.

Cara terbaik untuk menjaga tubuh agar selalu sehat adalah mengendalikan stres dan pikiran negatif yang berlebihan dengan baik. Cara ini dilakukan untuk membuat tubuh tidak mengalami inflamasi yang berlebihan. Kalau inflamasi terjadi secara berlebihan, kondisi fisik juga ikut anjlok. Pengelolaan stres yang bisa dilakukan oleh ODHA adalah yoga atau meditasi.

Demikianlah ulasan tentang cara hidup sehat meski menjadi seorang ODHA. Jadi, jangan langsung berkecil hati dan tidak memiliki semangat hidup. Meski tubuh memiliki virus HIV, bukan berarti tidak bisa hidup sehat lagi. Bahkan, beberapa orang dengan HIV/AIDS masih bisa menikah dan memiliki keturunan tanpa menularkan penyakitnya.