Terbit: 25 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Seberapa sering Anda mengonsumsi sajian dengan bahan makanan mentah didalamnya? Kerap tak disadari, nyatanya kita sebenarnya cukup sering lho mengonsumsi makanan mentah.

Harus Hati-Hati, Ini 4 Tips Aman saat Konsumsi Makanan Mentah

Beberapa sajian, umumnya adalah telur, sangat sering disajikan dalam bentuk setengah matang atau mentah ketika dibuat salad atau minuman.

Hal ini memang merupakan hal yang lumrah, namun jika kita asal memilih dan mengolah bahan makanan mentah tersebut, maka akibatnya tentu tidak main-main.

Bahaya jika asal mengonsumsi bahan makanan mentah

Hampir semua makanan mentah, memiliki risiko bahaya yang terkandung didalamnya.

Kandungan zat, enzim atau paparan bakteri yang kemungkinan besar masih ada pada bahan makanan mentah membuat kita harus ekstra hati-hati saat hendak mengonsumsi sajian dengan bahan makanan mentah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Penyakit diare adalah penyakit sering buang air besar.

Jika kita tidak cermat, maka bukan tidak mungkin akan muncul gangguan pada tubuh, misalnya gangguan di pencernaan, seperti diare dan keracunan makanan.

Cara aman memilih dan mengolah makanan mentah

Untuk mencegah hal tersebut, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan.

Tips di bawah ini akan dijelaskan berdasarkan jenis golongan bahan makanannnya, yaitu:

1. Daging merah, unggas atau ikan mentah sebaiknya diolah dengan metode minimal terlebih dahulu

Jika Anda ingin menyajikan sajian makanan dengan menggunakan daging mentah, usahakan agar daging tersebut paling tidak melewati proses pengasaman atau fermentasi.

doktersehat-sushiHal ini akan membuat daging lebih aman karena menekan jumlah bakteri, meskipun tetap berisiko menyebabkan gangguan pencernaan dan tidak banyak direkomendasikan.

2. Telur dan susu dipilih yang terpasteurisasi

Telur dan susu menjadi bahan makanan yang paling sering diolah dalam keadaan mentah.

Jika Anda hendak menggunakan telur dalam keadaan mentah, usahakan Anda memilih telur yang terpasteuriasi agar kandungan bakteri yang ada dalam telur benar-benar hilang.

doktersehat-susu-keju-telur

Sama dengan telur, Anda juga sebaiknya memilih susu yang telah terpasteurisasi untuk digunakan sebagai sajian atau konsumsi sehari-hari.

Langsung mengonsumsi atau mengolah susu mentah sangat berisiko untuk kesehatan, utamanya pencernaan, karena susu mentah rentan mengandung bakteri berbahaya yang masih aktif.

3. Buah mentah harus dipilih dengan cermat

Buah mentah cukup sering digunakan dalam berbagai masakan atau sajian camilan dari buah. Sebut saja sayur pepaya muda atau buah mangga muda yang kerap diolah sebagai rujak buah.

Meskipun dianggap aman, nyatanya mengonsumsi buah yang belum matang berisiko untuk kesehatan karena disinyalir masih memiliki kandungan getah lateks pada bagian daging buah.

doktersehat-mangga-baik-untuk-diabetesPemilihan buah mentah yang dilakukan asal menyebabkan risiko adanya kandungan getah dalam buah masih banyak dan bisa mengganggu pencernaan tubuh.

Jika hendak mengolah sajian dari buah mentah, pilih buah yang tidak terlalu mentah.

Hal ini bisa Anda lakukan dengan memilih buah dengan ukuran yang hampir sama dengan ukuran buah matang pada umumnya, atau memilih buah mentah yang sudah mendekati tanda-tanda matang, dapat dilihat dari warna matang atau aroma wangi buah yang mulai muncul.

4. Sayur dan kacang-kacangan mentah tak boleh dipilih asal

Sebagian besar sayur aman untuk langsung dikonsumsi asalkan telah dicuci dengan bersih.

Akan tetapi, kita harus berhati-hati untuk tidak mengonsumsi sayur jenis tauge, buncis dan kacang merah dalam keadaan mentah.

Kesalahan-mengolah-kecambah-doktersehat-1

Photo Credit: Flickr.com/ Stacy Spensley

Hal ini mempertimbangkan kandungan gas dan zat yang ada pada buncis dan kacang merah yang dapat menyebabkan reaksi keracunan, serta proses pertunasan pada tauge yang rentan menyebabkan kontaminasi bakteri.

Usahakan untuk mengolah ketiga bahan makanan ini terlebih dahulu dengan menumis, mengukus atau merebusnya terlebih dahulu, ya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi