Tinta Pemilu Bikin Jari Ungu, Berbahaya Tidak Untuk Kesehatan?

Photo Source: malangtoday.net

DokterSehat.Com– Salah satu yang khas dari Pemilihan Umum (Pemilu) yang diadakan di Indonesia adalah penggunaan tinta setelah menyoblos. Hal ini akan membuat jari kita berwarna ungu untuk beberapa waktu. Mengingat jari tangan digunakan untuk berbagai macam aktivitas, apakah keberadaan tinta yang membuat jari berwarna ungu ini bisa memberikan dampak bagi kesehatan?

Dampak penggunaan tinta pemilu

Tinta dianggap sebagai penanda yang cukup efektif bagi mereka yang sudah menyoblos. Tinta ini bisa bertahan setidaknya sekitar 24 jam setelah jari kita dicelupkan sehingga bisa mencegah orang-orang yang ingin menyoblos hingga dua kali.

Bahan utama dari tinta yang digunakan untuk pemilu adalah perak nitrat, pengental, bahan pewarna, sekaligus pengering. Masalahnya adalah bahan kimia dengan nama AGNO3 ini ternyata tidak benar-benar aman bagi kesehatan. Bahkan, perak nitrat sebenarnya termasuk dalam bahan yang berbahaya atau beracun. Jika penggunaan tinta ini berlebihan atau jangka panjang, bisa jadi akan memicu iritasi kulit atau bahkan meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

Beruntung, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan pengawasan ketat untuk penggunaan bahan kimia ini pada tinta pemilu. Asalkan dibatasi jumlahnya agar tidak mencapai 4 persen, tinta ini masih aman untuk digunakan.

Sebenarnya, pada Pemilu 2004 silam, kadar penggunaan bahan perak nitrat jauh lebih besar dibandingkan dengan saat Pemilu 2009 atau 2014, namun tidak ada kasus munculnya efek samping dari penggunaan tinta pemilu oleh masyarakat.

Tidak adakah bahan yang lebih aman?

Para ahli dari Universitas Indonesia dan Universitas Padang pernah meneliti bahan tinta yang dianggap lebih aman untuk digunakan, yakni kunyit dan gambir. Hasilnya adalah, gambir dianggap jauh lebih aman untuk digunakan sebagai bahan tinta pemilu. Selain itu, harganya juga jauh lebih murah dari perak nitrat. Hanya saja, sejak Pilpres 2014 KPU tetap menggunakan bahan perak nitrat sebagai campuran tinta pemilu.

Sebaiknya mencelupkan jari tangan kiri ke tinta

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mencelupkan jari tangan kiri alih-alih jari tangan kanan karena kecenderungan kita untuk makan memakai tangan kanan. Dikhawatirkan, jika kita memegang makanan dengan jari yang masih ada tintanya, akan membuat kandungan tinta yang berbahaya ini mengontaminasi makanan tersebut dan memicu efek kesehatan yang tidak diinginkan.

Hanya saja, sebenarnya hingga saat ini juga belum ada kasus keracunan atau efek samping lain yang serius akibat penggunaan tinta pemilu ini.

Tips menghilangkan tinta pemilu dengan cepat

Selain menandakan bahwa kita sudah memilih, tinta pemilu yang menempel pada jari juga bisa memberikan keuntungan tersendiri mengingat banyak merchant yang menyediakan diskon atau promosi khusus jika kita menunjukkan jari ungu kita. Hanya saja, banyak orang yang ingin segera menghilangkan tinta pemilu ini karena dianggap cukup mengganggu.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkannya.

  1. Memakai pembersih cat kuku

Pembersih cat kuku atau aseton biasanya cukup ampuh untuk menghilangkan tinta pemilu. Cukup teteskan pembersih cat kuku ini ke kapas dan usapkan ke bagian jari ungu hingga tinta menghilang.

  1. Memakai pemutih pakaian

Kita tinggal memasukkan jari ungu ke cairan pemutih pakaian sambil menggosok-gosoknya hingga tinta menghilang dengan sendirinya.

  1. Memakai lotion anti nyamuk

Kita juga bisa menggunakan lotion anti nyamuk untuk menghilangkan tinta pada jari dengan cepat.

4. Gunting kuku

Jika yang dicelupkan adalah bagian kuku saja, kita bisa menggunting kuku tersebut sehingga bagian yang sudah dikotori tinta akan hilang.