Terbit: 25 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Seiring dengan berjalannya waktu dan usia, prostat akan melebar dan mengganggu kesehatan seksual serta ekskresi pada pria. Untuk itu, menjaga kesehatan prostat sejak dini harus dilakukan agar gangguan di atas tidak terjadi serta peluang munculnya kanker prostat bisa diperkecil.

Tingkatkan Kesehatan Prostat dengan Konsumsi Ini

Nah, salah satu cara untuk menjaga kesehatan prostat adalah dengan mengonsumsi makanan di bawah ini.

1. Ikan dengan lemak baik
Tidak semua lemak berbahaya untuk tubuh, beberapa lemak dari buah seperti alpukat atau dari ikan baik untuk jantung dan organ lain seperti prostat. Mengonsumsi ikan berlemak sehat seperti salmon atau tuna membuat tubuh mendapatkan banyak supai omega-3. Kandungan ini bermanfaat sebagai anti pembengkakan dan juga mencegah tumbuhnya tumor pada prostat.

2. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan memberikan kandungan lemak nabati yang sehat pada tubuh kalau dikonsumsi dengan porsi yang tepat. Kacang yang sehat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan kesehatan otak. Lebih lanjut, kacang jenis tertentu seperti kacang brazil mengandung kalsium dan selenium. Kandungan selenium ini bermanfaat untuk mencegah atau melawan kanker prostat.

3. Teh hijau
Selama ini kita hanya tahu kalau teh hijau bermanfaat untuk tubuh khususnya untuk penurunan berat badan. Selain itu, teh hijau juga mengandung polifenol yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Mengonsumsi teh hijau secara rutin juga mampu menurunkan kadar kolesterol pada tubuh dan meningkatkan kesehatan otak. Lebih lanjut, teh hijau juga mampu melindungi prostat sehingga kanker tidak akan terbentuk.

4. Semangka
Semangka mengandung likopen yang merupakan antioksidan hebat. Likopen yang juga terdapat pada tomat, aprikot, dan pepaya ini mampu membantu tubuh untuk menurunkan risiko terkena kanker prostat. Mengonsumsi semangka secara rutin akan membuat Anda lebih sehat meski mereka yang memiliki tekanan darah rendah tidak disarankan karena tekanan darah bisa lebih drop.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi