Terbit: 26 April 2017
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tindak lanjut dengan dokter setelah memiliki sakit perut adalah berdasarkan kondisi pasien tersebut. Jika orang tersebut diperbolehkan pulang setelah evaluasi, seseorang dapat diberikan petunjuk tentang apa yang mereka bisa dan tidak bisa makan dan minum. Dokter dapat menyarankan untuk kembali ke unit gawat darurat jika kondisi tertentu terjadi .

Sakit Perut pada Dewasa – Tindak Lanjut

Jika penderita tidak diberi petunjuk khusus mereka harus mengikuti rekomendasi ini:

  • Jika Anda ingin makan, mulailah dengan air putih untuk mengetes kinerja saluran pencernaan Anda.
  • Jika air tidak menimbulkan rasa sakit lebih lanjut atau muntah, lanjutkan makanan yang ‘hambar’ seperti kerupuk, nasi, pisang, apel, atau roti panggang.
  • Jika gejala tidak kambuh dalam beberapa hari, kembali ke diet normal Anda.

Pasien harus kembali ke gawat darurat atau dokter dalam situasi berikut.

  • Rasa sakit memburuk atau jika pasien mulai muntah, mengalami demam tinggi, atau tidak dapat buang air kecil atau buang air besar.
  • Gejala memburuk atau mengkhawatirkan.
  • Gejala perut tidak membaik dalam 24 jam.
Prognosis Sakit Perut pada Dewasa

Secara keseluruhan, banyak tipe sakit perut yang akan hilang sendiri tanpa harus operasi, tanpa diketahui penyebabnya, dan kebanyakan orang hanya membutuhkan obat pereda nyeri. Untuk diketahui, penyebab pembedahan nyeri perut bervariasi hasilnya tergantung pada keparahan kondisi dan kondisi medis pasien yang mendasari.

  • Jika pasien memiliki appendiksitis (radang usus buntu) atau batu empedu inkomplit, pasien perlu menjalani operasi.
  • Jika pasien mengalami ruptur appendiks (radang usus buntu yang pecah) atau batu empedu terinfeksi, pemulihan dapat berlangsung lebih lama.
  • Nyeri perut karena perforasi ulkus atau usus yang tersumbat dapat berarti membutuhkan operasi besar dan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.
Sakit Perut Pada Dewasa :   1   2   3   4   5   6   7   8   9

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi