Terbit: 26 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar tips kesehatan yang menyarankan kita untuk tidak lagi makan apapun setidaknya dua jam sebelum tidur. Jika melakukannya, maka kita akan lebih rentan terkena kenaikan berat badan dan risiko beberapa jenis penyakit tertentu seperti diabetes. Sebenarnya, apakah memang kebiasaan tidur setelah makan bisa memicu datangnya penyakit ini?

Tidur Setelah Makan Bisa Sebabkan Diabetes. Mitos atau Fakta?

Dampak tidur setelah makan

Sebuah penelitian yang dilakukan di Graduate School of Health Sciences, Okayama University, Jepang, menyebut kebiasaan makan di waktu dua jam sebelum tidur tidak menyebabkan dampak buruk bagi kadar gula darah. Sebagai informasi, sebagaimana di negara-negara lainnya, masyarakat Jepang juga diminta untuk setidaknya tidak mengonsumsi makanan apapun dalam waktu dua jam sebelum tidur minimal tiga kali dalam seminggu.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa 1,573 orang dewasa dengan usia paruh baya atau yang lebih tua dilibatkan dalam kurun waktu 2012 hingga 2014. Seluruh partisipan dipastikan tidak memiliki masalah diabetes. Sebagian besar partisipan adalah wanita dengan usia lebih dari 65 tahun. Para partisipan ini kemudian dicek kebiasaan pola makannya, berat badan, aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokoknya. Selain itu, mereka juga dicek kadar HbA1c yang bisa menandakan kadar gula darah selama dua atau tiga bulan.

Sebagian kecil partisipan ternyata terbiasa makan dalam waktu dua jam sebelum tidur. Hanya saja, mereka yang melakukannya hanya mengalami peningkatan kadar HbA1c dalam jumlah yang sedikit. Dampaknya bagi peningkatan kadar gula darah tidak begitu signifikan.

“Berdasarkan penelitian kami, dipastikan bahwa waktu makan yang dekat dengan waktu tidur tidak akan menyebabkan kenaikan kadar HbA1c dengan signifikan. Hanya saja, hal ini juga terkait dengan porsi makanan atau jenis makanan apa saja yang dikonsumsi. Faktor-faktor lain yang berpengaruh pada sistem metabolisme dan risiko diabetes adalah kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, hingga waktu tidur,” terang peneliti.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Pola makan yang bisa memicu datangnya diabetes

Pakar kesehatan menyebut diabetes sebagai penyakit yang seringkali disebabkan oleh pola makan yang buruk. Masalahnya adalah seringkali kita tetap menerapkan pola makan yang tidak sehat ini karena memang nikmat untuk dilakukan.

Berikut adalah pola makan yang bisa menyebabkan datangnya diabetes.

  1. Makan terlalu malam

Meskipun penelitian sebelumnya membuktikan bahwa makan yang terlalu dekat dengan waktu tidur tidak begitu mempengaruhi kadar gula darah, pakar kesehatan menyebut kebiasaan makan terlalu malam tetap saja bisa menyebabkan diabetes. Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan berat badan akan naik dengan signifikan akibat kebiasaan ini. Padahal, jika sampai kita mengalami masalah obesitas, risiko untuk terkena diabetes juga akan meningkat.

  1. Malas sarapan

Karena berbagai kesibukan, banyak orang yang sengaja melewatkan waktu sarapan. Padahal, menurut pakar kesehatan, kebiasaan melewatkan sarapan ini akan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh kondisi tubuh yang kekurangan nutrisi di pagi hari akan mengganggu keseimbangan hormon insulin. Jika sampai respons insulin mengalami kerusakan, maka tubuh tidak akan lagi mampu menyeimbangkan kadar gula darah dan akhirnya berimbas pada datangnya diabetes

  1. Diet yang tidak tepat

Banyak orang yang memilih untuk menurunkan asupan karbohidrat demi menurunkan berat badan. Meskipun tujuannya baik, hal ini sebenarnya justru bisa menyebabkan risiko diabetes meningkat. Alih-alih menurunkan asupan karbohidrat, sebaiknya kita mengganti makanan dengan karbohidrat sederhana menjadi karbohidrat kompleks layaknya gandum utuh atau oatmeal yang bisa membantu menurunkan risiko diabetes dan berat badan.

  1. Memanaskan makanan dengan sembarangan

Sebuah penelitian yang dilakukan di NYU Langone Medical, New York, Amerika Serikat menghasilkan fakta bahwa terbiasa memanaskan makanan dengan memakai wadah plastik bisa meningkatkan risiko diabetes karena akan mengganggu respons insulin.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi