Manfaat dan Risiko Tidur di Lantai!

tidur-di-lantai-doktersehat
photo credit : pexels.com

Dokter Sehat – Saat cuaca sedang panas, pasti Anda akan merasakan gerah dan akan menyalakan kipas angin, sambil minum minuman dingin tentunya. Jika Anda memiliki AC di rumah, benda ini pasti akan menjadi sahabat ketika cuaca panas. Anak-anak juga tidak lepas dari kebutuhan ini.

Biasanya, anak-anak akan tidur di atas lantai sambil menyalakan kipas angin untuk mendinginkan badan. Tapi, tahukah Anda jika mengarahkan kipas angin secara langsung ke arah anak kecil dapat menyebabkan penyakit? Apalagi diarahkan langsung ke wajah, ini dapat menyebabkan penyakit Bell Palsy.

Baca juga: Posisi Tidur yang Aman dan Berbahaya Saat hamil

Penyakit Bell Palsy terjadi karena membengkaknya saluran saraf Fasialis (wajah) yang melewati telinga. Beberapa ahli menyatakan penyebab Bell Palsy berupa paparan angin dingin di salah satu sisi wajah secara terus menerus, ada juga yang menyatakan hal itu disebabkan oleh virus herpes yang menetap di tubuh dan teraktivasi kembali karena trauma, faktor lingkungan, stres dan hal lainnya.

Sebagian penderita penyeakit Bell Palsy bisa sembuh tanpa pengobatan, tetapi tetap disarankan untuk menjalani terapi dan pengobatan.

Tanda-tanda jika seseorang terkena penyakit ini terutama anak kecil adalah pada saat tersenyum, misalnya, maka bagian bibir yang satu sisi dengan pembengkakan saluran saraf akan sulit untuk bergerak mengikuti pola senyuman. Begitupun apabila anak hendak mengernyitkan alis, maka pada alis di sisi pembengkakan akan sulit terangkat.

Baca juga: Posisi Tidur yang Baik untuk Mengurangi Kram Akibat Menstruasi

Manfaat Tidur di Lantai

Tidur di lantai sebenarnya memang punya manfaat kesehatan tersendiri bagi tubuh, misalnya saja peredaran darah yang lebih lancar dan postur tubuh jadi lebih baik. Bahkan, ketika Anda merasa sakit punggung atau sakit leher, tidur di lantai akan membantu mengatasinya lho, bahkan skoliosis juga bisa dicegah.

Tidur di lantai membantu membentuk postur. Ini dapat dikaitkan dengan dua hal, pelurusan punggung melalui dukungan yang tepat dan karena menurunkan rasa sakit. Orang sering membungkuk karena berdiri tegak menyebabkan kesakitan, berkat tidur di kasur atau mengembangkan kebiasaan buruk.

Manfaat tidur di lantai juga bisa menyebabkan perasaan lebih beristirahat. Orang yang tidur di lantai menemukan diri mereka tidak hanya merasa lebih tenang, tetapi lebih siap bangun pagi. Terkadang terlelap di tempat tidur bisa terlalu nyaman, itulah sebabnya mengapa kita menekan tombol tunda sekali atau dua kali pada alarm setiap pagi.

Saat tidur di lantai, Anda mendapatkan kualitas tidur yang tepat, dan tidak begitu nyaman sehingga ingin tetap berbaring di lantai selama beberapa waktu. Meskipun tindakan awal tidur di lantai bisa sedikit tidak nyaman, setelah Anda tertidur, itu tidak masalah.

Selain itu, ada dua manfaat lain di sisi pikiran dan relaksasi, di mana tidur di lantai memberikan kenyamanan bagi pikiran dan memurnikan jiwa.

Risiko Bahaya Tidur di Lantai

Kasur diciptakan untuk memberikan kenyamanan dan kehangatan sepanjang tidur, dan inilah mengapa tubuh tidak mudah masuk angin atau demam. Sementara tidur di lantai yang lembap dan dingin memang nyaman pada awalnya, namun bila dilakukan terlalu sering akan, efek tidur di lantai membuat tubuh terasa sakit, demam dan masuk angin.

Baca juga: Suka Tidur di Lantai? Waspada Masalah Berikut ini

Ancaman Serangga dan Kuman

Akibat tidur di lantai bisa meningkatkan ancaman terhadap serangga dan kuman, yang bisa kapan saja menggigit dan menyebabkan penyakit tertentu. Selain itu, sebagian orang juga mengalami mimpi buruk ketika mencoba tidur di lantai.

Nah, demikian manfaat dan risiko jika Anda tidur di lantai. Semoga artikel ini bermanfaat, Teman Sehat!