Terbit: 29 Juli 2020 | Diperbarui: 4 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Beberapa orang mungkin harus tidur dengan lampu menyala. Tapi tahukah Anda bahwa tidur dengan lampu yang menyala memiliki dampak negatif terhadap kesehatan tubuh? Lantas, adakah solusi untuk menghentikan kebiasaan ini? Berikut adalah informasi selengkapnya!

10 Akibat Tidur dengan Lampu Menyala & Tips Tidur Sehat

Tidur dengan Lampu Menyala Tidak Nyenyak?

Idealnya, orang akan mematikan lampu kamarnya ketika hendak tidur di malam hari. Akan tetapi, sebagian orang—mungkin termasuk Anda salah satunya—justru lebih memilih untuk tetap menyalakan lampu saat tidur.

Tentunya menjadi hak Anda untuk tidur dengan lampu menyala, namun perlu diketahui jika kebiasaan ini diklaim dapat membuat tidur jadi tidak nyenyak, lho! Hal ini cukup beralasan mengingat  sorot cahaya lampu akan berdampak pada produksi hormon melatonin yang terhenti. Padahal, hormon inilah yang menciptakan rasa kantuk.

Akibat Tidur dengan Lampu Menyala

Nah, selain membuat tidur Anda jadi tidak nyenyak, kebiasaan tidur tanpa mematikan lampu ini jika dilakukan terus-menerus juga ada kemungkinan akan mengakibatkan timbulnya sejumlah masalah kesehatan. Berikut adalah akibat tidur dengan lampu menyala yang perlu Anda ketahui.

1. Obesitas

Dampak negatif yang pertama dari kebiasaan tidak mematikan lampu saat tidur di malam hari adalah berat badan yang melebihi ideal atau dikenal dengan istilah obesitas. Menurut studi yang dirilis oleh National Institutes of Health, efek ini lebih umum dialami oleh kaum wanita.

Naiknya berat badan secara signifikan ini berkaitan dengan terganggunya kualitas tidur. Akibat tidur dengan lampu menyala, seseorang jadi lebih sulit tidur sehingga durasi tidurnya berkurang. Manakala waktu tidur kurang, frekuensi makan pun bertambah. Maka tak heran, berat badan pun bertambah.

2.Meningkatkan Risiko Kecelakaan atau Insiden Lainnya

Akibat tidur yang kurang nyenyak, Anda pun jadi mudah mengantuk saat beraktivitas di keesokan harinya. Rasa kantuk yang mendera sepanjang hari pun tak pelak akan membuat fokus berkurang.

Celakanya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami insiden-insiden yang tidak diinginkan. Misalnya, ketika Anda sedang mengendarai mobil atau motor, rasa kantuk disertai tingkat fokus yang rendah berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan! Bahaya sekali, bukan?

3. Mudah Depresi

Depresi adalah akibat tidur dengan lampu menyala selanjutnya yang harus Anda pahami.  Lagi-lagi, hal ini berkaitan dengan menurunnya kualitas tidur yang merupakan efek langsung dari kebiasaan tersebut.

Waktu tidur yang kurang telah terbukti menyebabkan seseorang menjadi stres atau bahkan depresi. Sementara itu, pada anak-anak kebiasaan ini dapat membuat mereka jadi cenderung hiperaktif.

4. Menghambat Proses Pertumbuhan

Selain menyebabkan anak jadi hiperaktif, tidur dengan lampu nyala yang berujung pada berkurangnya waktu tidur juga bisa menghambat proses pertumbuhan mereka. Pasalnya, hampir semua aktivitas tumbuh kembang tubuh anak terjadi saat mereka tertidur.

Oleh sebab itu, Anda para orang tua sebaiknya biasakan anak untuk tidur dalam kondisi ruangan yang gelap agar kualitas tidurnya terjaga dengan baik. Tentu Anda tidak mau perkembangan si kecil jadi terhambat, bukan?

5. Menghambat Proses Pemulihan Penyakit

Jika Anda sedang terserang penyakit seperti flu, tidur yang cukup di malam hari akan membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit tersebut. Akan tetapi, lain cerita jika tidur Anda jadi terganggu akibat lampu yang masih menyala.

Alih-alih sembuh lebih cepat, yang terjadi justru proses penyembuhan atau pemulihan menjadi lebih lama. Maka dari itu, sebaiknya matikan lampu saat tidur jika ingin proses penyembuhan berjalan dengan optimal.

6. Diabetes

Diabetes adalah penyakit akibat gangguan metabolisme yang kasusnya sangat umum di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Nah, sebuah studi menunjukkan bahwa paparan cahaya pada malam hari mengganggu fungsi metabolisme sebagai akibat dari terganggunya ritme sirkadian.

Padahal, ritme sirkadian memberikan pengaruh kuat terhadap proses metabolisme, termasuk membantu mengatur kadar insulin dan toleransi glukosa. Keduanya merupakan faktor yang berkontribusi terhadap diabetes dan pra-diabetes.

Penelitian menunjukkan hubungan antara diabetes dan gangguan irama sirkadian, serta antara diabetes dan paparan cahaya malam hari.  Pekerja shift, yang sering terpapar cahaya buatan pada malam hari dan menghadapi gangguan yang terus-menerus terhadap ritme sirkadian dan jam biologis, disebut memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang diabetes.

7. Tekanan Darah Tinggi

Akibat tidur dengan lampu menyala lainnya yang harus Anda waspadai adalah penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Seperti yang telah disinggung sebelumnya, paparan cahaya lampu kamar merangsang tubuh untuk menghentikan produksi melatonin, yakni hormon yang berfungsi untuk menimbulkan rasa kantuk.

Menurut sebuah penelitian, kadar melatonin dalam tubuh saat terpapar cahaya akan menurun sebanyak 50 persen. Para ahli yang terlibat dalam penelitian pun sepakat jika kondisi ini berdampak pada meningkatnya tekanan darah.

8. Jantung dan Stroke

Meningkatnya tekanan darah sebagai akibat dari tidur dengan lampu menyala ini dalam perkembangannya bisa berujung pada kondisi yang lebih serius yakni penyakit jantung dan stroke. Hal ini semakin diperparah dengan klaim bahwa penurunan kadar melatonin juga berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol ‘jahat’, faktor pemicu lainnya dari kedua penyakit kardiovaskular tersebut.

9. Kanker

Jenis penyakit lainnya yang mungkin berpotensi untuk menyerang Anda jika tidak segera menghentikan kebiasaan tidur dengan lampu menyala adalah kanker. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, paparan cahaya di malam hari dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker seperti kanker payudara hingga 50 persen!

Sementara pada mereka yang sudah terserang penyakit ini, paparan cahaya pada malam hari dikatakan akan semakin mempercepat pertumbuhan sel-sel kanker. Kendati fakta ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sebaiknya Anda tetap waspada.

10. Produktivitas Menurun

Menurunnya produktivitas adalah dampak negatif lainnya dari kualitas tidur yang menurun akibat tidur tanpa mematikan lampu kamar. Pasalnya, kurang tidur hanya akan membuat Anda jadi mengantuk dan merasa lelah sepanjang hari.

Tidak Bisa Tidur dengan Lampu yang Tidak Menyala, Apa Solusinya?

Apabila Anda sudah terbiasa tidur dengan tanpa mematikan lampu, maka salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan terlebih dahulu tetap menggunakan lampu saat tidur. Namun, alih-alih lampu terang, gunakan lampu bohlam kecil berwarna merah.

Mengapa harus bohlam berwarna merah? Jawabannya karena paparan cahaya berwarna merah diklaim tidak akan mengganggu aktivitas produksi melatonin di dalam tubuh. Dengan demikian, tidur Anda kemungkinan bisa tetap nyenyak.

Selain itu, ada baiknya jika Anda juga menerapkan sejumlah tips sehat berikut ini:

  • Mulailah membiasakan diri tidur dengan lampu kamar yang dimatikan
  • Hentikan kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur
  • Buatlah jadwal tidur dan bangun, lalu patuhi jadwal tersebut setiap hari
  • Hindari tidur siang terlalu lama
  • Hindari minuman mengandung alkohol dan kafein
  • Hindari makan besar sebelum tidur
  • Atur suhu kamar tidur menjadi sejuk

 

  1. Beyer, A. 2020. Why You Should Ditch the Night-Light for Better Sleep. https://greatist.com/health/sleeping-with-lights-on (Diakses pada 29 Juli 2020)
  2. Breus, M. 2016. 5 Serious Medical Conditions linked to Nighttime Light Exposure. https://thesleepdoctor.com/2016/10/31/5-serious-medical-conditions-linked-nighttime-light-exposure/?cn-reloaded=1 (Diakses pada 29 Juli 2020)
  3. Cherney, K. 2019. Is Sleeping with the Lights On Good or Bad for You? https://www.healthline.com/health/sleeping-with-the-lights-on#how-to-start-sleeping-without-light (Diakses pada 29 Juli 2020)
  4. NIH. Sleeping with artificial light at night associated with weight gain in women. 2019. https://www.nih.gov/news-events/news-releases/sleeping-artificial-light-night-associated-weight-gain-women (Diakses pada 29 Juli 2020)
  5. The National Sleep Foundation. 2020. Lights Out for a Good Night’s Sleep. https://www.sleepfoundation.org/articles/lights-out-good-nights-sleep (Diakses pada 29 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi