Terbit: 11 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Tidur tak hanya tentang menghilangkan rasa kantuk. Dalam realitanya, saat bangun tidur, sensasi tidak nyaman, pegal-pegal, hingga rasa nyeri pada tubuh bisa menghilang. Sebenarnya, apakah benar jika tidur bisa mengatasi rasa nyeri?

Tidur Bisa Mengatasi Rasa Nyeri?

Dampak Tidur bagi Rasa Nyeri

Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Journal of Neuroscience menghasilkan fakta bahwa kurang tidur akan membuat tubuh menjadi terlalu peka dengan rasa nyeri. Hal ini disebabkan oleh tertekannya kinerja respons pada pusat perada nyeri yang ada di otak.

Penelitian yang dilakukan oleh Mathew Walker dan Adam Krause dari University of Berkeley, California, Amerika Serikat ini dilakukan untuk mengetahui dampak dari tidur yang bisa kita dapatkan. Penelitian ini dilakukan dengan mengecek kondisi 24 partisipan. Mereka mendapatkan rangsangan panas pada bagian kaki untuk mengetahui bagaimana dampaknya pada respons rasa nyeri.

Para partisipan juga dipindai otaknya untuk mengetahui respons nyeri yang mereka rasakan dengan pemindaian MRI. Hasilnya adalah, kebiasaan tidur mereka bisa memberikan pengaruh besar pada respons rasa nyeri dengan signifikan.

Hasil dari penelitian ini adalah, mereka yang kurang tidur cenderung kurang peka terhadap rasa sakit. Bagian korteks somatosensory otak yang mengendalikan kepekaan pada rasa nyeri ini menjadi terlalu aktif. Bagian nucleus accumbens di otak juga cenderung kurang aktif sehingga produksi hormon pereda nyeri dan hormon bahagia semakin menurun.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Melihat fakta ini, kurang tidur memang bisa membuat tubuh terasa semakin tidak karuan, nyeri, dan pegal-pegal. Penyebabnya adalah perubahan aktivitas yang ada di dalam otak.

Penelitian lainnya kemudian dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak tidur bagi 230 partisipan. Mereka dicek kebiasaan tidurnya selama beberapa hari untuk mengetahui kepekaannya pada respons rasa nyeri. Hasilnya adalah, perubahan jam tidur bisa menyebabkan munculnya rasa nyeri keesokan harinya. Walker bahkan menyebut tidur ternyata memiliki peran seperti pereda rasa nyeri secara alami.

Tips Tidur Nyenyak Setiap Malam

Kualitas dan durasi tidur kita bisa mempengaruhi kemungkinan untuk mengatasi sensasi pegal dan nyeri di dalam tubuh.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan demi tidur nyenyak setiap malam.

  1. Memastikan Posisi Tidur yang Tepat

Jika kita mengalami sensasi nyeri pada bagian punggung bawah, ada baiknya tidak sembarangan menerapkan posisi tidur. Jika sampai salah, rasa nyeri ini bisa saja akan semakin menjadi. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidur dengan posisi telentang atau menyamping demi meredakan rasa nyeri tersebut. Hanya saja, jika ada saran dokter untuk menerapkan posisi tertentu, tak ada salahnya untuk menerapkannya.

  1. Tidur Tepat Waktu

Meski terlihat sepele, tidur di waktu yang sama setiap malam bisa membuat kualitas tidur meningkat, lho. Hal ini disebabkan oleh jam biologis tubuh yang berlangsung dengan lancar yang berimbas pada meningkatnya sistem metabolisme dan keseimbangan hormon. Dampaknya tentu akan membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan akhirnya membuat rasa nyeri mereda.

  1. Tidak Mengonsumsi Minuman Berkafein di Malam Hari

Jika kita minum kopi atau minuman bersoda di malam hari, bisa jadi rasa kantuk akan menghilang dan akhirnya membuat kita tak kunjung bisa tidur dengan nyenyak. Jika sampai kita mengalami kurang tidur, maka tubuh akan lebih mudah mengalami pegal-pegal dan sensasi tidak nyaman lainnya.

  1. Berhenti Memainkan Gawai

Hentikan penggunaan gawai sekitar satu atau dua jam sebelum tidur demi membuat tubuh lebih mudah mengantuk sehingga kita pun bisa segera tidur dengan nyenyak.

  1. Mengatur Suhu Kamar

Kamar yang sejuk dan nyaman bisa membuat kita tidur dengan nyenyak sehingga saat bangun akan menghilangkan sensasi pegal dan nyeri di dalam tubuh.

 

Sumber:

  1. Sandoiu, Ana. 2019. Why sleep is the best painkiller. medicalnewstoday.com/articles/324316.php#1 (Diakses pada 11 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi