Hirup Aroma Ikan Bakar Saat Tahun Baru, Bocah Ini Meninggal

ikan-bakar-doktersehat
Photo Source: Flickr/chanceprojects

DokterSehat.Com– Salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk menikmati malam Tahun Baru adalah dengan membakar ikan dan berbincang-bincang dengan saudara atau teman-teman. Hal ini ternyata tidak hanya dilakukan di Indonesia, melainkan di negara-negara Barat. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh sebuah keluarga yang ada di Brooklyn, New York, Amerika Serikat.

Alergi ikan

Camron Jean-Pierre dan ayahnya Steven, sedang berkunjung ke tempat tinggal ibunya demi merayakan malam pergantian tahun bersama. Mereka pun kemudian bersama-sama mempersiapkan makan malam dengan cara memasak ikan cod. Ikan ini memang bisa diolah menjadi berbagai macam masakan yang lezat, namun keluarga ini tidak menyangka jika pilihan menu ini justru bisa memberikan dampak yang sangat fatal bagi Camron.

Sebenarnya, orang tua Camron tahu jika buah hatinya memiliki alergi ikan, namun mereka hanya berpikir jika Camron hanyalah tidak perlu mengonsumsi makanan yang dibuat dari bahan ini. Mereka pun mengizinkan sang anak untuk menyiapkan ikan cod ini, tepatnya saat membakar ikan tersebut agar bisa dijadikan lauk.

Sayangnya saat Camron menghirup aroma dari ikan cod yang sedang dibakar, ia langsung mengalami gejala alergi berupa sesak napas yang cukup parah. Steven langsung panik dan berusaha untuk memberikan bantuan pernapasan. Sayangnya, sekitar seperempat jam kemudian, bocah yang baru berusia 11 tahun ini justru mulai kehilangan kesadaran.

Dilarikan ke rumah sakit

Steven yang menyadari kondisi anaknya semakin memburuk langsung memanggil layanan darurat. Ambulans segera datang untuk melarikan Camron yang sudah tak sadarkan diri ke rumah sakit. Sayangnya, sesampainya di rumah sakit, Camron dinyatakan telah meninggal dunia.

Dokter pun segera melakukan pemeriksaan pada tubuh Camron untuk mengetahui secara pasti apa penyebabnya. Setelah melakukan investigasi, mereka pun yakin jika penyebab utamanya adalah aroma ikan cod yang sedang dibakar, apalagi setelah keluarga Camron mengakui jika buah hatinya memiliki alergi pada ikan.

Steven menyebut alergi ikan yang dialami Camron tidak parah sehingga ia tidak pernah mengalami gejala yang serius sebelumnya. Karena alasan inilah mereka membiarkan Camron ikut membantu ibunya menyiapkan makan malam.

“Camron adalah anak yang baik. Ia bisa dengan mudah membuat orang-orang di sekitarnya berbahagia. Dia adalah segalanya bagiku,” kenang Steven dengan sedih.

Sementara itu, pakar kesehatan dr. Janette Nesheiwat memberikan pendapat tentang kasus yang cukup jarang terjadi ini.

“Sebenarnya, reaksi alergi yang disebabkan oleh aroma makanan sangat jarang terjadi. Meskipun begitu, bukan berarti kita bisa menyepelekannya. Jika sampai hal ini terjadi, dampaknya bisa sangat parah sebagaimana yang dialami Camron. Dalam realitanya, beberapa aroma termasuk wewangian juga bisa menyebabkan reaksi alergi. Jika kita menghirupnya, maka aroma ini akan segera memberikan reaksi layaknya racun yang masuk ke dalam paru-paru. Karena alasan inilah penderita alergi harus selalu berhati-hati dengan alergen yang membahayakannya. Selain itu, mereka juga sebaiknya berkontulasi pada dokter terlebih dahulu jika ingin mengolah atau memakan sesautu agar tidak sampai mengalami gejala kesehatan yang tidak diinginkan,” saran dr. Janette.

Selain alergi pada ikan, dr. Janette juga menyebut anak-anak rentan terkena alergi dari bahan makanan lainnya. Beberapa jenis bahan yang bisa memicu alergi adalah susu, kacang, telur, dan gandum. Jika sampai anak mengalami aleri pada makanan-makanan tersebut, mau tidak mau mereka memang harus menghindari konsumsinya. Selain itu, mereka juga harus berhati-hati saat mengonsumsi beberapa jenis makanan olahan atau makanan kemasan karena bisa jadi memiliki kandungan makanan yang bisa menyebabkan reaksi alergi.