Terbit: 21 Oktober 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tetralogy of Fallot adalah kelainan langka jantung bawaan yang mencakup empat masalah jantung sekaligus. Ketahui apa itu tetralogy of Fallot, gejala, penyebab, pengobatan, dll. 

Tetralogy of Fallot: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Tetralogy of Fallot

Tetralogy of Fallot kondisi medis langka akibat kombinasi empat kelainan jantung sejak bayi lahir. Keempat masalah jantung tersebut termasuk:

  • Defek Septum Ventrikel: Lubang pada dinding yang terletak antara dua ventrikel (ruang pompa) jantung. 
  • Overriding Aorta: Pada jantung normal, katup aorta membesar dan muncul hanya dari ventrikel kiri. Penderita overriding aorta memiliki katup yang membesar dan terbuka dari ventrikel kanan dan kiri. 
  • Stenosis Pulmonal: Penyempitan katup paru dan arteri pulmonalis utama yang menyebabkan penyumbatan aliran darah dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis (pembuluh darah dari ventrikel kanan jantung ke paru). 
  • Hipertrofi Ventrikel Kanan: Ventrikel kanan mengalami penebalan akibat memompa pada tekanan tinggi.

Bayi yang lahir dengan kondisi tetralogy of Fallot (TOF) memiliki kulit kebiruan karena tidak memiliki pasokan darah kaya oksigen yang cukup untuk seluruh tubuh. Saat lahir, bayi TOF mungkin juga belum menunjukkan gejala setelah beberapa waktu kemudian, tergantung tingkat keparahan TOF.

Tetralogy of Fallot adalah kondisi langka yang terjadi akibat jantung janin tidak berkembang dengan baik dalam rahim ibu. Penyebab TOF juga terkait dengan kelainan kromosom seperti sindrom penghapusan 22q11. 

Gejala Tetralogy of Fallot 

Gejala tetralogy of Fallot mulai terlihat pada bayi baru lahir atau beberapa minggu setelah bayi lahir. Tanda dan gejalanya bervariasi, namun secara umum berupa: 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

  • Kulit kebiruan akibat kekurangan pasokan darah kaya oksigen (sianosis). 
  • Bantalan kuku pada jari tangan dan kaki membulat atau tidak normal. 
  • Menangis berkepanjangan. 
  • Episode Tet Spells, yaitu perubahan warna kuku, bibir, dan kulit kebiruan setelah menangis atau menyusu. Terjadi akibat penurunan kadar oksigen dalam darah secara drastis.

Sebagian bayi atau anak-anak baru merasakan gejala TOF setelah beberapa waktu dengan gejala berupa:

  • Napas cepat atau sesak napas saat makan, olahraga, atau beraktivitas berat. 
  • Mudah lelah dalam aktivitas sehari-hari. 
  • Kenaikan berat badan. 
  • Murmur jantung, suara bising jantung ketika aliran darah melalui jantung tidak normal. 
  • Mudah mengantuk, gelisah, dan tidak responsif karena kadar oksigen yang rendah. 

Kapan Harus ke Dokter?

Dokter akan memeriksa kondisi keseluruhan bayi baru lahir. Bila gejala TOF baru muncul beberapa minggu setelah bayi lahir, segera konsultasi ke dokter bila bayi menunjukan tanda-tanda sebagai berikut: 

  • Perubahan warna kulit menjadi kebiruan. 
  • Terlihat lemah atau tidak sehat seperti bayi pada umumnya. 
  • Rewel tidak biasa. 
  • Kejang atau pingsan. 

Bila bayi mengalami gejala kulit biru mendadak, tarik dengan pelan lutut bayi ke dada untuk membantu melancarkan oksigen. Lakukan sambil menghubungi dokter atau bantuan medis darurat. 

Penyebab Tetralogy of Fallot 

Sebagian besar kasus cacat jantung sejak lahir belum diketahui penyebab pastinya, namun diduga akibat beberapa faktor seperti: 

  • Perubahan gen tertentu.
  • Penghapusan kromosom 22q11.
  • Jantung janin tidak berkembang dengan normal. 
  • Efek samping dari obat-obatan dan makanan yang ibu hamil konsumsi. 
  • Pengaruh bahan kimia lingkungan. 
  • Faktor gizi ibu saat hamil. 
  • Infeksi virus tertentu. 
  • Gangguan pada pertumbuhan janin selama masa kehamilan. 

Bayi yang lahir dari keluarga dengan riwayat penyakit jantung juga mungkin mengembangkan kelainan jantung bawaan. Kelainan jantung pada bayi mungkin terjadi akibat kombinasi faktor-faktor tersebut. 

Baca Juga: Penyakit Jantung : Penyebab, Ciri-Ciri, Pengobatan dll

Faktor Risiko Tetralogy of Fallot 

Beberapa faktor berikut ini meningkatkan faktor risiko bayi lahir dengan kelainan jantung: 

  • Ibu bayi mengalami alkoholisme. 
  • Infeksi virus selama kehamilan, seperti rubella.
  • Melahirkan pada usia 40 tahun atau lebih. 
  • Memiliki riwayat keluarga sindrom Down, sindrom DiGeorge, atau tetralogy of Fallot. 
  • Janin dalam rahim tidak mendapat asupan gizi yang sesuai. 

Gaya hidup dan pola makan wanita selama masa kehamilan sangat berpengaruh bagi kesehatan bayi. Maka dari itu, wanita hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisi, tidak stres, istirahat, dan rajin kontrol ke dokter untuk memastikan tumbuh kembang janin selalu sehat. 

Diagnosis Tetralogy of Fallot 

Dalam sebagian besar kasus, kelainan jantung TOF dapat didiagnosis selama masa kehamilan dengan pemeriksaan sebagai berikut: 

  • Pemeriksaan USG: Kelainan jantung pada janin dapat terekam dalam hasil USG namun dokter belum dapat memastikannya. 
  • Tes Prenatal: Pemeriksaan kondisi janin dan ibu secara keseluruhan untuk mencari tahu apakah ada risiko cacat lahir, komplikasi kehamilan, dan kondisi lainnya. 

Diagnosis TOF juga dapat dilakukan sesaat setelah bayi lahir menggunakan pemeriksaan, sebagai berikut: 

  • Ekokardiogram. Pemeriksaan kondisi jantung dengan gelombang suara frekuensi tinggi lalu ditransformasikan dalam bentuk visual. Hasil dari ekokardiogram memungkinkan dokter untuk memastikan adanya kelainan jantung. 
  • Rontgen Dada. Menggunakan pemeriksaan sinar-x untuk memastikan kesehatan jantung. 
  • Kateterisasi Jantung. Mengevaluasi bentuk, struktur, dan fungsi jantung dengan menggunakan selang fleksibel (kateter) ke arteri vena dan menyalurkannya ke jantung. 
  • Oksimetri Nadi. Mengukur tingkat oksigen dalam darah. 

Kateterisasi jantung mungkin juga dibutuhkan. Dokter mungkin melakukan pemeriksa lain yang sesuai dengan kondisi kesehatan bayi. 

Pengobatan Tetralogy of Fallot 

Cara mengatasi tetralogy of Fallot adalah dengan operasi jantung. Tanpa operasi, bayi tidak memiliki pasokan darah kaya oksigen yang cukup ke seluruh tubuh akibat jantung tidak bekerja dengan normal. Terdapat beberapa pilihan metode operasi, yaitu: 

1. Perbaikan Intracardiac

Operasi jantung terbuka yang dilakukan dengan memasang tambalan di atas defek septum ventrikel untuk menutup lubang di antara ruang bawah jantung (ventrikel). Perbaikan intracardiac juga dibutuhkan untuk mengganti katup paru yang menyempit.

2. Operasi Sementara 

Operasi sementara (paliatif) dilakukan sebelum perbaikan intracardiac. Prosedur ini berguna untuk meningkatkan aliran darah ke paru-paru. Prosedur ini juga disebut dengan Shunt Operation

3. Operasi Lengkap 

Proses pembedahan untuk memperbaiki semua kelainan jantung. Operasi biasanya dilakukan saat bayi, namun dapat juga dilakukan setelah dewasa. 

Sebagian besar anak setelah operasi jantung dapat menjalani hidup dengan normal dan sehat. Mereka harus tetap kontrol kesehatan jantung secara berkala. Saat pasien mulai tumbuh dewasa, pasien mungkin membutuhkan operasi jantung lagi bila adalah kemungkinan komplikasi jantung lainnya. 

Baca Juga: 14 Ciri Jantung Lemah dan Cara Mengatasinya

Komplikasi Tetralogy of Fallot 

Bahkan setelah operasi, komplikasi kelainan jantung masih mungkin terjadi, seperti: 

  • Penyakit arteri koroner.
  • Masalah katup jantung. 
  • Detak jantung tidak teratur (aritmia).

Pasien harus konsultasi rutin dengan ahli jantung. Serta, menjalani pola makan sehat, pola hidup sehat, olahraga, dan mungkin membatasi beberapa aktivitas. Konsultasikan dengan dokter perawatan jantung jangka panjang terbaik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda. 

Pencegahan Tetralogy of Fallot 

Menjaga kesehatan selama kehamilan sangat penting agar bayi lahir sehat dan selamat. Wanita hamil harus memperhatikan semua hal penting dalam kehamilan, termasuk: 

  • Menjaga pola makan. 
  • Penuhi kebutuhan asam folat. 
  • Terapkan pola hidup sehat. 
  • Jangan konsumsi obat, vitamin, obat herbal, atau makanan sembarangan. 
  • Konsultasikan ke dokter semua keluhan dan minta saran dokter. 
  • Jangan lupa untuk USG dan kontrol kehamilan dengan dokter. 
  • Istirahat yang cukup.
  • Rajin olahraga sesuai jadwal yang dianjurkan.

Kondisi kelainan jantung pada bayi mungkin sulit dicegah, namun dapat diminimalisir dengan menjaga kesehatan selama kehamilan penuh. Bila Anda, pasangan, atau keluarga memiliki riwayat penyakit keluarga, konsultasikan juga ke dokter untuk menekan risiko anak lahir dengan membawa penyakit tersebut. 

 

  1. CDC. 2019. Facts about Tetralogy of Fallot. https://www.cdc.gov/ncbddd/heartdefects/tetralogyoffallot.html. (Diakses pada 21 Oktober 2020). 
  2. Heart org. 2020. Tetralogy of Fallot. https://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/about-congenital-heart-defects/tetralogy-of-fallot. (Diakses pada 21 Oktober 2020). 
  3. Mayo Clinic. 2020. Tetralogy of Fallot. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tetralogy-of-fallot/symptoms-causes/syc-20353477. (Diakses pada 21 Oktober 2020). 
  4. Cincinnati Children’s. 2020. TOF. https://www.cincinnatichildrens.org/health/t/tof. (Diakses pada 21 Oktober 2020). 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi