DokterSehat.Com – Penurunan testosteron pada pria selalu dikaitkan dengan kemandulan dari pria. Kalau hormon ini rendah, jumlah sperma yang dihasilkan akan semakin kecil dan pembuahan sulit terjadi. Selain itu, rendahnya testosteron juga membuat pria mengalami penurunan gairah seksual dan aktivitas ranjangnya menjadi terganggu.

doktersehat-pria-pinggang-besar-kanker-prostat-Gangguan-Stress-Pasca-Trauma-PTSD-diabetes-kutil-kelamin-konsultasi

Selain masalah kesehatan reproduksi dan seksual, rendahnya hormon testosteron pada pria ternyata memiliki manfaat. Pria dengan kadar testosteron rendah risiko terkena kanker prostatnya jadi turun.

Kaitan turunnya testosteron dan kanker prostat

Dilansir oleh Medical News Today, penelitian yang dilakukan oleh University of Oxford menemukan kaitan testosteron dan kanker prostat. Dari penelitian ini didapatkan fakta kalau pria dengan kadar testosteron tinggi rentan terkena kanker prostat yang bisa memicu kematian.

Di Amerika sendiri kanker prostat sudah menyebabkan 170.000 orang terkena. Sementara itu, setiap tahunnya 30.000 pria meninggal karena hal ini. Dari data ini terlihat jelas kalau kanker prostat sangat berbahaya dan menyebabkan kematian.

Risiko kanker prostat turun hingga 20 persen

Hormon pada pria seperti androgen dan testosteron menyebabkan atau memicu munculnya kanker prostat. Menekan hormon ini menyebabkan risiko terkena kanker prostat menjadi turun secara signifikan.

Penelitian yang dilakukan selama tahun 1959-2004 terhadap 19.000 pria berusia 34-76 tahun didapatkan data kalau pria dengan kadar testosteron rendah jarang terkena kanker prostat. Bahkan persentase risiko terkena kanker bisa turun hingga 20 persen.

Penelitian ini bisa bermanfaat untuk penanganan atau pencegahan kanker prostat di kemudian hari. Misal saat pria mulai memasuki usia tua, mereka bisa menjalani terapi atau penekanan kadar testosteron pada tubuh untuk mencegah munculnya kanker prostat yang berbahaya dan cukup berisiko sebabkan kematian.

Saat ini penelitian terkait testosteron dan kanker prostat terus dilakukan agar data bisa terus dimutakhirkan dan hasil penelitian bisa bermanfaat untuk semua orang.