Terbit: 3 Agustus 2020 | Diperbarui: 4 Agustus 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Anda dapat melakukan tes kesuburan wanita untuk memastikan apakah ada masalah infertilitas yang menyebabkan Anda sulit hamil. Ketahui apa saja alat tes kesuburan medis yang komprehensif dalam pembahasan ini.

10 Tes Kesuburan Wanita, Agar Cepat Hamil

Tes Kesuburan Wanita

Apabila Anda ingin hamil dan sudah melakukan hubungan seksual dengan pasangan tanpa pengaman selama 12 bulan namun belum juga hamil, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan tes kesuburan wanita.

Berikut ini beberapa tes untuk mengetahui kualitas kesuburan dan mendeteksi apabila ada masalah infertilitas pada tubuh Anda:

1. Tes Darah

Tes darah dibutuhkan untuk mengetahui level hormon wanita (progesteron) dalam darah. Hormon progesteron merupakan hormon yang berperan dalam proses ovulasi wanita, yaitu proses di mana sel telur yang sudah matang lepas dan siap dibuahi.

Melalui tes darah ini, dokter akan mengetahui apabila ada ketidakseimbangan hormon yang memicu masalah ovulasi. Apabila Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, itu juga menjadi tanda-tanda masalah ovulasi yang umum.

2. Tes Klamidia

Tes klamidia (chlamydia) dibutuhkan untuk mengetahui apakah Anda memiliki infeksi klamidia yang dapat memicu penyakit radang panggul. Tes klamidia dilakukan dengan cara mengambil sampel sel dari leher rahim wanita.

Klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi klamidia tidak menimbulkan gejala namun dapat diatasi dengan antibiotik. Walaupun demikian, infeksi klamidia juga dapat memengaruhi masalah kesuburan.

3. Pemeriksaan dengan X-Ray

Dokter mungkin juga akan menyarankan tes kesuburan wanita dengan X-Ray (Sinar-X) untuk mengetahui apakah ada penyumbatan di tuba falopi. Tuba falopi adalah organ reproduksi wanita yang menghubungkan antara ovarium dan rahim.

Penyumbatan pada tuba falopi akan menyebabkan gangguan pada proses ovulasi atau pembuahan. Melalui tes X-Ray, dokter akan mengetahui bila ada masalah penyumbatan yang menghambat pembuahan.

4. Test dengan Ultrasound (USG)

Tes dengan ultrasound (Ultrasonologi/USG) digunakan untuk memeriksa kesehatan rahim, ovarium, dan saluran tuba. Gangguan pada organ reproduktif wanita tersebut dapat mengganggu kesuburan.

Sebagai contoh, gangguan pada rahim seperti kondisi endometriosis dan fibroid dapat menghambat kehamilan. Penyumbatan pada tuba falopi dapat menghambat perjalanan sperma masuk ke ovarium.

Maka dari itu, pemeriksaan USG dapat membantu mendeteksi apakah ada masalah kesehatan atau gangguan di beberapa organ reproduksi yang berpengaruh penting pada pembuahan dan kehamilan.

5. Laparoskopi

Laparoskopi adalah prosedur bedah invasif minimal (sayatan kecil) pada dinding kecil yang biasanya digunakan untuk mengatasi kista, fibroid, infeksi, dan radang panggul yang menyebabkan gangguan kesuburan.

Prosedur ini dilakukan dengan bantuan alat laparoskop, yaitu tabung tipis dengan kamera di bagian ujungnya. Alat ini dimasukan ke dalam rahim, tuba falopi, dan ovarium untuk memeriksa adanya gangguan pada organ tersebut.

Sebelumnya, dokter akan menyuntikkan pewarna ke tuba falopi untuk melihat perbedaan warna bila ada penyumbatan tuba falopi. Dokter mungkin akan menggunakan alat tes kesuburan lain untuk mendukung pemeriksaan tersebut.

6. Tes Pap Smear

Dokter mungkin akan menyarankan tes pap smear apabila mencurigai adanya gejala kanker serviks yang merupakan penyakit menular seksual penyebab gangguan kesuburan. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Umumnya, tes kesuburan wanita tidak hanya berdasarkan tes tunggal untuk infertilitas.

Baca Juga: 12 Penyebab Susah Hamil (Pria dan Wanita Wajib Tahu)

Tes Organ Reproduksi Wanita

Organ reproduksi yang berperan penting dalam proses ovulasi dan kehamilan adalah indung telur, saluran tuba, dan rahim. Gangguan pada salah satu organ tersebut dapat mengganggu kesuburan wanita.

Ketahui beberapa tes untuk memeriksa kesehatan organ wanita, termasuk:

1. Hysterosalpingogram (HSG)

Hysterosalpingogram (HSG) adalah pemeriksaan rahim dan tuba falopi menggunakan sinar-X. Sebelumnya, dokter akan menyuntikkan semacam cairan pewarna melalu vagina sehingga masalah atau penyumbatan pada organ reproduksi dapat terdeteksi. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan sebelum menstruasi.

2. Transvaginal Ultrasound

Ultrasonografi transvaginal adalah pemeriksaan vagina dan organ panggul dengan menggunakan gelombang suara atau ultrasonografi. Dengan alat tes kesuburan ini, dokter akan mendeteksi masalah pada rahim melalui gambar organ dalam ovarium dan rahim.

3. Histeroskopi

Pemeriksaan bagian dalam rahim menggunakan selang tipis dan fleksibel. Dokter akan mengambil sampel jaringan rahim yang diperlukan untuk pemeriksaan kesuburan.

4. Biopsi Endometrium

Dokter akan mengambil jaringan kecil dari endometrium sebelum siklus menstruasi dimulai. Pemeriksaan ini dibutuhkan untuk memastikan apakah lapisan endometrium (lapisan rahim) cukup tebal dan kuat untuk dibuahi.

Baca Juga: 14 Cara Cepat Hamil Setelah Haid, Pengantin Baru Wajib Tahu!

Tes Ovulasi Wanita

Berikut ini tes ovulasi yang dibutuhkan untuk memeriksa kesuburan wanita:

  • Tes Ovulasi: Menggunakan alat tes kesuburan berupa alat prediksi ovulasi, tes darah, dan ultrasonologi untuk melihat potensi ovulasi.
  • Tes Fungsi Ovarium: Memeriksa fungsi hormon yang berperan dalam siklus ovulasi, termasuk hormon FSH (follicle stimulating hormone).
  • Tes Fase Luteal: Memeriksa kadar hormon progesteron, pemeriksaan hormon lain secara lebih luas mungkin dibutuhkan.
  • Tes Hormon: Tes hormon reproduksi secara menyeluruh, termasuk estradiol, prolaktin, androstenedione, dll.

Tes Kesuburan Lainnya

Dokter mungkin menyarankan tes kesuburan wanita lainnya, termasuk:

  • Tes Darah untuk Pemulihan Hormon FSH: Hormon perangsang folikel atau yang disebut juga dengan FSH adalah hormon yang melepaskan sel telur untuk siap dibuahi. Kenaikan FSH berarti kekurangan potensi kesuburan pada wanita.
  • Tes Darah untuk Memeriksa Hormon Anti-Mullerian (AMH): Hormon anti-mullerian (AMH) menunjukan seberapa banyak sel telur wanita. Semakin banyak sel telur, semakin tinggi potensi kehamilan.
  • Tes Postcoital: Pemeriksaan lendir serviks setelah hubungan seksual.
  • Tes Urine: Menggunakan sampel urine untuk memeriksa kadar untuk mengetahui hormon luteinizing (LH).
  • Cek Suhu Tubuh: Tubuh wanita cenderung memiliki suhu yang lebih tinggi saat masa ovulasi.

Itulah pembahasan tentang tes kesuburan wanita. Dokter juga menggunakan beberapa alat tes kesuburan untuk menunjang pemeriksaan dan membuat opsi perawatan bila ada masalah kesuburan wanita. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. American Pregnancy. 2020. Fertility Testing for Women. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/female-fertility-testing/. (Diakses pada 3 Agustus 2020).
  2. NHS. 2020. Infertility. https://www.nhs.uk/conditions/infertility/diagnosis/. (Diakses pada 3 Agustus 2020).
  3. Pregnancy Birth and Baby. 2019. Fertility tests. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/fertility-tests. (Diakses pada 3 Agustus 2020).
  4. WebMD. 2019. Fertility Tests for Women. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/fertility-tests-for-women1#1. (Diakses pada 3 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi