Tes Gula Darah: Macam, Cara Mengukur, dan Metode (Paling Lengkap)

pemeriksaan-gula-darah-doktersehat

DokterSehat.Com – Banyak orang yang salah paham beranggapan bahwa tes gula darah hanya perlu dilakukan oleh para penderita diabetes. Sebenarnya, orang-orang yang tidak memiliki penyakit diabetes juga perlu cek gula darah. Pemeriksaan gula darah penting dilakukan karena memiliki manfaat baik bagi nondiabetes maupun penderita diabetes.

Apa itu tes gula darah?

Tes gula darah adalah pemeriksaan yang dilakukan secara medis dengan tujuan untuk mengetahui kadar gula darah. Tujuan umum dari tindakan tes gula darah adalah mengetahui kadar gula darah di dalam tubuh normal atau tidak.

Apa tujuan cek gula darah?

Suatu hal yang wajar jika para penderita diabetes melakukan cek gula darah. Sudah pasti, tujuannya adalah untuk mengontrol kadar gula darah agar tetap dalam batas aman. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang tidak menderita diabetes?

Adakah tujuan dilakukannya tes gula darah bagi orang nondiabetes? Jawabannya ada. Tujuan dilakukannya cek gula darah untuk orang nondiabetes adalah untuk mengetahui kadar gula darahnya. Apakah masih dalam keadaan normal atau tidak.

Selain itu, pemeriksaan gula darah juga bisa mengetahui apakah orang tersebut memiliki kecenderungan untuk mengalami hipoglikemia atau hiperglikemia. Lebih lanjut, tujuan dari dilakukannya cek gula darah adalah untuk mendeteksi penyakit diabetes.

Hal ini bisa bermanfaat sehingga penyakit diabetes tersebut bisa diantisipasi sesegera mungkin. Anda pun akan mendapatkan solusi kesehatan berdasarkan hasil tes gula darah yang telah Anda jalani. Bagaimana? Penting kan untuk cek kesehatan Anda? Yuk, lanjut!

Macam-macam tes gula darah

Tes gula darah yang dilakukan tidak hanya terdiri dari satu macam. Ada tiga macam pemeriksaan gula darah yang ada. Macam-macam tes ini dibedakan berdasarkan kondisi tubuh terkait aktivitas konsumsi.

Berikut ini adalah beberapa macam tes gula darah:

1. Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah sewaktu adalah pemeriksaan gula darah yang dilakukan kapanpun tanpa menghiraukan kapan terakhir kali makan. Umumnya, cek gula darah macam ini diterapkan terhadap para penderita diabetes dengan tujuan untuk mengontrol gula darah.

2. Tes gula darah puasa

Sesuai dengan namanya, Anda sudah bisa Tes gula darah puasa adalah pemeriksaan gula darah yang dilakukan pada pasien yang telah berpuasa selama 8-10 jam. Ada juga tes gula darah puasa yang dilakukan setelah pasien berpuasa selama 14 jam.

3. Tes gula darah 2 jam setelah makan

Tes gula darah jenis ini adalah cek gula darah yang dilakukan 2 jam setelah pasien makan. Pemeriksaan gula darah ini biasa disebut juga tes gula darah post-prandial (PP). Sekedar informasi bahwa pemeriksaan gula darah post-prandial susah distandarisasikan.

Baca Juga: Kadar Gula Normal bagi Penderita Diabetes dan Nondiabetes

Cara mengukur hasil tes gula darah

Setelah menentukan macam dari tes gula darah tertentu maka selanjutnya adalah mengukur hasil dari macam tes gula darah tersebut. Ada beberapa cara yang bisa dilaksanakan untuk mengukur hasil tes gula darah.

Di bawah ini adalah beberapa cara mengukur hasil tes gula darah:

1. Tes darah

Pemeriksaan gula darah bisa dilakukan dengan menggunakan tes darah yaitu dengan mengambil sampel gula darah. Waktu pengambilan sampel gula darah disesuaikan dengan macam tes gula darah yang diinginkan. Selanjutkan darah akan dibawa ke laboratorium untuk diukur kadar gula darah dengan menggunakan beberapa metode di laboratorium

2. Tes urin

Cek gula darah ini pastinya mengambil sampel urin untuk diteliti kadar gula darahnya di laboratorium. Urin yang telah diambil sesuai dengan macam tes gula darah akan dilihat kadar albumin, gula dan mikroalbuminurea.

3. Glukometer

Tes gula darah yang satu ini adalah cek gula darah yang paling praktis. Pemeriksaannya menggunakan alat bernama glukometer. Anda pun bisa melakukan tes gula darah sendiri jika menggunakan cara ini dengan syarat Anda memiliki alat glukometer.

Cara mengukur hasil tes gula darah dengan menggunakan glukometer adalah dengan menusukkan jarum ke jari lalu darah yang keluar diambil sebagai sampel. Selanjutnya sampel darah dimasukkan ke dalam celah yang ada di mesin glukometer.

Glukometer cocok digunakan untuk mendukung tes gula darah sewaktu. Penderita diabetes sebaiknya memiliki alat ini di rumah. Hal ini bertujuan agar penderita diabetes mudah mengontrol kadar gula darah.

Jenis metode pemeriksaan gula darah

Pengukuran kadar gula darah dengan menggunakan beberapa pilihan yang telah disebutkan sebelumnya memerlukan salah satu dari metode. Secara garis besar, ada dua jenis metode pemeriksaan gula darah.

Berikut ini adalah dua jenis pemeriksaan gula darah:

1. Metode kimia

Pemeriksaan gula darah dengan menggunakan metode kimia dilakukan dengan menggunakan prinsip dari proses kondensasi dengan akromatik amin dan asam asetat glasial panas.

Proses tersebut akan menghasilkan senyawa hijau untuk selanjutnya diukur secara fotometris. Metode ini cukup panjang sehingga memiliki kekurangan terhadap akurasi hasil tes glukosa darah.

2. Metode enzimatik

Pemeriksaan gula darah juga bisa dilakukan dengan menggunakan metode enzimatik. Metode enzimatik yang dilakukan terdiri dari tiga jenis, yaitu metode glukosa oksidase, metode heksokinase, dan reagen kering.

Dua dari tiga metode enzimatik menggunakan enzim tertentu sesuai dengan jenis metodenya sebagai katalis reaksi. Contoh, metode glukosa oksidase menggunakan enzim glukosa oksidase dan metode heksokinase menggunakan enzim heksokinase untuk mengkatalis sebuah reaksi.

Pemeriksaan gula darah dengan menggunakan reagen kering adalah tes gula darah yang memeriksa gula darah secara invitro. Metode reagen kering dapat mengukur kadar glukosa secara kuantitatif.

Baca Juga: 8 Obat Herbal Terpopuler yang Bisa Mengontrol Gula Darah!

Hasil tes gula darah

Hasil dari pemeriksaan gula darah akan menghasilkan sebuah angka yang bisa dikategorikan menjadi salah satu dari tiga kategori. Ketiga kategori dari hasil dari tes gula darah adalah kadar gula darah normal, kadar gula darah rendah, dan kadar gula darah tinggi.

Jika setelah melakukan cek gula darah dan ternyata hasilnya di bawah atau di atas normal maka nilai glukosa termasuk kadar gula darah tidak normal. Kadar gula darah yang tidak normal baik rendah ataupun tinggi sama-sama tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Kadar gula darah yang rendah disebut dengan hipoglikemia, sedangkan kadar gula darah tinggi disebut hiperglikemia. Anda yang melakukan tes gula darah akan mengetahui apakah Anda mengalami salah satu dari dua kondisi ini atau normal-normal saja.

 

Sumber:

  1. Unimus: Tinjauan Pustaka (Glukosa Darah). http://repository.unimus.ac.id/455/3/13.%20BAB%20II.pdf [diakses pada 21 Januari 2019]
  2. Unimus: Tinjauan Pustaka (Gula Darah). http://repository.unimus.ac.id/566/3/BAB%20II.pdf [diakses pada 21 Januari 2019]
  3. Unimus: DG Kustaria. 2017. Tinjauan Pustaka (Kadar Gula Dalam Darah). http://repository.unimus.ac.id/859/3/BAB%20II.pdf [diakses pada 21 Januari 2019]