Terbit: 21 Februari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ketahui selengkapnya tentang tes DNA melalui artikel ini. DNA adalah kode genetik yang mengidentifikasi karakter biologis setiap orang. DNA diturunkan dari kedua orang tua, ayah dan ibu. Pengujian DNA dilakukan untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk mengetahui garis keturunan.

Tes DNA: Fungsi, Cara, Syarat, dan Biaya

Fungsi Tes DNA

Tes DNA memiliki beberapa fungsi, Fungsi tes DNA yang paling dikenal adalah tentu saja untuk mengetahui garis keturunan. Namun ternyata selain fungsi tersebut, terdapat beberapa fungsi lainnya yang jarang diketahui masyarakat luas.

Berikut adalah beberapa fungsinya:

1. Mengetahui Garis Keturunan

Tes DNA memang paling banyak dilakukan untuk mengetahui asal usul seorang anak. DNA terdiri dari campuran DNA dari kedua orang tua, kemungkinan struktur genetis mirip dengan orang tuanya adalah sebanyak 99,9%. Maka dari itu, tes ini dapat dijadikan acuan yang akurat untuk mengetahui asal usul seorang anak.

Selain untuk memastikan hubungan anak dan orang tua, tes ini juga dapat memeriksa tentang garis keturunan yang lebih tinggi dan mengetahui siapa leluhur kita beberapa generasi ke atas.

2. Kebutuhan Medis

Tes DNA juga dapat dilakukan untuk mengetahui risiko seseorang terhadap kondisi medis tertentu. Ketika sudah mengetahui adanya gen yang menunjukkan seseorang memiliki risiko penyakit tertentu, maka langkah pencegahan pun dapat dilakukan. Tes ini juga menjadi salah satu langkah dalam diagnosis penyakit genetik.

3. Kebutuhan Forensik

Fungsi tes DNA lainnya adalah untuk kebutuhan forensik. Tes biasa dilakukan untuk mengidentifikasi korban kejahatan hingga korban bencana alam yang sulit untuk diidentifikasi. Pada korban kejahatan, tes ini juga dapat membantu penyelidikan untuk menemukan tersangka.

Jenis DNA yang Diuji untuk Tujuan Keturunan

DNA memberikan informasi dalam berbagai cara untuk membantu mengidentifikasi anggota keluarga dan leluhur Anda, tergantung pada bagian mana molekul DNA yang digunakan. Terdapat empat jenis DNA yang umumnya diperiksa untuk menemukan informasi terkait leluhur kita:

1. atDNA

DNA autosomal (atDNA) mencakup semua kromosom, kecuali kromosom seks. DNA ini dapat mengidentifikasi leluhur dalam 5-7 generasi terakhir. Beberapa leluhur mungkin tidak terdeteksi dalam pohon genetik Anda (Anda tidak mewarisi DNA-nya sama sekali), karena Anda mewarisi DNA masing-masing setengah dari orang tua Anda.

Anda juga dipastikan hanya akan berbagi DNA dengan sepupu kedua (sepupu satu buyut) atau yang lebih dekat.

2. yDNA

Kromosom Y (salah satu dari kromosom seks berpasangan) hanya dibawa oleh pria. Kromosom ini diturunkan dari ayah ke anak laki-lakinya. Membandingkan kromosom Y dari dua pria dapat menentukan apakah mereka memiliki leluhur patrilineal (garis keturunan ayah) yang sama.

3. xDNA

Kromosom X adalah kromosom seks di bawa oleh pria dan wanita. Pria memiliki kromosom “XY” dan wanita memiliki kromosom “XX”. Kromosom X dapat diturunkan dari ibu ke anak perempuan maupun laki-lakinya.

Membandingkan kromosom X kedua individu dapat mengidentifikasi leluhur yang sama yang berasal dari jalur X langsung individu tersebut.

4. mtDNA

DNA mitokondria (mtDNA) ditemukan dalam mitokondria sel. Mitokondria diturunkan dari seorang wanita ke semua anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan. Membandingkan DNA mitokondria individu dapat menentukan apakah mereka memiliki neneng moyang yang sama.

Tahapan atau Cara Tes DNA

Tentunya Anda bertanya-tanya bagaimana cara tes DNA dilakukan. Prosedur tes DNA dibagi menjadi beberapa tahap. Secara umum, berikut adalah langkah caranya:

1. Pengumpulan Sampel

Tahapan pertama dari tes DNA adalah pengumpulan sampel. Sampel dapat berupa cairan tubuh atau rambut seseorang, keduanya membawa DNA sehingga dapat dijadikan bahan uji. Sampel yang paling umum diambil adalah usap di bagian dalam pipi seseorang.

2. Ekstraksi Sel

Tahap selanjutnya adalah ekstraksi sel. Cara ini dilakukan dengan cara memecah membran sel. Umumnya tahap ini dilakukan dengan cara menambahkan enzim ke dalam larutan yang mengandung sampel DNA.

3. Pemisahan DNA

Tahap ketiga adalah pemisahan DNA. Terdapat beberapa cara untuk memisahkan DNA, namun yang paling umum adalah proses elektroforesis. Metode ini menggunakan medan listrik untuk mengurutkan molekul dalam sampel. Struktur yang unik dari DNA membuatnya terpisah menjauh dengan sisa sampel.

4. Penyalinan DNA

Penyalinan DNA dilakukan melalui proses yang disebut PCR. Salinan DNA ini kemudian diuji untuk penanda genetik.

5. Pengujian DNA

Pengujian dilakukan untuk menemukan penanda genetik dalam DNA yang dapat mengidentifikasi hubungan. Terdapat ribuan penanda genetik dalam DNA, namun sebuah tes DNA melaporkan sekitar 16 hingga 21 penanda genetik spesifik yang dapat membuktikan hubungan genetik.

6. Pembandingan DNA

Setelah menemukan penanda genetik, proses selanjutnya adalah pembandingan DNA. Dalam kasus DNA untuk mengetahui status anak dan ayah, calon ayah harus cocok dengan setengah dari penanda genetik anak, karena setengah lainnya berasal dari ibu.

Syarat Tes DNA

Pada dasarnya tidak terdapat persyaratan khusus untuk melakukan tes ini. Apabila tes DNA dilakukan untuk mengetahui garis keturunan seperti memastikan status ayah seseorang, maka kedua orang tersebut baik ‘calon ayah’ dan ‘calon anak’ harus bersedia diambil sampel DNA-nya untuk kemudian diuji di laboratorium.

Biaya Tes DNA

Biaya tes DNA dapat berbeda-beda pada setiap laboratorium maupun rumah sakit yang Anda pilih. Biaya juga akan berbeda tergantung pada jenis dan tujuan tes ini dilakukan. Anda dapat bertanya ke rumah sakit terdekat untuk mengetahui biaya tes DNA yang Anda butuhkan.

 

  1. Cartmell, Paul. The Purpose of DNA Tests. https://legalbeagle.com/6638195-purpose-dna-tests.html. (Diakses 21 Oktober 2019).
  2. Endeavor DNA Laboratories. What is the Process for DNA Testing?. https://endeavordna.com/blog/process-dna-test/. (Diakses 21 Oktober 2019).
  3. Family Search. Frequently Asked Questions. https://www.familysearch.org/home/dna-testing/faq. (Diakses 21 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi