Terbit: 21 Juli 2020 | Diperbarui: 27 Juli 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Ada berbagai macam tes medis guna mengidentifikasi suatu penyakit, salah satunya tes CD4. Ketahui lebih lanjut mengenai apa itu tes CD4 mulai dari tujuan, tata laksana, hingga efek samping dan biayanya berikut ini!

Tes CD4: Definisi, Tujuan, Hasil, Efek Samping, dll

Apa Itu Tes CD4?

Tes CD4 adalah sebuah prosedur medis yang dilakukan untuk memeriksa volume sel CD4 pada tubuh. Sel CD4 sendiri merupakan salah satu komponen dari sel darah putih. Mengingat sel darah putih merupakan ‘pelindung’ tubuh dari serangan penyakit, maka tes ini berkaitan dengan kondisi sistem kekebalan tubuh.

Infeksi Human immunodeficiency virus atau biasa kita kenal sebagai virus HIV menjadi masalah kesehatan yang umumnya memerlukan tes CD4 ini. Hal tersebut tak lepas dari fakta bahwa virus ini memang menyerang CD4 hingga menyebabkan sel tersebut mengalami kerusakan dan penurunan jumlah yang lantas berdampak pada menurunnya imunitas tubuh.

Kendati sebagian besar penerapan metode pemeriksaan CD4 dilakukan pada penderita HIV, nyatanya pemeriksaan ini juga bisa diterapkan untuk menganalisis gangguan sistem imun lainnya yang disinyalir menyerang sel tersebut.

Tujuan Tes CD4

Seperti yang sudah disinggung, tujuan tes CD4 adalah untuk menganalisis kondisi sel CD4 di dalam tubuh pasien yang terinfeksi HIV. Melalui prosedur pemeriksaan ini, dokter dapat mengidentifikasi seberapa parah penurunan volume dan kerusakan CD4.

Informasi ini diperlukan oleh dokter untuk:

  • Menentukan langkah penanganan medis yang sesuai.
  • Mengukur efektivitas terapi pengobatan yang sedang berjalan.
  • Menganalisis kemungkinan komplikasi pada pasien.

Siapa yang Perlu Melakukan Tes CD4?

Tes ini diterapkan pada kasus sebagai berikut:

  • Pasien yang baru terkonfirmasi menderita infeksi HIV
  • Pasien HIV yang sedang dalam masa pengobatan HIV

Pastikan dokter yang menangani Anda menerapkan protokol medis yang benar apabila harus menerapkan prosedur pemeriksaan yang satu ini. Penerapan protokol yang tidak benar berisiko menimbulkan efek samping yang bisa saja membahayakan diri.

Kapan Melakukan Tes CD4?

Kapan tes CD4 dilakukan? Pemeriksaan CD4 idealnya dilakukan saat:

  • Pasien positif terinfeksi HIV
  • 3-4 bulan sekali dalam jangka waktu terapi pengobatan yang telah ditentukan
  • Perubahan metode pengobatan diperlukan

Dokter Anda mungkin memiliki perhitungan sendiri mengenai kapan pemeriksaan ini harus dilakukan. Patuhi selalu petunjuk dari dokter agar terapi pengobatan berjalan dengan lancar. Kendati hingga saat ini infeksi HIV belum ada obatnya, tetapi terapi pengobatan yang tepat setidaknya dapat mengontrol gejala yang muncul.

Tata Laksana Tes CD4

Bagaimana dengan tata laksana pemeriksaan CD4? Hal ini mungkin dipengaruhi oleh kondisi pasien dan juga kesiapan fasilitas medis, namun seharusnya tidak ada perbedaan yang signifikan terkait dengan tata laksana tersebut.

Berikut adalah informasi yang perlu Anda ketahui terkait tata laksana pemeriksaan CD4 pada kasus infeksi HIV.

1. Pra Tes CD4

Sebelum melakukan tes, sebenarnya tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan. Sesaat setelah pasien terkonfirmasi positif HIV, dokter—dengan dibantu oleh perawat—bisa segera menyiapkan keperluan-keperluan untuk melaksanakan tes tersebut.

Selain itu, dokter dan perawat juga mungkin akan mencoba untuk menenangkan pasien sehingga pemeriksaan dapat berjalan dengan baik.

2. Prosedur Tes CD4

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pasien untuk selanjutya diteliti lebih lanjut di laboratorium. Prosedurnya kira-kira sebagai berikut:

  • Dokter atau perawat akan terlebih dahulu membersihkan area tubuh (umumnya lengan atas) yang akan disuntik untuk pengambilan darah dengan cairan antiseptik. Prosedur ini bertujuan untuk mencegah infeksi bakteri maupun kuman.
  • Lengan akan dikencangkan dengan perban khusus. Tujuannya untuk mempermudah proses pengambilan darah pada pembuluh vena.
  • Dokter atau perawat akan menusukkan jarum ke pembuluh vena, kemudian mengambil darah pasien.
  • Setelah darah diambil, titik suntik pada lengan pasien akan ditutup menggunakan plester.
  • Sampel darah kemudian akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Selain pemeriksaan CD4 itu sendiri, dokter juga biasanya turut melaksanakan pemeriksaan berupa:

  • HIV Viral Load, adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan sel HIV pada darah.
  • Rasio CD4 dan CD8, adalah pemeriksaan untuk mengetahui seberapa baik keadaan sistem imunitas pasien. CD8 sendiri merupakan komponen sel darah putih yang bertugas melawan sel kanker.

Hasil Tes CD4

Hasil tes akan mengarah ke 2 (dua) kemungkinan, yakni normal dan tidak normal. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Dikatakan normal apabila jumlah CD4 untuk setiap millimeter kubik darah mencapai 500-1200 sel.
  • Dikatakan tidak normal apabila jumlah CD4 untuk setiap milimeter kubik darah hanya berada di kisaran 250-500 sel.

Sementara itu apabila jumlah CD4 berada di angka 200 sel (atau bahkan kurang dari itu) per milimeter kubik, pasien disinyalir terserang AIDS dan sangat berisiko terkena infeksi oportunistik. Kondisi ini tentu sangat berbahaya karena bisa berujung pada kematian.

Respons Hasil Tes CD4 Tidak Normal

Dalam merespons hasil tes yang tidak normal, maka dokter akan melakukan sejumlah langkah seperti terapi antiretroviral (ARV). Terapi ini bertujuan untuk menekan replikasi virus HIV dan meningkatkan volume sel CD4 sehingga bisa memperkuat sistem imun dan meminimalisir terjadinya AIDS maupun komplikasi lainnya.

Pasien juga akan diminta untuk melakukan pemeriksaan rutin. Pemeriksaan bertujuan untuk memantau proses pengobatan yang sedang berlangsung.

Efek Samping Tes CD4

Tes ini umumnya tidak menimbulkan efek samping yang berarti. Pasien mungkin hanya akan merasakan nyeri, pegal, atau sedikit memar pada titik suntik. Kondisi ini pun biasanya tidak akan berlangsung lama.

Apabila Anda merasakan gejala efek samping tersebut dalam waktu yang cukup lama, segera kunjungi dokter guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Harga Tes CD4

Harga tes CD4 mungkin saja berbeda-beda di tiap rumah sakit, tergantung dari kecakapan tenaga medis dan fasilitas medis yang diberikan. Pastikan Anda memilih rumah sakit yang memiliki reputasi baik dalam menerapkan prosedur pemeriksaan seperti ini.

 

  1. Anonim. CD4 Lymphocyte Count. https://medlineplus.gov/lab-tests/cd4-lymphocyte-count/#:~:text=A%20CD4%20count%20is%20a,role%20in%20your%20immune%20system. (Diakses pada 21 Juli 2020)
  2. Anonim. How CD4 Counts Help Treat HIV and AIDS. https://www.webmd.com/hiv-aids/cd4-count-what-does-it-mean (Diakses pada 21 Juli 2020)
  3. Myhre, J dan Dennis, S. 2020. What to Know About Your CD4 Count and Viral Load. https://www.verywellhealth.com/what-does-a-cd4-count-and-viral-load-mean-48630 (Diakses pada 21 Juli 2020)
  4. Moncivaiz, A dan Dorian, A. 2020. CD4 vs. Viral Load: What’s in a Number? https://www.healthline.com/health/hiv-aids/cd4-viral-count (Diakses pada 21 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi