Apakah Laki-Laki Bisa Keputihan? Simak Penjelasannya

Doktersehat-keputihan-pada-pria

DokterSehat.Com – Kebanyakan orang mengira bahwa infeksi jamur penyebab keputihan (candida albicans) merupakan masalah yang hanya dialami oleh wanita saja. Ternyata, keputihan juga bisa dialami oleh pria.

Keputihan pada pria merupakan suatu tanda penyakit dan menjadi tanda ketidaknormalan pada organ penis Anda. Normalnya kelamin laki-laki itu kering dan tidak basah.

Keputihan pada pria dapat menyebabkan rasa nyeri, gatal, serta kemerahan pada kepala penis, skrotum, dan kulit selubungnya. Sering kali, hal ini ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada penis, sensasi terbakar ketika berhubungan intim dan ruam yang berlangsung singkat atau sementara.

baca juga: Ini Bahayanya Berhubungan Intim Saat Keputihan

Karena keputihan pada laki-laki berkembang pesat di kulit yang hangat, berkeringat, dan teriritasi, pria yang belum disunat memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena infeksi jamur ini.

Dalam beberapa kasus, kulit selubung penis bahkan sampai membengkak dan mengalami luka terbuka akibat infeksi jamur. Selain itu, jamur penyebab candidiasis tidak hanya berkembang pesat dalam lingkungan yang memiliki kandungan gula yang tinggi seperti pada penderita diabetes, tapi juga dapat dicetuskan oleh reaksi alergi terhadap parfum, pewarna, sabun dan shower gel.

Gejala keputihan pada pria yang bisa dikenali adalah keluarnya cairan keputihan dengan warna kekuningan seperti susu dengan tekstur yang bisa kental atau cair. Keluhan ini, bisa saja terjadi dengan gejala nyeri atau gatal, namun bisa pula tanpa gejala.

Gejala Muncul Tanpa Disadari

Pada umumnya, keluarnya cairan dari kelamin disebabkan oleh infeksi menular seksual. Cairan yang keluar dengan disertai rasa nyeri bisa mengarah ke penyakit yang disebut dengan gonore.

Perlu diketahui, sekitar 10 persen pria yang terinfeksi dan 50 persen dari wanita yang terinfeksi tidak mengalami gejala sehingga banyak penderita gonore menularkannya kepada pasangan mereka tanpa disadari.

Biasanya lebih mudah untuk mengenali gejala gonore pada pria dibandingkan wanita karena gejala awal pada wanita mungkin sangat ringan atau tidak begitu jelas sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi vagina atau infeksi saluran kemih.

Namun demikian, infeksi akan menjalar ke organ panggul wanita jika tidak segera diobati dan bisa menyebabkan perdarahan pada vagina, sakit pada perut bagian bawah, demam, dan sakit saat melakukan hubungan seksual.

Gejala gonore yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita di antaranya adalah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan kental seperti nanah berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis.

Penularan gonore sendiri hanya melalui hubungan seksual dan tidak memungkinkan melalui toilet karena bakteri ini tidak bertahan lama di luar tubuh. Bila sudah terkena, penting untuk memeriksakannya ke laboratoium, sebelum diputuskan pola pengobatannya.

Jika keputihan pada pria tidak diobati, masalah bisa berlanjut masuk ke kantong skrotum sehingga menyebabkan kemerahan, bengkak, dan rasa panas. Sedangkan jika tidak turun ke skrotum dan tetap di batang penis, maka ketika ereksi penis akan terasa sakit. Jika keputihan pada pria tidak lari ke skrotum, masalah ini bisa pindah ke prostat.

Penanganan Keputihan Pada Pria

Meski begitu, keluarnya lendir bening dari penis merupakan suatu hal yang biasa terjadi. Hal ini terbilang normal ketika cairan semen diproduksi berlebihan oleh kelenjar prostat, kelenjar vesicle seminalis, atau secara abnormal dapat terjadi jika terjadi infeksi pada saluran kemih.

Guna mendapatkan diagnosis yang lebih tepat, dibutuhkan pemeriksaan laboratorium terhadap lendir yang keluar tersebut. Di laboratorium akan dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop untuk mendeterminasi komposisi dari lendir tersebut.

baca juga: Cara Menghilangkan Keputihan dengan Cepat dan Alami

Jika dalam komposisinya dideteksi adanya sel-sel bakteri atau sel-sel debris maka akan dicurigai sebagai tanda-tanda peradangan atau infeksi. Sebaliknya jika pada pemeriksaan mikroskop tidak ditemukan adanya sel-sel abnormal, itu berarti tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat. Biasanya dokter juga akan memeriksa secara lengkap terkait organ reproduksi untuk mendeteksi adanya gangguan lain yang dapat menyertai penyakit ini.