Ternyata, Ibu Hamil yang Suka Tidur Terlentang Meningkatkan Resiko Terkena Ini

DokterSehat.Com– Sebuah penelitian yang dilakukan pada lebih dari seribu ibu hamil menghasilkan sebuah fakta yang cukup mengejutkan dimana resiko stillbirth atau bayi yang terlahir dengan kondisi meninggal dunia meningkat 2 kali lipat jika para ibu hamil ini terbiasa tidur telentang pada trimester ketiga kehamilan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Penelitian yang dilakukan oleh MiNESS dan hasilnya dipublikasikan dalam British Journal of Obstetrics and Gynecology (BJOG) ini menyebutkan bahwa posisi tidur ternyata memang sebaiknya harus diperhatikan oleh ibu hamil. Hanya saja, ibu hamil yang secara tidak sadar berpindah posisi menjadi telentang saat tidur dan terbangun dengan posisi ini sebaiknya juga tidak terlalu mengkhawatirkan adanya resiko ini.

Penelitian lain yang dilakukan di Australia dan Selandia baru juga mendukung fakta dari penelitian ini. Profesor Alexander Heazell yang merupakan direktur klinis di Tommy’s Stillbirth Research Center yang ada di Rumah Sakit St. Mary Manchester menyebutkan bahwa ibu hamil yang sudah memasuki trimester akhir kehamilan memang sebaiknya menjaga posisi tidurnya menyamping baik itu saat tidur malam ataupun tidur siang. Sayangnya, kedua penelitian ini belum bisa memastikan mengapa resiko kematian pada janin meningkat jika ibu hamil tidur telentang.

Sebagian pakar kesehatan menduga bahwa tidur telentang ternyata akan membuat kombinasi berat dari rahim dan bayi menekan pembuluh darah yang akhirnya membatasi aliran darah sekaligus oksigen pada bayi. Hal inilah yang diyakini berperan besar pada meningkatnya resiko kematian pada janin di dalam kandungan.

Hingga saat ini, telah banyak lembaga kesehatan swasta di Inggris yang tengah gencar melakukan kampanye agar ibu hamil tidur dengan posisi menyamping, bukannya telentang demi menjaga kesehatan buah hatinya.