Terlambat Membaca, Anak Belum Tentu Disleksia

DokterSehat.Com– Disleksia merupakan salah satu gangguan belajar yang dapat memengaruhi kemampuan akademis anak jika tidak ditangani dengan baik. Anak yang mengalami disleksia memiliki kesulitan dalam membaca, menulis dan mengeja. Apakah anak yang terlambat membaca selalu mengalami disleksia?

Kapan anak seharusnya bisa membaca?

Banyak orang tua menyiapkan pendidikan anak dengan melatih kemampuan membaca, menulis dan berhitung sejak dini. Terkadang orang tua ikut cemas apabila anaknya belum bisa mengeja atau membaca dengan baik seperti dengan teman-teman sebayanya. Apalagi kemampuan membaca merupakan salah satu parameter akademik yang penting dalam kehidupan anak.

Namun orang tua sebaiknya tidak perlu panik dulu ketika anak terlambat membaca. Kondisi ini belum tentu pertanda anak disleksia, namun anak sedang berproses untuk belajar membaca.

Tahapan anak belajar membaca

Sebelum menyimpulkan anak terlambat membaca, Anda perlu tahu kapan seharusnya anak bisa membaca dengan baik. Umumnya, saat berusia 3 tahun anak sudah mampu menghafal dan mengingat alfabet. Pada usia ini, anak dapat mengenali sekitar 15 huruf alfabet, namun ada juga yan gbisa mengenali alfabet secara keseluruhan.

Memasuki usia 4 tahun, Anda sudah bisa mengajari anak untuk membaca hal sederhana seperti namanya sendiri dan membaca 1-2 kata sederhana seperti “papa”, “mama”, “saya”. Anda bisa melatihnya dengan kartu bergambar untuk memudahkan proses belajar.

Sedangkan pada usia 5 tahun, kemampuan membaca anak mulai meningkat. Anak mulai bisa membaca 2-3 suku kata yang memiliki alfabet bervariasi seperti “bermain” dan “berenang”. Pada usia 7 tahun umumnbya anak sudah biosa membaca buku cerita sederhana dan memahami isinya.

Anak bisa diduga mengalami disleksia bila pada usia 5-6 tahun anak masih mengalami kesulitan untuk membaca huruf yang fonetiknya mirip seperti huruf b, d, dan p. Selain itu anak juga kesulitan untuk mengingat kosakata yang baru saja diajarkan atau mengurutkan nama hari dan bulan.

Jika mendapati anak dengan gejala tersebut, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan ahli tumbuh kembang anak atau psikiater untuk memastikan gangguan yang dihadapi anak. Semakin dini disleksia pada anak ditangani, semakin mudah melakukan terapi untuk membantu anak membaca dan belajar.