Terkena Diabetes Sebelum Usia 40? Waspadai Bahaya Ini

Penyakit diabetes melitus adalah penyakit gangguan kadar gula darah.

DokterSehat.Com– Kebanyakan orang berpikir jika diabetes hanya akan menyerang orang tua atau lansia. Padahal, dalam realitanya, diabetes bisa menyerang siapa saja, termasuk dewasa muda dan remaja. Apalagi melihat gaya hidup manusia masa kini yang cenderung semakin tidak sehat, setiap orang tentu harus mewaspadai datangnya penyakit ini.

Dikutip dari Daily Mail, jika seseorang didiagnosis terkena diabetes tipe 2 sebelum usianya mencapai 40 tahun, maka risiko untuk terkena kematian dini pun meningkat dengan signifikan.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Annual Diabetes UK Conference yang diadakan di Docklands, London, 14 Maret 2018 lalu, disebutkan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang didiagnosis terkena masalah kesehatan ini sebelum usianya mencapai 40 tahun cenderung 2,5 kali lipat meninggal dunia sebelum usianya mencapai 75 tahun jika dibandingkan dengan mereka yang didiagnosis penyakit yang sama di usia 60-an.

Para peneliti menggunakan data dari National Diabetes Audit, yang merekam data dari jutaan penderita diabetes tipe 2 dan menggunakan sistem layanan kesehatan Inggris (NHS). Dalam penelitian ini, terungkap pula bahwa mereka yang berasal dari Asia Selatan dan memiliki indeks massa tubuh (BMI) tinggi sangat rentan terkena penyakit ini di usia muda.

Dr. Bob Young, salah satu peneliti, menyebutkan bahwa penyakit ini termasuk dalam “pembunuh diam-diam” yang paling mengerikan. Sementara itu, Dr. Elizabeth Robertson dari Diabetes UK menyebut, penelitian ini menunjukkan bahwa diabetes tipe 2 memang tidak bisa disepelekan, meskipun jika seseorang didiagnosis terkena masalah kesehatan tersebut di usia senja.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut penderita diabetes tipe 2 diperkirakan sudah mencapai 380 juta orang. Yang menjadi masalah adalah, penyakit ini bisa memicu kebutaan, gagal jantung, amputasi bagian tubuh, hingga menurunkan harapan hidup hingga 10 tahun.

Sobat Sehat khawatir tidak dengan penyakit ini?