Terbit: 8 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Terkadang, kita sudah berada dalam kondisi yang sangat sedih. Saat sudah ingin menangis, air mata justru seperti tidak mau keluar sehingga kita seperti tidak merasakan sensasi lega. Sebenarnya, apa sih penyebab dari sulit untuk menangis ini?

Mengapa Terkadang Tak Bisa Menangis Meski Sedang Sedih?

Penyebab Tak Bisa Menangis Meski Sedang Sedih

Menangis tak melulu karena rasa sedih atau kecewa saja. Dalam realitanya, menangis juga bisa muncul akibat hal lain seperti kebahagiaan, rasa haru saat bertemu dengan orang yang dipercaya atau disayang, hingga karena melihat acara televisi atau film. Hanya saja, dalam beberapa kasus, kita memang terkadang tak bisa mengeluarkan air mata meski sudah sedih.

Hal ini ternyata bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, yakni trauma, bentuk emosi yang sedang kita alami, dan lain-lain.

Menariknya, para ahli menyebut manusia tidak akan pernah bisa kehabisan air mata. Meskipun kita terus menangis tersedu-sedu dalam waktu yang lama, kita tetap saja bisa mengeluarkan air mata. Hal ini didasari oleh hasil penelitian American Academy of Opthalmology yang menyebut kita memproduksi air mata hingga 15 sampai 30 galon setiap tahun!

Memang, sebagian besar dari air mata ini ditujukan untuk melumasi mata dan menghilangkan berbagai material atau benda asing yang bisa saja masuk ke mata. Hanya saja, hal ini juga bisa berfungi saat kita sedang menangis.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Jika kita sulit untuk mengeluarkan air mata meski sudah berada dalam kondisi sedih, disebutkan bahwa hal ini bisa saja terkait dengan isu klinis sperti efek samping dari operasi mata, peradangan, konsumsi obat-obatan atau suntik hormon tertentu, hingga terjadinya peradangan di dalam tubuh.

“Meskipun begitu, terkadang sulit menangis tak selalu terkait dengan masalah kesehatan fisik. Hal ini bisa saja terkait dengan depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya,” ucap Annie Wright.

Meski kita sudah memiliki konsep bahwa kita sedang berada dalam kondisi sedih, terkadang pikiran atau otak kita tidak benar-benar merasakan kesedihan tersebut sehingga sulit untuk menangis. Bahkan, bagi orang yang mengalami depresi atau rasa sedih yang sudah sangat parah, mereka sebenarnya sudah tak lagi berkaitan dengan faktor emosi pribadi yang akhirnya membuat mereka tak mampu mengeluarkan air mata.

Sementara itu, pakar kesehatan Karen Koenig menyebut tangisan emosional sangatlah membutuhkan sentuhan pada perasaan kita. Sayangnya, karena masalah kesehatan sepeti depresi, otak akan kesulitan untuk mengerti atau mendalami emosi. Hal inilah yang membuat kita sulit untuk mengeluarkan air mata.

“Jika kita percaya bahwa menangis itu menyehatkan dan bisa menghilangkan rasa tidak nyaman pada tubuh, maka di konsep otak kita akan menganggap air mata sebaiknya dikeluarkan demi membuat perasaan sedih segera menghilang. Sebaiknya, jika kita mengangap tangisan hanyalah bagi orang yang lemah, maka konsep ini akan dipegang oleh otak dan membuat kita sulit untuk menangis,” ucap Koenig.

Terkait dengan Masalah Kesehatan Mental

Koenig menyebut banyak pasien yang menderita trauma kesulitan untuk menangis karena merasa malu untuk melakukannya. Hal ini ternyata bisa dibentuk sejak anak-anak, tepatnya saat orang tua menanamkan ide bahwa menangis itu memalukan atau tidak baik untuk dilakukan. Banyak dari pria yang juga mengalami hal ini sehingga kesulitan untuk meluapkan emosinya.

Jika kita ingin lebih mudah mengatasi gangguan emosi demi membantu menangis dengan lebih lepas, pakar kesehatan menyarankan kita untuk meminta bantuan dokter atau psikiater.

 

Sumber:

  1. Thorpe, JR. 2019. Why Can’t I Cry? Experts Explain The Science. bustle.com/p/why-cant-i-cry-experts-explain-the-science-19381382 (Diakses pada 7 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi