Terbit: 28 Desember 2020 | Diperbarui: 30 Desember 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Terapi uap adalah salah satu solusi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gangguan pada sistem pernapasan. Apakah cuma itu? Tentu saja tidak. Simak informasi mengenai terapi ini mulai dari manfaat, cara melakukan, hingga kemungkinan efek sampingnya.

Terapi Uap: Manfaat, Cara Melakukan, Efek Samping

Apa Itu Terapi Uap?

Terapi uap atau inhalasi uap (steam inhalation) adalah metode yang—sesuai dengan namanya—memanfaatkan medium uap panas dalam penerapannya. Terapi ini pada umumnya bertujuan untuk membantu mengatasi penyempitan saluran pernapasan, berikut gejala-gejala yang berkaitan seperti batuk dan hidung tersumbat (biasanya karena kondisi medis tertentu seperti bronkiolitis dan asma).

Inhalasi uap bisa dilakukan di rumah sakit dengan menggunakan alat khusus. Akan tetapi, Anda sebenarnya juga dapat melakukan terapi ini secara mandiri di rumah. Caranya cukup mudah, kok. Namun sebelum itu, ketahui terlebih dahulu apa manfaat dari inhalasi uap bagi kesehatan.

Manfaat Terapi Uap bagi Kesehatan Tubuh

Terapi uap memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Apa saja manfaat yang dimaksud?

1. Mengatasi Gangguan Pernapasan

Menghirup uap panas dapat membantu Anda untuk melegakan pernapasan, pun mengatasi permasalahan terkait dengan pernapasan. Manfaat dari melakukan inhalasi uap berkaitan dengan pernapasan adalah sebagai berikut:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

  • Membantu mengeluarkan dahak.
  • Melembapkan saluran pernapasan.
  • Pada saat masuk angin dan sakit tenggorokan, menghirup uap akan membantu mengatasi hidung tersumbat.
  • Meringankan gejala asma, sinusitis, bronkitis, dan rhinitis alergi.

2. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Terapi uap juga merupakan cara alami untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Suhu tinggi yang terpapar tubuh manusia tidak dapat ditolerir oleh berbagai jenis bakteri dan virus.

Selama proses penguapan, virus dan bakteri ini akan mati. Selain itu, terapi ini juga kabarnya dapat membantu produksi sel darah putih. Sebagaimana yang kita ketahui, sel darah putih merupakan elemen tubuh yang penting untuk memerangi infeksi.

3. Menyegarkan Kulit

Ketika tubuh terkena uap air panas, pori-pori tubuh mengembang dan produksi keringat mengalami peningkatan. Dalam proses berkeringat ini, ada banyak racun yang dikeluarkan dari tubuh. Hal tersebut berdampak positif terhadap kulit, yakni kulit jadi terlihat segar.

4. Membuat Kulit Bersinar

Masih berkaitan dengan kulit, manfaat terapi uap selanjutnya adalah dapat membuat kulit—khususnya kulit wajah—tampak cerah bersinar. Ini karena paparan uap panas akan meningkatkan sirkulasi darah.

Meningkatnya aliran darah ke kulit wajah Anda tentu akan menambah pasokan nutrisi dan oksigen. Inilah yang kemudian membuat wajah jadi tampak cerah, pun terhindar dari penuaan dini.

5. Mengatasi Jerawat pada Kulit

Manfaat inhalasi uap lainnya adalah untuk membantu menghilangkan sel-sel mati, bakteri, kotoran dan minyak berlebih dari kulit wajah, sehingga kulit terhindar dari masalah jerawat. Seperti yang kita ketahui, jerawat disebabkan oleh kotoran dan bakteri yang terperangkap di dalam pori-pori kulit.

6. Membantu Menurunkan Berat Badan

Saat terkena suhu tinggi metabolisme tubuh meningkat dan ini lantas ditandai oleh meningkatnya produksi keringat yang lantas dikeluarkan oleh tubuh. Nah, air keringat yang keluar tersebut membawa lemak dan racun.

Hal ini membuat terapi juga bisa menjadi alternatif bagi Anda dalam menurunkan berat badan. Akan tetapi, belum dapat dipastikan seberapa besar efektivitas terapi untuk membantu menurunkan berat badan ini.

7. Menurunkan Tekanan Darah

Ketika berada di ruangan yang beruap, beberapa orang menurut penelitian akan melepaskan hormon. Salah satu hormon ini, yang disebut aldosteron, mengatur tekanan darah. Aldosteron yang dilepaskan tersebut diketahui dapat menurunkan tekanan darah tinggi. 

8. Menghilangkan Stres

Karena pembukaan pori-pori menyebabkan peningkatan keringat dan pembuangan racun, tubuh menjadi segar dan rileks. Perasaan rileks ini tidak hanya dialami secara fisik tetapi juga mental.

9. Meredakan Nyeri Sendi

Berbagai macam nyeri sendi akibat arthritis, reumatik, kejang otot, dan lain-lain juga dapat diredakan dengan terapi uap. Memberikan uap ke tubuh membantu melebarkan otot, meningkatkan sirkulasi darah, memasok darah kaya oksigen ke otot yang sakit, sehingga membantunya pulih lebih cepat.

Cara Melakukan Terapi Uap

Seperti yang tadi sudah disebutkan, terapi uap bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Pertama, Anda membutuhkan bahan-bahan berikut:

  • Mangkuk besar
  • Air
  • Panci atau ketel
  • Kompor atau microwave untuk memanaskan air
  • Handuk

Setelah itu, lakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Panaskan air hingga mendidih.
  • Tuangkan air panas dengan hati-hati ke dalam mangkuk.
  • Letakkan handuk di belakang kepala Anda.
  • Nyalakan timer.
  • Tutup mata Anda dan perlahan-laha, turunkan kepala ke arah air panas sampai Anda berada sekitar 8 hingga 12 inci dari air. Berhati-hatilah agar Anda tidak ada kontak langsung dengan air.
  • Tarik napas perlahan dan dalam melalui hidung setidaknya selama dua hingga lima menit.

Setiap sesi terapi sebaiknya tidak lebih dari 10 hingga 15 menit. Namun, Anda dapat melakukan terapi uap ini dua atau tiga kali dalam sehari jika dirasa gejala belum kunjung reda.

Anda juga bisa membeli alat bernama vaporizer untuk melakukan terapi ini. Dengan vaporizer, Anda hanya perlu menambahkan air ke level sesuai petunjuk. Vaporizer menggunakan listrik untuk menghasilkan uap yang mendingin sebelum keluar dari mesin. Beberapa alat penguap dilengkapi dengan masker bawaan untuk Anda kenakan selama terapi berlangsung.

Perlu diperhatikan, alat penghasil uap seperti ini cepat kotor. Sehingga, Anda harus menjaga kebersihannya dengan cara sering mencucinya (terutama sehabis dipakai). Ini semata-mata untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Selain itu, cuci juga ember dan sistem filter setiap beberapa hari sekali.

Efek Samping Terapi Uap

Menghirup uap dianggap sebagai pengobatan rumahan yang aman jika dilakukan dengan benar, tetapi juga sangat mungkin melukai diri sendiri secara tidak sengaja jika Anda tidak berhati-hati.

Anda berisiko melepuh jika terkena air panas. Risiko terbesar adalah tidak sengaja menjatuhkan mangkuk berisi air panas ke pangkuan Anda, yang dapat menyebabkan luka bakar parah.

Untuk menghindari hal tersebut, lakukan sejumlah tips berikut ini:

  • Pastikan mangkuk berisi air panas berada pada permukaan yang rata dan okoh sehingga tidak mudah terjatuh.
  • Minimalisir gerakan selama terapi berlangsung.
  • Hindari mata Anda dari uap. Mata Anda harus ditutup dan diarahkan menjauhi uap.
  • Jauhkan mangkuk berisi air panas dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.

Terapi uap tidak disarankan untuk anak-anak karena risiko luka bakar. Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa kebanyakan orang yang mengalami luka bakar akibat inhalasi uap adalah anak-anak.

 

  1. Cafsso, J. 2019. Steam Inhalation: What Are the Benefits? https://www.healthline.com/health/steam-inhalation#how-to (accessed on 28 December 2020)
  2. Khausal, P. 2014. Is Steam Therapy Healthy? https://www.boldsky.com/health/wellness/2014/is-steam-therapy-healthy-045622.html#:~:text=Refreshed%20skin%3A%20When%20the%20body,body%20leaving%20the%20skin%20refreshed.&text=Increased%20immunity%3A%20Steam%20therapy%20is,body’s%20immune%20system%20as%20well. (accessed on 28 December 2020)
  3. Watson, K. 2017. Steam Room Benefits for Your Health. https://www.healthline.com/health/steam-room-benefits (accessed on 28 December 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi